TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman membuat keputusan menarik dengan menurunkan 11 pemain keturunan sejak menit pertama saat menghadapi Singapura pada laga perdana FIFA ASEAN Cup 2026.
Keputusan John Herdman tersebut langsung menjadi sorotan. Sebab, untuk pertama kalinya Timnas Indonesia memainkan starting eleven yang seluruhnya diisi pemain diaspora.
Berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (26/9/2026) malam WIB, Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Singapura 2-0.
Dua gol dari Skuad Garuda lahir dari aksi Ragnar Oratmangoen (13') dan eksekusi penalti Ole Romeny (70').
Dalam pertandingan tersebut, John Herdman menurunkan full pemain diaspora dalam starting eleven Timnas Indonesia.
Di posisi penjaga gawang, John Herdman mengandalkan kiper Ajax Amsterdam, Maarten Paes.
Di lini belakang, Kevin Diks, Elkan Baggott, dan Justin Hubner menjadi tiga pemain yang mengawal pertahanan Skuad Garuda.
Sementara itu, empat pemain mengisi lini tengah, yakni Joey Pelupessy, Calvin Verdonk, Dean James, dan Luke Vickery.
Untuk lini depan, Herdman memasang Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, serta Mitchell Baker.
John Herdman baru memasukkan pemain kelahiran Indonesia pada babak kedua.
Rayhan Hannan dan Rizky Ridho mendapat kesempatan tampil setelah pertandingan berjalan.
Sementara itu, Nadeo Argawinata, Egy Maulana Vikri, dan Rizky Eka Pratama tidak dimainkan dalam laga tersebut.
Baca juga: Indonesia Menang 2-0 atas Singapura, John Herdman Soroti Adaptasi dan Ketajaman Skuad Garuda
John Herdman ternyata punya alasan tersendiri di balik keputusannya memainkan 11 pemain diaspora.
Pelatih asal Inggris itu menilai para pemain tersebut sudah menjadi bagian dari Indonesia setelah mendapatkan status sebagai pemain naturalisasi dan memiliki darah Indonesia.
Bagi Herdman, mereka datang ke lapangan untuk tujuan yang sama, yakni membela Timnas Indonesia.
"Ini adalah susunan pemain yang ingin mewakili negara ini," ujar John Herdman dikutip dari BolaSport.com.
Herdman juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin membuat perbedaan antara pemain lokal dan diaspora.
Menurutnya, seluruh pemain yang membela Timnas Indonesia harus dipandang sebagai satu kesatuan.
"Menurut saya tidak ada pemain lokal, tidak ada diaspora."
"Kami adalah orang Indonesia."
"Kami mewakili bendera, menyanyikan lagu kebangsaan, dan selalu berdiri bersama," kata Herdman.
Herdman juga menyampaikan pesan kepada publik agar tidak lagi melihat pemain Timnas Indonesia berdasarkan latar belakang kelahiran mereka.
Menurutnya, para pemain yang memiliki darah Indonesia dan memilih membela Skuad Garuda sudah menjadi bagian dari bangsa Indonesia.
"Ini adalah pola pikir yang harus kami ubah."
"Kami harus mengubah pola pikir tersebut."
"Orang-orang ini sekarang adalah bagian dari Indonesia."
"Mereka senang bermain untuk Anda," tutur Herdman.
Ia bahkan meminta publik menilai pemain berdasarkan kontribusinya di lapangan, bukan asal-usulnya.
"Ketika mereka mulai menghindari tekel, ketika mereka berhenti berlari dalam pertandingan, barulah Anda bisa mengajukan pertanyaan tersebut," ujar Herdman.
Meski begitum kemenangan ini menjadi modal penting bagi Timnas Indonesia sebelum menghadapi Malaysia pada pertandingan kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Senin (28/6/2026) pukul 19.30 WIB.
Timnas Indonesia wajib mengalahkan Malaysia untuk membuka peluang lebih besar finis sebagai juara Grup A dan melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama) (BolaSport.com/Mochamad Hary Prasetya)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.