SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sriwijaya FC tetap menjalankan program persiapan meski head coach Oktavianus belum kembali bergabung bersama tim karena masih menyelesaikan urusan keluarga di luar Palembang.

Asisten Pelatih Sriwijaya FC, M. Ali Ramadon menegaskan, selama Coach Okta belum berada di tengah tim, seluruh jajaran asisten pelatih mendapat mandat untuk bersama-sama menangani skuad Elang Andalas.

Menurut Ali, tanggung jawab kepelatihan tidak hanya dibebankan kepada satu orang, tetapi menjadi tanggung jawab bersama para asisten pelatih.

"Sebenarnya untuk mandat, kita dimandati semua. Di satu sisi ada Coach Argema, ada Coach Ikhsan juga. Jadi tidak terpatok satu orang," ungkap Coach Ali kepada Sripoku.com.

Pelatih kelahiran Palembang, 9 Maret 1992 itu mengatakan, para asisten pelatih Sriwijaya FC diminta untuk saling berbagi tanggung jawab dalam mendampingi pemain selama Coach Okta belum kembali.

"Kita tetap sama-sama tanggung jawab sembari Coach Okta belum kembali ke Palembang karena ada urusan keluarga yang masih perlu diselesaikan," kata Ali yang merupakan alumni Jurusan Pendidikan Olahraga dan Jasmani Universitas PGRI Palembang.

Ali mengakui, kondisi Sriwijaya FC saat ini memang belum sepenuhnya ideal. Namun, ia masih melihat adanya semangat juang dari para pemain untuk menghadapi kompetisi Liga Nusantara 2026/27.

"Kalau optimis sih, sebenarnya kita masih ada rasa optimis mengingat juga anak-anak masih punya fight buat main, buat bertanding. Cuma kalau mau dibilang 100 persen itu tidak sampai 100 persen untuk sekarang," ujarnya.

Untuk menjaga mental dan semangat pemain, jajaran pelatih terus memberikan motivasi agar para pemain tetap optimistis dan bersabar menghadapi situasi yang ada.

"Semoga dalam waktu dekat ada angin segar," kata Ali.

• Mohammad David Tak Rela Sriwijaya FC Tinggalkan Palembang

Jam Latihan Berkurang, Fisik Pemain Jadi Perhatian
Di sisi lain, Ali menyoroti persoalan kebugaran pemain Sriwijaya FC setelah tim mengalami jeda latihan yang cukup panjang dalam sepekan terakhir.

Menurutnya, berkurangnya intensitas latihan membuat jajaran pelatih harus kembali memberikan perhatian terhadap peningkatan kondisi fisik pemain.

"Terkait jam latihan juga sih, menurut saya yang pengaruh benar satu minggu terakhir ini kita sedikit ada jam latihan. Berarti kita mulai lagi buat peningkatan fisik karena jeda latihan terlalu panjang," jelasnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Sriwijaya FC mengingat persiapan menuju Liga Nusantara 2026/27 terus berjalan.

Meski masih terdapat sejumlah kekurangan, Ali memastikan jajaran pelatih belum kehilangan optimisme.

Ia melihat para pemain masih menunjukkan semangat bertanding dan memiliki keinginan untuk terus berjuang bersama Sriwijaya FC.

Karena itu, jajaran pelatih berupaya menjaga motivasi pemain sembari terus melakukan pembenahan agar skuad Elang Andalas semakin siap menghadapi kompetisi.

 

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.