TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di kawasan rawan bencana jalur Sitinjau Lauik, Pendakian Tunggua, tepatnya di bawah Panorama II, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (12/9/2026) dini hari.

Insiden tersebut melibatkan kendaraan roda empat yang hilang kendali hingga terperosok ke dalam jurang terjal di kawasan pegunungan tersebut.

Beruntung, dalam peristiwa nahas ini, dua penumpang kendaraan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat oleh Tim SAR Gabungan yang dikerahkan ke lokasi kejadian.

Baca juga: Truk Bibit Jagung Masuk Jurang di Kelok Banto Sitinjau Lauik Padang, Diduga Rem Tak Berfungsi

Kronologi Kejadian di Jalur Ekstrem Sitinjau Lauik

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas tersebut diperkirakan terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.05 WIB.

Kondisi cuaca di sepanjang lintasan Sitinjau Lauik saat itu dilaporkan cukup ekstrem dengan jarak pandang terbatas akibat kabut tebal serta permukaan jalan licin setelah diguyur hujan.

Pengemudi yang tengah melintas diduga tidak dapat menguasai laju kendaraan hingga akhirnya mobil oleng dan menghantam pembatas sebelum akhirnya terperosok masuk ke jurang.

Laporan awal mengenai peristiwa kecelakaan ini pertama kali diterima oleh pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kelas A Padang sekitar pukul 02.40 WIB dari seorang sopir ambulans bernama Randi.

Baca juga: Pemko Padang Matangkan Penlok Tambahan Lahan 1,3 Hektare Flyover Sitinjau Lauik Tahap 2

Penjelasan SMC dan Kepala Kantor SAR Padang

Kepala Kantor SAR Padang yang juga bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), Abdul Malik, membenarkan adanya operasi SAR terhadap insiden kendaraan masuk jurang di kawasan Lubuk Kilangan tersebut.

Abdul Malik menyampaikan bahwa begitu mendapat laporan, pihaknya langsung mengerahkan personil penolong menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya penyelamatan dan evakuasi.

"Kami memberangkatkan tim rescuer KPP Kelas A Padang pada pukul 02.57 WIB menuju lokasi kejadian perkara (LKP) dengan kekuatan 10 personel beserta peralatan pendukung," ujar Abdul Malik.

Tim SAR yang diberangkatkan membekali diri dengan peralatan lengkap, mulai dari peralatan ekstrikasi, peralatan mountaineering untuk menuruni jurang, peralatan medis, hingga sarana komunikasi.

Dua Korban Selamat Asal Padang Sidempuan

Peristiwa kecelakaan ini melibatkan dua orang pria asal Padang Sidempuan, Sumatera Utara, yang berada di dalam kendaraan saat insiden berlangsung.

Identitas kedua korban yakni Eri Tanjung atau Heri (49) dan Aman Saputra atau Aman Siregar (31), keduanya tercatat bertempat tinggal di Padang Sidempuan.

SMC Abdul Malik menjelaskan bahwa saat Tim SAR tiba di lokasi sekitar pukul 03.55 WIB, kedua korban telah berhasil dievakuasi dari dasar jurang oleh unsur tim gabungan dan warga setempat.

"Kedua korban berhasil diselamatkan dan langsung ditangani oleh tim medis di lapangan sebelum dibawa ke rumah warga terdekat untuk pemulihan kondisi," terang Abdul Malik.

Penyisiran Jurang Memastikan Tidak Ada Korban Lain

Meskipun dua orang korban utama telah dievakuasi, tim rescuer tetap menuruni dasar jurang dengan teknik mountaineering guna melakukan penyisiran menyeluruh.

Langkah pemeriksaan ulang ini dilakukan guna memastikan tidak ada lagi penumpang atau korban tambahan yang tertinggal di area bawah jurang.

Setelah dipastikan area dasar jurang benar-benar steril dan tidak ada korban lain, operasi SAR diusulkan untuk ditutup pada pukul 06.15 WIB.

Seluruh unsur SAR yang terlibat selanjutnya menggelar debriefing dan kembali ke kesatuan masing-masing.

Pernyataan Kalaksa BPBD Kota Padang

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, menyatakan bahwa jajaran TRC PB BPBD Kota Padang bergerak cepat turun ke lokasi penanganan begitu laporan masuk.

Penanganan di lapangan dilakukan di bawah komando langsung Kalaksa BPBD dan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) untuk mendukung proses evakuasi teknis.

"Anggota TRC PB BPBD Kota Padang diterjunkan langsung untuk membantu proses evakuasi kendaraan dan korban bersama unsur kebencanaan lainnya," ujar Hendri Zulviton.

Ia mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian proses evakuasi berjalan lancar dan kondisi akhir di lokasi kejadian telah terkendali sepenuhnya.

Keberhasilan operasi penyelamatan cepat ini tidak lepas dari sinergi solid berbagai unsur SAR dan potensi masyarakat di lapangan.

Tercatat sebanyak 10 personel dari KPP Padang, 5 personel BPBD Kota Padang, 5 personel Polsek Lubuk Kilangan, 1 relawan Rumah Zakat, 2 awak Tim Marola Kembar, 10 anggota PKJR, serta sekitar 50 warga masyarakat sekitar bahu-membahu di lokasi.

Satu-satunya kendala utama yang dihadapi petugas di lapangan selama proses evakuasi dini hari tersebut adalah minimnya penerangan di sekitar jurang Sitinjau Lauik.

Pihak BPBD dan Basarnas mengimbau kepada seluruh pengendara yang melintasi jalur ekstrem Sitinjau Lauik agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara pada malam hingga dini hari di mana cuaca kerap berkabut dan jalanan licin.

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.