TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Kualitas udara di wilayah Bengkalis bertahan dalam kondisi tidak sehat selama beberapa pekan terakhir.
Bahkan pada Selasa (15/9) pagi, kadar polutan PM2.5 tercatat meningkat berdasarkan data Stasiun Pemantauan Kualitas Udara Ambien (SPKUA) di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bengkalis.
"Kualitas udara kita memang dalam kondisi tidak sehat, bahkan hari ini mendekati kondisi sangat tidak sehat dengan angka PM2.5 mencapai 196 yang terdata melalui SPKUA yang ada di kantor kita," jelas Sekretaris DLH Bengkalis Marngatin kepada tribunpekanbaru.com, Selasa (15/9) jelang siang.
Menyikapi situasi ini, pihak DLH mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan. Warga diharapkan membatasi kegiatan di luar ruangan serta wajib menggunakan masker saat harus keluar rumah.
Kondisi udara yang buruk ini juga dikonfirmasi oleh BPBD Bengkalis.
Berdasarkan pemantauan langsung petugas di setiap kecamatan, kabut asap tampak menyelimuti hampir seluruh wilayah sejak pagi.
"Kalau laporan kasat mata petugas kita yang cukup tebal asap tadi terjadi di Talang Muandau. Beberapa kecamatan lainnya masih tipis," terang Rony Afriadi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bengkalis, Selasa Siang.
Baca juga: Ada Hampir Empat Ribu Anak Belum Dapat Imunisasi di Kota Pekanbaru
Baca juga: Camat Dumai Barat Surati BBKSDA Riau Terkait Buaya Meresahkan Warga Sungai Teras
Ia menambahkan bahwa kabut asap yang melingkupi wilayah Bengkalis disinyalir merupakan asap kiriman dari wilayah lain, walau lokasi asalnya belum dapat dipastikan.
"Karena kalau kita lihat kondisi Karhutla yang masih dalam penanganan, tidak ada lagi lahan yang mengeluarkan asap tebal. Beberapa titik yang di tangani hanya asap tipis saja yang keluar, jadi kita perkirakan ini merupakan kiriman," tambahnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Bengkalis Muthu Saily membenarkan kondisi kualitas udara beberapa kecamatan di Bengkalis mengalami peningkatan kabut asap.
Bahkan di wilayah kota Bengkalis tadi pagi cukup terasa kabut asap lebih tebal dari biasanya.
"Beberapa sekolah tadi sempat memulangkan murid lebih cepat tapi tidak seluruh sekolah di wilayah kota Bengkalis," ungkap Muthu.
Menurut dia, kebijakan terkait kondisi kualitas udara ini, sesuai edaran terakhir diserahkan kepada masing masing sekolah. Karena di beberpa wilayah Bengkalis kondisi kualitas udara tidak merata.
"Laporan dari Korwil Pendidikan di Kecamatan Bukit Batu dan Bandar Laksamana, beberapa sekolah sudah ada menerapkan pembelajaran jarak jauh sejak hari ini. Sebagian masih ada yang melakukan pembelajaran tatap muka, namun informasi yang kita Terima mereka yang masih masuk sekolah juga dilakukan pemulangan siswa lebih cepat," terang Muthu.
Selain itu laporan dari Korwil Pendidikan Kecamatan Talang Muandau dan Pinggir daerah mereka juga kabut asap cukup pekat dan dilakukan pemulangan siswa lebih cepat juga.
Kalau kondisi besok tidak ada perubahan kemungkinan wilayah dua kecamatan tersebut juga akan menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh.
Menurut Muthu, pihaknya terus menginformasikan kepada masing masing Korwil informasi kualitas udara secara real-time. Agar satuan Pendidikan bisa mengambil keputusan cepat untuk proses pembelajaran masing masing sekolah.
"Kualitas udara ini masih cenderung berubah ubah, serta setiap wilayah tidak sama. Kita harapkan masing masing sekolah bisa mengambil kebijakan yang cepat melihat kondisi di wilayah masing masing, namun tetap melaporkan kebijakan yang diambil kepada Korwil dan Dinas Pendidikan," tandasnya. (tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.