TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengingatkan kepada generasi muda bahwa ada peluang besar di balik ekosistem digital.
Kecakapan atau pemahaman digital juga menjadi bekal penting dalam menghadapi kemajuan zaman seperti sekarang.
"Sekarang ini Tangsel membutuhkan anak-anak muda yang paham digitalisasi. Kemampuan seperti ini banyak dicari dan menjadi bekal penting bagi anak muda untuk menghadapi perkembangan zaman," ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemkot Tangsel, Tb. Asep Nurdin, Minggu (27/9/2026).
Dalam upaya mengembangkan pemahaman digital di kalangan anak muda, Pemkot Tangsel menggelar pelatihan di Kelurahan Buaran.
Kegiatan ini lahir dari usulan Karang Taruna Kelurahan Buaran melalui perencanaan partisipatif F1 Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2025.
Asep menjelaskan, kegiatan keterampilan digital ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain.
Baca juga: Prof. Agus Pramusinto: Sebelum Digitalisasi, Tanya Dulu Mengapa Layanan Itu Ada
Pelatihan ini juga diharapkan dapat membuka pikiran anak - anak muda bahwa ada peluang besar ekonomi di balik kemajuan ekosistem digital.
"Kami ingin memastikan bahwa program keterampilan digital ini tidak berhenti di satu titik saja. Melalui pelatihan ini, kami berupaya membuka cakrawala berpikir pemuda agar mampu melihat peluang besar di balik ekosistem digital saat ini," jelas dia.
Adapun guna menunjang kreativitas dan keberlanjutan karya para anak muda, Diskominfo Tangsel menyediakan fasilitas infrastruktur internet gratis di area publik dan balai warga hingga sekretariat Karang Taruna untuk kegiatan produktif.
Selain infrastruktur wifi gratis, pemerintah daerah juga memfasilitasi ruang kompetisi berkala untuk mengasah ide - ide digital masyarakat.
"Selain infrastruktur, kami juga rutin menggelar lomba produksi konten melalui program Ngontenin Tangsel. Program tersebut menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyalurkan kreativitas digital mereka, dengan total hadiah mencapai Rp3 juta untuk pemenang pertama," imbuhnya.
Asep pun mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi konsumen atau sekadar penonton teknologi, tetapi juga mampu memproduksi karya yang membawa dampak positif.
"Jangan hanya menjadi pengguna teknologi. Anak-anak muda juga harus mampu menghasilkan sesuatu dari teknologi, termasuk membuat konten yang kreatif, informatif, dan bermanfaat bagi masyarakat," ucap dia.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.