Liputan6.com, Jakarta - PT MRT Jakarta mulai membangun ekosistem yang menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat pengguna moda transportasi, mulai dari kuliner, belanja, hiburan, hingga aktivitas komunitas yang bisa dilakukan di kawasan hingga stasiun.
Division Head Business Planning and Expansion Division MRT Jakarta R Samuel Ryan Pradipta mengatakan, strategi tersebut merupakan bagian dari konsep beyond transport.
MRT ingin layanan yang diberikan tidak berhenti pada perjalanan menggunakan kereta, tetapi turut memudahkan berbagai aktivitas masyarakat perkotaan.
“Jadi beyond transport ini sebetulnya esensinya adalah MRT itu menyediakan penanganan mobilitas dari transportasi saja,” kata Samuel dalam rangkaian MRTJ Fellowship Program 2026.
MRT berupaya hadir dalam berbagai aktivitas penumpang sejak berangkat dari rumah hingga kembali pulang.
Untuk perjalanan menuju stasiun, misalnya, MRT bekerja sama dengan mitra transportasi seperti layanan ride hailing, taksi, bus hingga shuttle yang langsung menuju perumahan.
Setibanya di stasiun, penumpang juga diarahkan memiliki berbagai pilihan kebutuhan harian.
Samuel mencontohkan keberadaan gerai makanan yang memungkinkan pelanggan membeli sarapan sebelum melanjutkan perjalanan.
“Nah, kami menyediakan ritel makanan yang sesuai dengan kebutuhan dari pelanggan,” ujarnya.
Ekosistem tersebut berlanjut ketika penumpang tiba di kawasan tujuan. MRT juga bekerja sama dengan tenant maupun mal di sekitar stasiun untuk memberikan berbagai promo kepada pelanggan.
Tak hanya kebutuhan makan dan belanja, MRT juga mulai masuk ke kebutuhan hiburan selama perjalanan. Samuel menyebut MRT telah bekerja sama dengan platform streaming Vidio untuk memberikan akses hiburan bagi pelanggan.
“MRT sekarang juga sudah kerja sama dengan platform streaming Vidio.com. Dan dengan Vidio itu bisa kalau berlangganan paket MRT, langsung gratis nonton Vidio-nya,” kata Samuel.
Samuel bilang bahwa pengembangan ekosistem tersebut juga berdampak pada pelaku usaha lokal. Samuel mengatakan jumlah UMKM yang menjadi tenant MRT kini sudah hampir 500.
MRT Jakarta mengembangkan Transit Oriented Development (TOD) dan placemaking agar kawasan tidak berhenti sebagai ruang fisik, tetapi memiliki aktivitas, komunitas, retail dan berbagai daya tarik yang membuat masyarakat ingin datang.
“Jadi tidak cuma membangun kawasan, tapi di situ harus punya tema dan daya tariknya masing-masing,” tandas Samuel.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.