TRIBUN-MEDAN.COM,- Penyebaran virus Influenza A atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai super flu kian massif.

Di beberapa daerah muncul laporan mengenai Influenza A, hingga masyarakat pun memburu obat Oseltamivir.

Menurut masyarakat, obat Oseltamivir diyakini ampuh melawan Influenza A.

Namun, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsi obat antivirus seperti Oseltamivir di tengah kenaikan kasus infeksi Influenza A.

Baca juga: Perbedaan Influenza A dengan Masuk Angin yang Tidak Boleh Dianggap Remeh

DEMAM- Ilustrasi seorang wanita yang sedang mengalami demam akibat paparan super flu. Saat ini, di Sumatera Utara tercatat ada tiga kasus super flu.
DEMAM- Ilustrasi seorang wanita yang sedang mengalami demam akibat paparan super flu. Saat ini, di Sumatera Utara tercatat ada tiga kasus super flu. (Pinterest/Pormezz/Shutterstock)

"Oseltamivir penggunaannya harus tepat. Berdasarkan masukan para ahli, obat ini sebaiknya digunakan secara terbatas pada pasien dengan kondisi berat atau pasien dengan komorbid yang memang membutuhkan antivirus," ujar Budi, dalam keterangan resmi, Senin (28/9/2026), dikutip dari Kontan.co.id. 

Budi menganjurkan pembatasan penggunaan Oseltamivir untuk mencegah terjadinya resistansi terhadap obat antivirus.

Sebab, penggunaan obat antivirus sama dengan penggunaan antibiotik yang tidak dilakukan secara tepat dapat berisiko terjadinya resistansi antimikroba.

Baca juga: Gejala Influenza A saat Menyerang Tubuh, Apakah Seperti Flu Biasa?

"Kita tidak boleh menggunakan antivirus secara berlebihan karena ada risiko resistansi. Kalau resistansi terjadi, justru kita bisa kehilangan pilihan obat ketika menghadapi wabah yang lebih berat dan mengancam nyawa, seperti influenza H5Nx," ujar Budi.

Lalu, apa itu Oseltamivir yang sekarang banyak diburu masyarakat?

Mengenal Oseltamivir

Menurut StatPearls yang tersedia di NCBI Bookshelf, Oseltamivir (nama dagang umum: Tamiflu) adalah obat antivirus golongan inhibitor neuraminidase yang digunakan untuk tatalaksana influenza akut tipe A maupun B pada dewasa dan anak (termasuk neonatus >2 minggu).

Baca juga: Super Flu, Apakah Sama dengan Influenza A? Begini Penjelasan Ahli

INFLUENZA A- Ilustrasi seorang pria yang terpapar Influenza A. Biasanya penyakit ini disertai dengan nyeri otot.
INFLUENZA A- Ilustrasi seorang pria yang terpapar Influenza A. Biasanya penyakit ini disertai dengan nyeri otot. (Pinterest/APRICOSY)

Secara farmakologis, Oseltamivir fosfat adalah prodrug yang dihidrolisis di dalam tubuh menjadi metabolit aktif oseltamivir karboksilat, yang kemudian menghambat enzim neuraminidase virus influenza.

Oseltamivir karboksilat berikatan secara kompetitif pada sisi aktif neuraminidase (berfungsi sebagai agonis asam sialat), sehingga enzim ini tidak dapat bekerja normal.

Baca juga: Gejala Influenza A, Virus yang Menyebar saat Bersin, Batuk atau Bicara, Situasi Terkini di Indonesia

Karena menghambat tahap pelepasan virus, oseltamivir paling efektif bila diberikan sedini mungkin, idealnya dalam 48 jam sejak onset gejala.

Seperti yang sudah dijelaskan di awal tadi, bahwa Oseltamivir bukan hanya untuk influenza A, melainkan untuk influenza A dan B.

Baca juga: Kenali Layanan EVAR untuk Penanganan Penyakit Pembuluh Darah, Sudah Ada di RS Adam Malik

Namun, dalam praktik klinis (misalnya flu burung H5N1 atau H1N1 pandemi), oseltamivir sering disebut sebagai pilihan utama untuk influenza A karena data klinis yang kuat pada subtipe A, termasuk data observasional yang menunjukkan penurunan risiko kematian pada pasien rawat inap dengan influenza A(H1N1)pdm09 dan H5N1 bila diberikan lebih awal.(ray/tribun-medan.com)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.