BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – Bus listrik Trans Banjarbakula dijadwalkan mulai mengaspal pada Kamis (1/10/2026).

Sebelum resmi membawa penumpang, Jurnalis Banjarmasin Post Muhammad Syaiful Riki berkesempatan melihat langsung bagian dalam bus yang terparkir di Terminal Tipe A Gambut Barakat Km 17 tersebut, Selasa (29/9/2026).

Dari luar, bus ini terlihat berbeda dibanding armada Trans Banjarbakula yang selama ini beroperasi. Ukurannya lebih besar karena menggunakan tipe big bus. Tampilan bodinya juga dihiasi sejumlah ikon khas Kalimantan Selatan.

Ada gambar pasar terapung, rumah adat Banjar, bekantan hingga ilustrasi Jembatan Pulau Laut.

Sementara identitas Trans Banjarbakula terpampang di bagian depan bus sebagai penanda layanan transportasi kawasan aglomerasi, lengkap dengan tulisan “Bus Listrik Resiliensi Energi Mobilitas Berkelanjutan”.

Baca juga: Pakai Kostum Spiderman, Kadis DPKP Kalsel Salurkan 20 Ribu Liter Air Warga untuk Palam Banjarbaru

Baca juga: Kecelakaan Maut di Bundaran KB Sutoyo S Banjarmasin, Siswi SMAN 1 Banjarmasin Tewas Saat Pulang Les

Begitu masuk ke dalam, perbedaan lainnya langsung terlihat dari susunan tempat duduk.

Sebanyak 31 kursi penumpang tersusun dengan konfigurasi 2-2 dan 5 kursi di bagian belakang. Seluruhnya menghadap ke depan. Ada pula tiga kursi untuk penyandang disabilitas.

Bus listrik ini dirancang oleh PT Bagong yang merupakan pihak ketiga dari layanan Trans Banjarbakula.

Kepala Bagian Operasional PT Bagong, Muhammad Ikhwan mengatakan, susunan kursi tersebut merupakan permintaan dari Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel.

“Mungkin untik kenyamanan penumpang biar lebih enak dalam melakukan mobilitas di transportasi umum,” ujarnya.

Karena ukurannya lebih besar, bus ini juga menyediakan ruang yang cukup luas untuk penumpang berdiri. Total kapasitas angkutnya mencapai 80 orang, terdiri dari 31 penumpang duduk dan 49 penumpanh berdiri.

Bagi penumpanh yang membawa barang, tersedia juga tempat untuk meletakkannya di dalam bus.

Hal kecil lain yang mungkin cukup berguna selama perjalanan adalah keberadaan port USB. Pengisi daya tersedia di sejumlah titik, termasuk di sekitar kursi penumpang, bagian depan dan belakang bus, serta di sisi-sisi kendaraan.

Di dalam bus juga terdapat LED TV yang nantinya dapat digunakan untuk menampilkan informasi kepada penumpang.

Untuk memberi tanda kepada pengemudi ketika ingin turun, tersedia tombol stop di dekat pintu keluar. Tinggal ditekan dan akan terdengar bunyi sebagai tanda bagi pengemudi.

Meski begitu, tombol tersebut berarti penumpang bisa meminta bus berhenti di mana saja.

“Untuk pemberhentian tetap sesuai dengan titik yang telah ditentukan,” kata Ikhwan.

Soal keamanan, bus listrik ini juga dilengkapi sejumlah perangkat keselamatan. Salah satunya APAR khusus lithium, yang disiapkan untuk mengantisipasi kondisi yang berkaitan dengan sistem kelistrikan kendaraan.

Ada pula empat palu pemecah kaca untuk kondisi darurat.

Pengawasan selama perjalanan turut dibantu kamera CCTV. Kamera terpasang di beberapa bagian bus, termasuk bagian depan, belakang, serta sisi kanan dan kiri kendaraan.

Khusus pengemudi, terdapat kamera yang digunakan untuk membantu kondisi dan aktivitas pengemudi selama menjalankan bus. Sistem tersebut membantu mengawasi apabila pengemudi mengantuk atau melakukan aktivitas yang dapat mengganggu konsentrasi.

Sementara itu, kamera di bagian depan, belakang dan sisi kendaraan membantu pengemudi memantau kondisi di sekitar bus, termasuk ketika melakukan manuver mundur.

Untuk tahap awal, bus listrik ini akan melakukan perjalanan warga dari Terminal Km 17 menuju Pal 6 Banjarmasin, hingga ke Banjarbaru.

Dari sisi tarif, bus listrik tetap dikenakan tarif Rp5.000 pada tahap awal operasional. Selanjutnya, Dishub Kalsel menyiapkan Tarif Papadaan yang terdiri dari tarif terintegrasi dan tarif berlangganan.

Tarif terintegrasi direncanakan menghubungkan layanan Trans Kota Banjarmasin, Trans Banjarbaru, dan Trans Banjarbakula. Dalam skema tersebut, penumpang yang berpindah dari Trans Banjarbakula ke Trans Kota Banjarmasin atau sebaliknya cukup membayar satu kali dengan tarif Rp5.000.

Sementara tarif berlangganan akan disediakan melalui aplikasi Aksel by Bank Kalsel. Tarif Papadaan tersebut dijadwalkan mulai diterapkan pada 8 Oktober 2026.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.