TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemerintah Kota (Pemko) Medan mulai memacu transformasi layanan publik berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Salah satu langkah yang disiapkan yakni menghadirkan akses layanan pemerintah melalui WhatsApp, platform yang sehari-hari digunakan masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Medan dengan menggelar serangkaian rapat teknis bersama sejumlah perangkat daerah.
Upaya ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas agar layanan pemerintah lebih mudah dijangkau masyarakat melalui platform digital yang sudah familiar digunakan warga. Warga bisa lebih mudah menyampaikan aspirasi dan keluhan hanya lewat gawai.
Kepala Diskominfo Kota Medan Arrahmaan Pane yang diwakili Sekretaris Dinas Budi Hariono mengatakan Rapat teknis pertama digelar Rabu (16/9) dengan melibatkan tim teknis Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
"Pada rapat itu pembahasan difokuskan pada kesiapan teknis dan kebutuhan integrasi sistem layanan berbasis AI yang dikembangkan masing-masing perangkat daerah," kata Budi Hariono, Senin (21/9).
"Koordinasi berlanjut hari ini di Kantor Diskominfo Kota Medan. Kali ini, tim teknis Dinas Ketenagakerjaan dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan turut dilibatkan," kata Budi.
Baca juga: Harga Tiket Pertandingan PSMS di Stadion Utama Tidak Berubah
Rapat dipimpin Kepala Diskominfo Kota Medan Arrahmaan Pane yang diwakili Sekretaris Dinas Budi Hariono. Ia didampingi Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Ahmad Khaidir beserta jajaran.
Dalam rapat tersebut, Pemko Medan membahas pengembangan awal sistem yang nantinya mengintegrasikan layanan pemerintah melalui tiga kanal, yakni Super Apps, Website Medan Hub, dan WhatsApp AI. "Ketiga kanal tersebut disiapkan untuk menjalankan tiga fungsi utama, yaitu memberikan informasi, menerima pengaduan, dan menyediakan layanan publik," jelas Budi.
Lanjut Budi, integrasi layanan berbasis AI ini juga menjadi bagian dari pembangunan ekosistem Medan Satu Data. Melalui sistem tersebut, Pemko Medan berupaya menghubungkan data dari berbagai perangkat daerah dalam satu ekosistem digital yang terpadu.
"Dengan integrasi ini, layanan pemerintah diharapkan tidak lagi berjalan secara terpisah antarorganisasi perangkat daerah. Data dan layanan dapat terhubung sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi, menyampaikan pengaduan, maupun mengakses pelayanan yang dibutuhkan," pungkasnya. (dyk/Tribun-Medan.com)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.