Liputan6.com, Nganjuk - Narasi liar yang menyebut seorang guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Nganjuk tewas di tangan siswanya sendiri akhirnya terpatahkan. Pihak sekolah bersama aparat kepolisian meluruskan simpang siur kabar tewasnya Suaidi (56), guru asal Kediri, Jawa Timur, yang sempat memicu kegemparan di media sosial.


​Humas MAN 3 Nganjuk, Ihwanus Sofa mengatakan, peristiwa tersebut bermula pada Selasa (1/9/2026), sekitar pukul 10.30 WIB. Sebelum memasuki ruang kelas untuk mengajar, Suaidi berbelok ke kamar mandi siswa.


"Di saat bersamaan, seorang murid yang juga hendak menggunakan fasilitas kamar mandi itu menggedor pintu bilik toilet tanpa menyadari keberadaan Suaidi di dalamnya," ujarnya, Minggu (13/9/2026).


​Tindakan itu, kata Sofa, memicu emosi korban. Usai keluar dari toilet, Suaidi berupaya menjewer telinga murid tersebut sebagai bentuk teguran.


"Namun, siswa tersebut menepis tangan sang guru hingga membuat posisi berdiri Suaidi terhuyung," tambahnya.


Ihwanus Sofa, menegaskan tidak ada benturan fisik berlebihan maupun aksi pemukulan dalam insiden tersebut. Usai ditenangkan rekan sesama guru, Suaidi sempat melanjutkan langkahnya menuju kelas.


"Sayang, di tengah koridor, korban mendadak muntah-muntah hingga hilang kesadaran sebelum akhirnya dilarikan ke puskesmas dan dirujuk ke rumah sakit di Kota Kediri," kata Sofa.


​Setelah menjalani perawatan intensif selama lima hari, Suaidi diumumkan mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (5/9/2026).


"Penyebab kematian korban murni dipicu faktor medis, bukan aksi kekerasan," tegasnya.


Hasil pemeriksaan medis awal menunjukkan tekanan darah korban melonjak drastis hingga 240 mmHg.


Sementara itu, Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Fajar Kurniadhi, membenarkan bahwa rekam medis dan keterangan keluarga mengonfirmasi riwayat penyakit hipertensi serta stroke yang diidap almarhum.


​"Keluarga korban menolak proses visum maupun otopsi, serta menyatakan telah mengikhlaskan kepergian Suaidi sebagai musibah," katanya.


Polisi mengimbau masyarakat untuk berhenti menyebarkan spekulasi liar yang menyesatkan publik tersebut.

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.