SURYA.co.id, MADIUN - Perjalanan dua kereta api menuju wilayah Daop 7 Madiun, Jawa Timur, sempat tertahan setelah gempa bumi berkekuatan 6,5 magnitudo mengguncang wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (12/9/2026) dini hari.

KAI melakukan pemberhentian luar biasa (BLB) terhadap perjalanan kereta api yang melintas di wilayah terdampak sebagai langkah antisipasi.

Penghentian sementara dilakukan untuk memastikan jalur dan berbagai prasarana perkeretaapian tetap aman dilalui.

Dua perjalanan KA yang terdampak yakni KA Madiun Jaya relasi Madiun-Pasar Senen dan KA Singasari relasi Blitar-Pasar Senen.

Baca juga: 62 Armada Angkut Bantuan Kemanusiaan Kemenag Jatim untuk Korban Gempa NTT

KA Madiun Jaya Terlambat 46 Menit

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan gempa yang terjadi sekitar pukul 04.26 WIB tersebut getarannya dirasakan hingga wilayah operasional Daop 6 Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Sebagai langkah kehati-hatian, KAI melakukan pemberhentian luar biasa terhadap seluruh kereta api yang melintas di wilayah terdampak, termasuk dua kereta api yang menuju Daop 7 Madiun," ujar Tohari.

Akibat BLB tersebut, KA Madiun Jaya mengalami keterlambatan selama 46 menit. Sementara KA Singasari mengalami keterlambatan selama 29 menit.

Jalur dan Jembatan Diperiksa

Penghentian sementara dilakukan bukan karena jalur kereta api dipastikan mengalami kerusakan, melainkan untuk memastikan seluruh prasarana dalam kondisi aman setelah gempa.

Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah bagian penting pada jalur kereta api, termasuk jembatan dan bangunan hikmat. Dalam proses tersebut, KAI berkoordinasi dengan Dinas Jalan dan Jembatan (JJ).

Setelah pemeriksaan rampung, lintas wilayah Daop 6 Yogyakarta dinyatakan aman pada pukul 05.04 WIB. Perjalanan kereta api selanjutnya kembali dilanjutkan.

Keselamatan Jadi Prioritas

Tohari menyampaikan permintaan maaf kepada para pelanggan atas keterlambatan yang terjadi.

Menurutnya, penghentian perjalanan dilakukan semata-mata untuk memastikan keselamatan penumpang dan perjalanan kereta api.

"KAI memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Setiap keputusan operasional yang kami ambil semata-mata untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api," kata Tohari.

Ia menegaskan, aspek keselamatan dan keamanan menjadi prioritas KAI dalam setiap perjalanan.

Penghentian sementara dapat dilakukan apabila terdapat kondisi yang berpotensi memengaruhi keamanan perjalanan.

"Kami mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kesabaran seluruh pelanggan," tutupnya.

KAI Daop 7 Madiun, Jawa Timur, memastikan komitmennya untuk terus mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan dalam setiap perjalanan kereta api.

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.