TRIBUNGAYO.COM, KUTACANE - Ruas jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) dengan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dikeluhkan warga dan pengguna jalan. 

Kerusakan berupa jalan berlubang, retak buaya, hingga bengkok banyak ditemukan di sejumlah titik, di antaranya Desa Lawe Loning 1, Lawe Loning Gabungan, Lawe Rakat, Kuta Tengah, Kayu Mbelin, Lawe Tua, Tanah Baru, Sabilussalam, Desa Kuning, Rikit Bur, Lawe Pekhidinen, hingga Biakmuli.

Kerusakan infrastruktur tersebut salah satunya dipicu oleh maraknya pemotongan badan jalan aspal hingga pemasangan pipa air yang tidak diperbaiki secara sempurna, sehingga menurunkan kualitas dan ketahanan jalan.

Keluhan Pengguna Jalan dan Ancaman Kecelakaan

Salah seorang sopir angkutan lintas provinsi Aceh-Sumut, Ilham, mendesak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh untuk segera mengambil tindakan penanganan.

“Jalan nasional berlubang menganga di Desa Lawe Loning 1, Lawe Loning Gabungan, dan sejumlah titik lainnya di Kecamatan Lawe Sigala-gala dan Babul Makmur. Kondisi jalan seperti ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena memicu kecelakaan lalu lintas, khususnya dari arah berlawanan. Kendaraan saling curi bahu jalan agar menghindari lubang,” ujar Ilham kepada TribunGayo.com, Sabtu (19/9/2026).

Hal senada disampaikan Hendri, seorang sopir truk lintas provinsi. Menurutnya, pembiaran lubang jalan dalam waktu lama membuat tingkat kerusakan semakin parah dan membahayakan keselamatan pengemudi serta merusak komponen kendaraan.

Baca juga: Proyek Overlay Jalan Nasional di Desa Kuning Aceh Tenggara Kembali Berlubang

Respon dan Langkah Penanganan BPJN Aceh

Menanggapi keluhan tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 35 BPJN Aceh, Jaya Yuliadi, menyatakan komitmennya untuk segera turun tangan melakukan penambalan dan perbaikan.

Pihaknya juga menjamin ketersediaan material dengan berkoordinasi langsung bersama penyedia Asphalt Mixing Plant (AMP) setempat.

“Kami akan segera memperbaiki jalan nasional yang berlubang di Aceh Tenggara. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak AMP yang memproduksi aspal di Aceh Tenggara,” kata Jaya Yuliadi, Sabtu (19/9/2026). (*)

Baca juga: Warga di Aceh Tenggara Tanam Pohon di Jalan Nasional Protes Polusi Debu

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.