Liputan6.com, Jakarta - Pilates bukan lagi sekadar olahraga yang dilakukan untuk melatih postur dan fleksibilitas. Dalam beberapa tahun terakhir, latihan ini semakin populer karena gerakannya membantu membangun kekuatan, menjaga keseimbangan, dan meningkatkan kontrol tubuh.


Dari popularitas tersebut, muncul berbagai variasi yang mengadaptasi prinsip pilates dengan bentuk latihan yang lebih menantang. Salah satunya adalah lagree pilates.


Melansir Growth Ware, Jumat (11/9/2026), metode ini dikembangkan Sebastien Lagree dengan memadukan unsur pilates, latihan kekuatan, dan kardio dalam sesi berintensitas tinggi tetapi tetap rendah dampak.


Berbeda dari Pilates tradisional yang umumnya menekankan mobilitas, postur, dan kontrol gerakan, lagree memberikan tantangan lebih besar melalui gerakan lambat dan terkontrol yang mempertahankan ketegangan otot dalam waktu lebih lama.


Untuk menunjang metode tersebut, Sebastien mengembangkan megaformer, mesin yang dirancang khusus untuk latihan Lagree. Alat ini menggunakan carriage yang dapat bergerak, pegas dengan resistensi yang bisa disesuaikan, serta berbagai pegangan dan platform.


Kombinasi tersebut membuat tubuh harus terus menjaga keseimbangan, sekaligus mengaktifkan banyak kelompok otot. Hasilnya, satu sesi dapat terasa intens tanpa mengandalkan gerakan berdampak tinggi.


Lagree pilates pun menarik bagi Anda yang ingin menggabungkan latihan kekuatan, daya tahan, fleksibilitas, dan stabilitas tubuh dalam satu sesi. Selain manfaat fisik tersebut, pendekatan low-impact membuat latihan ini menarik bagi orang yang ingin merasakan latihan intens tanpa banyak gerakan melompat atau benturan berulang pada sendi.



Cara Kerja Mesin Megaformer


Ilustrasi mesin Megaformer. (foto: pexels)
Ilustrasi mesin Megaformer. (foto: pexels)

Bayangkan sedang melakukan gerakan sederhana, tapi tubuh harus terus menahan posisi sambil menjaga keseimbangan. Sensasi tersebut menjadi salah satu ciri latihan menggunakan megaformer.


Mesin ini bekerja dengan memadukan carriage yang dapat bergerak dan pegas sebagai sumber resistensi. Tingkat resistensi dapat disesuaikan sehingga latihan bisa dibuat lebih ringan atau lebih menantang.


Carriage yang bergerak juga menciptakan ketidakstabilan, sehingga tubuh perlu terus mengontrol posisi dan keseimbangan selama melakukan gerakan. Latihan Lagree umumnya dilakukan dengan tempo lambat dan terkontrol.


Otot dipertahankan dalam kondisi tegang lebih lama, sementara waktu istirahat dibuat relatif singkat. Gerakannya juga dirancang untuk melibatkan beberapa kelompok otot sekaligus, bukan hanya satu bagian tubuh.


Kombinasi tersebut membuat megaformer mampu memberikan tantangan pada kekuatan, daya tahan, koordinasi, dan kontrol tubuh dalam satu sesi.



Megaformer vs Reformer


Ilustrasi Pilates dengan menggunakan reformer. (foto: pexels)
Ilustrasi Pilates dengan menggunakan reformer. (foto: pexels)

Megaformer dan Pilates Reformer mungkin terlihat hampir sama. Keduanya memiliki carriage yang bergerak, pegas sebagai resistensi, serta mengandalkan kontrol gerakan dan otot inti. Namun, kesamaan bentuk tersebut tidak berarti keduanya memiliki tujuan latihan yang sama.


Megaformer dikembangkan untuk metode Lagree yang menitikberatkan pada kekuatan, daya tahan otot, dan intensitas. Gerakan dilakukan secara perlahan untuk mempertahankan ketegangan otot, dengan jeda istirahat yang relatif singkat. Sesi megaformer pun dapat terasa lebih menantang.


Sementara itu, reformer tradisional lebih berfokus pada postur, mobilitas, fleksibilitas, kontrol pernapasan, dan kualitas gerakan. Reformer juga dapat digunakan untuk latihan dasar maupun rehabilitasi.


Jadi, tidak ada mesin yang mutlak lebih baik. Pilihannya kembali pada tujuan Anda: megaformer untuk tantangan kekuatan dan daya tahan, sedangkan reformer untuk kontrol gerak, mobilitas, dan prinsip pilates klasik.



Cara Terbaik Memulai Lagree Pilates


Ilustrasi Lagree Pilates dengan menggunakan mesin Megaformer. (foto: pexels)
Ilustrasi Lagree Pilates dengan menggunakan mesin Megaformer. (foto: pexels)

Jika tertarik dengan Lagree Pilates, jangan langsung mengejar gerakan yang paling sulit. Karena menggunakan carriage bergerak dan resistensi pegas, teknik serta kontrol tubuh menjadi bagian penting.


Untuk pemula, langkah pertama adalah mencari studio yang menyediakan megaformer dan memiliki instruktur yang kompeten. Instruktur dapat membantu memahami posisi tubuh dan cara mengatur resistensi. Mulailah dari level yang sesuai kemampuan, lalu tingkatkan tantangan secara bertahap.


Konsistensi juga penting. Jika cocok untuk Anda, kelas dapat dilakukan sekitar dua hingga tiga kali seminggu, dengan tetap memberi tubuh waktu beristirahat. Pola makan seimbang dan tidur cukup turut mendukung pemulihan.


Pada akhirnya, Lagree bukan soal seberapa cepat Anda menyelesaikan gerakan, melainkan bagaimana tubuh mampu mengontrol setiap gerakan. Dengan teknik tepat dan progres bertahap, megaformer dapat menjadi bagian menarik dari rutinitas kebugaran Anda.

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.