TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kondisi dua siswi yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pariaman, Sumatera Barat, kini mulai membaik.

Keduanya sebelumnya sempat menjalani perawatan di rumah sakit di Pariaman sebelum dirujuk ke RSUP M Djamil Padang karena kondisi kesehatan menurun.

Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan, dua siswi tersebut kini sudah dipindahkan dari ruang ICU ke ruang rawat inap.

"Alhamdulillah dua siswi yang kena keracunan (MBG) itu sudah dibawa untuk rawat inap. Mungkin satu hari atau dua hari ini beliau sudah bisa pulang kembali. Kita berdoa semoga kesehatan beliau semakin baik," kata Yota saat ditemui TribunPadang.com di sela menghadiri kegiatan Wakil Menteri Kesehatan RI dr Benjamin Paulus Octavianus di RS M Djamil Padang, Jumat (18/9/2026).

Yota menjelaskan, saat pertama kali mendapat perawatan, kedua siswi tersebut masih mengalami mual dan sakit perut. 

Baca juga: Harga Pangan di Padang Panjang Jumat 11 September, Cabai Merah Tembus Rp69.834

SISWA KERACUNAN -  RSUP M. Djamil Padang, Kamis (17/9/2026). Kesaksian wali murid korban dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di MTsN 1 mengungkap fakta mengejutkan terkait kualitas sajian makanan yang dibagikan kepada para siswa.
SISWA KERACUNAN - RSUP M. Djamil Padang, Kamis (17/9/2026). Kesaksian wali murid korban dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di MTsN 1 mengungkap fakta mengejutkan terkait kualitas sajian makanan yang dibagikan kepada para siswa. (Tribun Padang/Muhammad Iqbal)

Namun, kondisi mereka kemudian menurun pada malam harinya sehingga Pemkot Pariaman mengambil langkah untuk melakukan rujukan ke RS M Djamil.

"Saat masuk ke rumah sakit kemarin masih terasa mual dan sakit perut. Kemudian malamnya kondisi menurun, besoknya kita langsung rujuk ke M Djamil," ujarnya.

Menurut Yota, kondisi kedua korban saat ini sudah berangsur membaik. 

Meski demikian, Pemkot Pariaman masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti kejadian keracunan tersebut.

"Kita masih menunggu hasil labor. Biar tahu jenis bakterinya. Jadi bakterinya atau apanya bagaimana, kita belum tahu. Kita masih menunggu," katanya.

Baca juga: Kisah Irsyad dan Farhan Tembus Macet Sitinjau Lauik: Kaget Ada Buka-Tutup, Bersyukur Tak Terjebak

Yota mengatakan pihaknya telah meminta BPOM Padang agar hasil pemeriksaan sampel dapat segera keluar. 

Hasil tersebut dinilai penting untuk memastikan penyebab siswa mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu MBG.

"Kita tadi sudah mendesak Kepala BPOM agar hasilnya cepat keluar. Sehingga kita dapat tahu apa penyebab keracunan tadi kepada siswa kita," jelasnya.

127 Siswa Terdampak

Yota menyebut total siswa yang mengalami dugaan keracunan mencapai 127 orang.

Sebagian besar merupakan siswa MTsN 1 Pariaman. Selain itu, terdapat dua siswa SMPN 1 Pariaman dan satu siswa sekolah dasar yang turut menjadi korban.

"Total 127, dan yang paling banyak itu siswa MTsN 1 Pariaman. Siswa SMP 1 Pariaman dua orang, kemudian ada juga siswa SD satu orang," ungkapnya.

Yota memastikan kondisi korban lainnya relatif aman dan tidak ada yang membutuhkan penanganan lanjutan seperti dua siswi yang dirujuk ke RS M Djamil.

Menu MBG yang dikonsumsi para siswa tersebut diketahui berasal dari satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Baca juga: Terombang-ambing di Perairan Mentawai, Pemilik KM Rafa 02 Laporkan Kapalnya Mati Mesin ke SAR

Pasca kejadian, Pemkot Pariaman langsung menginstruksikan agar operasional SPPG tersebut dihentikan sementara.

"Penyaluran ini berasal dari satu SPPG. Pasca keracunan kami sudah instruksikan SPPG itu untuk ditutup," katanya.

Selain penghentian operasional, Badan Gizi Nasional (BGN) juga telah turun melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab kejadian tersebut.

"Kemarin sudah ada turun investigasi dari BGN. Jadi kita menunggu tindak lanjut apa hasil investigasinya," pungkas Yota.(*)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.