TRIBUNNEWS.COM - Manchester City tengah menghadapi perkembangan terbaru dalam kasus 115 dakwaan pelanggaran aturan finansial Premier League (Liga Inggris).

Menurut laporan terbaru Sky Sports, sebuah tribunal independen disebut telah mengambil keputusan terkait kasus yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun tersebut.

Laporan yang beredar menyebut sebagian besar dakwaan terhadap Manchester City dinyatakan terbukti.

Laporan Sky Sports juga melaporkan bahwa proses kasus tersebut kini memasuki tahap banding.

Namun, hingga saat ini belum ada rincian resmi yang dipublikasikan mengenai berapa banyak dakwaan yang dinyatakan terbukti.

Premier League sendiri memilih tidak memberikan komentar karena proses tersebut bersifat pribadi dan rahasia.

Manchester City Masih Membantah

PERAYAAN JUARA - Perayaan para pemain Manchester City saat menjuarai Piala FA 2025/2026 usai kalahkan Chelsea 0-1 pada laga final di Wembley Stadium, London, Sabtu (16/5) malam WIB.
PERAYAAN JUARA - Perayaan para pemain Manchester City saat menjuarai Piala FA 2025/2026 usai kalahkan Chelsea 0-1 pada laga final di Wembley Stadium, London, Sabtu (16/5) malam WIB. (Manchester City)

Manchester City sejak awal membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepada mereka.

Dalam perkembangan terbaru ini, posisi klub juga tidak berubah.

Juru bicara Manchester City menegaskan bahwa proses Premier League masih berlangsung dan sejumlah elemen penting masih harus diselesaikan.

"Proses Liga Premier masih berlangsung, dengan elemen-elemen penting yang perlu diselesaikan, dan tunduk pada kerahasiaan yang ketat," demikian pernyataan Manchester City seperti dikutip Sky Sports.

Kasus ini bermula dari tuduhan pelanggaran aturan finansial Premier League yang disebut terjadi dalam rentang 2009 hingga 2018.

Manchester City juga didakwa tidak bekerja sama sepenuhnya dalam proses investigasi Premier League terkait keuangan klub.

Apa Saja Dakwaan yang Dihadapi Man City?

Ketika Premier League mengumumkan dakwaan pada Februari 2023, jumlah yang dipublikasikan mencapai 115 pelanggaran.

Dakwaan tersebut mencakup dugaan kegagalan memberikan informasi finansial yang akurat selama sejumlah musim.

Selain itu, Manchester City juga didakwa tidak memberikan rincian lengkap mengenai pembayaran kepada pemain dan manajer serta diduga melanggar aturan Profitability and Sustainability Rules (PSR).

Ada pula dakwaan terkait dugaan pelanggaran aturan Financial Fair Play UEFA.

Manchester City telah berulang kali menyatakan bahwa mereka membantah seluruh dakwaan tersebut.

Baca juga: Manchester City Sempurna di Liga Inggris, Enzo Maresca Enggan Terburu-buru Bicara Gelar

Terancam Degradasi atau Bahkan Dikeluarkan dari Premier League?

BERDUEL - Perebutan bola antara Antoine Semenyo (kanan) dengan Adam Smith pada pertandingan pekan pertama Liga Inggris 2026/2027 antara Manchester City vs Bournemouth di Etihad Stadium, Inggris, Minggu (23/8/2026) malam WIB. (Manchester City)

Jika pada akhirnya keputusan terhadap sejumlah pelanggaran tersebut tetap bertahan setelah proses banding, Manchester City berpotensi menghadapi sanksi.

Menurut aturan Premier League yang dijelaskan Sky Sports, sanksi yang dapat dijatuhkan antara lain pengurangan poin, denda, hingga pengusiran dari kompetisi Premier League.

Komisi independen juga memiliki sejumlah opsi sanksi lainnya, termasuk penangguhan klub dari pertandingan liga, pembatalan atau penolakan registrasi pemain, serta bentuk hukuman lain yang dianggap sesuai.

Artinya, ancaman kehilangan posisi di Premier League memang tercantum dalam opsi sanksi.

Namun, belum tepat menyebut Manchester City pasti terdegradasi, karena proses hukum masih berjalan dan klub memiliki hak untuk mengajukan banding.

Sky Sports melaporkan bahwa kedua pihak dapat mengajukan banding dalam waktu 14 hari setelah keputusan. Banding tersebut akan ditangani oleh komisi baru yang terdiri dari tiga orang.

Kasus Berlangsung Selama Bertahun-tahun

Kasus 115 dakwaan ini menjadi salah satu proses hukum paling panjang dalam sejarah Premier League.

Manchester City didakwa pada Februari 2023 setelah investigasi terhadap dugaan pelanggaran finansial.

Sidang di hadapan komisi independen berlangsung selama 12 pekan, mulai September hingga Desember 2024.

Sebelumnya, pada Agustus 2026, CEO Premier League Richard Masters mengatakan keputusan dalam kasus tersebut telah memakan waktu lebih lama dari perkiraan. Saat itu, keputusan belum diumumkan kepada publik.

Kini, laporan terbaru menyebut tribunal telah mengambil keputusan dan proses bergerak ke tahap banding.

Menarik dinantikan, sanksi apa yang bakal diterima Manchester City terkait 115 dakwaan tersebut.

(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.