TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat (Kalbar) mengungkap biang kerok penurunan jarak pandang di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar sepanjang September 2026.
Dilansir dari Instagram resmi BMKG Kalbar @bmkg_kalbar pada Minggu 20 September 2026, penurunan paling nyata terjadi pada dini hari hingga pagi.
"Berdasarkan rata-rata data visibility periode 1–19 September 2026, penurunan paling nyata terjadi pada dini hari hingga pagi," tulis akun tersebut.
Faktor-faktor tersebut membuat jarak pandang di sekitar bandara sering kali terbatas, sehingga aktivitas penerbangan berpotensi terganggu.
• Bandara Supadio Pontianak Hari Ini: 17 Penerbangan Terdampak Kabut Asap, Hingga Batal Terbang
1. Kelembapan Udara
Suhu pagi sekitar 24–26°C dengan kelembapan relatif dapat mencapai 90–99 persen.
Kondisi ini mendukung terbentuknya kabut atau mist di sekitar bandara.
Aerosol dari asap dapat memperbesar hamburan cahaya di atmosfer sehingga jarak pandang menjadi semakin terbatas.
3. Arah dan Kecepatan Angin
Ketika kondisi berubah pada pagi hari, distribusi asap juga dapat memengaruhi visibility.
4. Adanya Inversi Suhu
• Bandara Supadio Pontianak Dilanda Gangguan Cuaca, Penerbangan Jakarta hingga Denpasar Terdampak
Jarak pandang Bandara Supadio diketahui berubah-ubah pada Minggu 20 September 2026.
Pada pagi hari, visibility di Bandara Supadio tercatat sekitar 800 meter pada pukul 05.00 WIB.
Kondisi kemudian memburuk satu jam berikutnya. Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang turun menjadi sekitar 300 meter dan kondisi tersebut masih tercatat pada pukul 07.00 WIB.
Jarak pandang kemudian mulai mengalami peningkatan secara bertahap. Pada pukul 08.00 WIB, visibility tercatat sekitar 500 meter dan kembali meningkat menjadi 800 meter pada pukul 09.00 WIB.
Meski sempat membaik, kondisi jarak pandang belum sepenuhnya stabil. Setelah pukul 09.00 WIB, visibility kembali berada di kisaran 700 hingga 750 meter hingga memasuki sore hari.
Pada pukul 16.00 WIB, jarak pandang tercatat sekitar 700 meter.
Kemudian pada pukul 17.00 WIB, kondisi kembali membaik dengan jarak pandang mencapai sekitar 900 meter.
Perubahan jarak pandang tersebut menjadi salah satu hal yang terus dipantau dalam pelaksanaan operasional penerbangan di Bandara Supadio.
GM Bandara Supadio, Maya Damayanti mengatakan pihak pengelola bandara terus mengikuti perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang untuk memastikan seluruh aktivitas penerbangan tetap berlangsung dengan mengutamakan aspek keselamatan.
"Operasional penerbangan menyesuaikan dengan kondisi visibility dan ketentuan keselamatan penerbangan," ujar Maya.
Pihak Bandara Supadio juga mengingatkan calon penumpang untuk secara aktif mengecek perkembangan penerbangan yang akan mereka gunakan melalui maskapai masing-masing.
Informasi tersebut penting diperhatikan karena jadwal penerbangan dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu apabila kondisi jarak pandang dan cuaca di sekitar Bandara Supadio kembali mengalami perubahan.
Dengan kondisi kabut asap yang masih memengaruhi jarak pandang, penumpang diimbau memastikan informasi terbaru mengenai jadwal keberangkatan, keterlambatan, maupun pembatalan sebelum menuju atau selama berada di Bandara Supadio Pontianak.
(*)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.