TRIBUNNEWSMAKER.COM - Fenomena kekeringan ekstrem melanda aliran Sungai Silugonggo atau yang lebih dikenal dengan Sungai Juwana di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Menyusutnya debit air sungai membuat kondisi dasar sungai terlihat semakin kering.

Fenomena tersebut bahkan menyebabkan ribuan ikan sapu-sapu ditemukan mati dan terdampar di bagian sungai yang kehilangan banyak air.

IKAN SAPU SAPU - Warga sekitar Bendung Karet Sungai Juwana berburu ikan sapu-sapu yang terdampar karena Sungai Juwana di Kabupaten Pati mengering dalam beberapa pekan terakhir, Rabu (2/9/2026).
IKAN SAPU SAPU - Warga sekitar Bendung Karet Sungai Juwana berburu ikan sapu-sapu yang terdampar karena Sungai Juwana di Kabupaten Pati mengering dalam beberapa pekan terakhir, Rabu (2/9/2026). (KOMPAS.com/Kafi)

Tumpukan ikan terlihat di sejumlah titik di dasar sungai.

Kondisi ini pun menarik perhatian masyarakat yang penasaran melihat langsung dampak kekeringan ekstrem di Sungai Juwana.

Tak hanya warga sekitar, sejumlah orang dari luar daerah juga datang ke lokasi.

Salah satunya rombongan warga dari Lamongan, Jawa Timur.

Mereka sengaja mendatangi kawasan Sungai Juwana dengan membawa truk pendingin.

Baca juga: Semakin Dipojokkan, Denny Sumargo Pikirkan Bakal Mundur Sebagai Host Podcast, Siap Cari Pengganti

Kedatangan rombongan tersebut bukan sekadar untuk melihat kondisi sungai.

Mereka juga mengumpulkan ikan sapu-sapu yang mati dan terdampar di dasar sungai.

Ikan-ikan tersebut rencananya akan dimanfaatkan sebagai bahan campuran pakan ternak.

Dengan menggunakan truk pendingin, ikan yang dikumpulkan dibawa agar tetap dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.

Fenomena ini sekaligus menunjukkan bagaimana kondisi alam yang ekstrem dapat memengaruhi kehidupan di sepanjang aliran sungai.

Dasar Sungai Mulai Terlihat

Menyusutnya debit air membuat sebagian dasar Sungai Juwana tampak jelas.

Air yang biasanya memenuhi aliran sungai kini tersisa di sejumlah bagian tertentu, sementara area lainnya terlihat dangkal hingga mengering.

Kondisi tersebut membuat ikan-ikan yang hidup di dalam sungai kesulitan bertahan ketika permukaan air terus menurun.

Ribuan ikan sapu-sapu akhirnya ditemukan dalam kondisi mati.

Bagi sebagian warga, kondisi tersebut menjadi pemandangan yang tidak biasa.

Mereka pun berdatangan ke sekitar Bendung Karet Sungai Juwana untuk menyaksikan fenomena tersebut dari dekat.

Lokasi yang biasanya menjadi kawasan sekitar aliran sungai mendadak dipadati masyarakat.

Sebagian datang untuk mencari ikan, sementara lainnya sekadar ingin melihat kondisi sungai yang tengah mengalami kekeringan.

Warga Ramai-ramai Datang

ANGKUT IKAN - Warga di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati mengangkut ikan sapu-sapu hasil buruan di Bendung Karet Sungai Juwana yang mengering akibat kemarau ekstrem, Rabu (2/9/2026). (TRIBUN JATENG/Mazka Hauzan Naufal)

Suasana di sekitar Bendung Karet Sungai Juwana semakin ramai menjelang sore hari.

Sejumlah warga terlihat mengobrol dan bersantai sambil menyaksikan kondisi sungai.

Tak sedikit pula yang memanfaatkan momen tersebut untuk menikmati pemandangan matahari terbenam.

Pemandangan dasar sungai yang mengering berpadu dengan suasana sore menjadikan lokasi tersebut ramai didatangi warga.

Meski demikian, fenomena ini juga menjadi perhatian karena menunjukkan kondisi kekeringan yang cukup parah.

Menyusutnya debit Sungai Juwana tidak hanya mengubah pemandangan, tetapi juga berdampak langsung pada ekosistem di dalamnya.

Matinya ribuan ikan menjadi salah satu tanda nyata perubahan kondisi aliran sungai akibat berkurangnya ketersediaan air.

Sementara itu, aktivitas warga yang mengumpulkan ikan mati untuk dijadikan campuran pakan ternak menunjukkan adanya upaya memanfaatkan kondisi tersebut.

Fenomena kekeringan di Sungai Juwana pun menjadi perhatian masyarakat, sekaligus mengingatkan bahwa perubahan debit air dapat membawa dampak besar terhadap lingkungan dan kehidupan di sekitar sungai.

Hingga kini, kawasan Bendung Karet Sungai Juwana masih menjadi lokasi yang ramai dikunjungi warga untuk melihat secara langsung kondisi sungai yang menyusut drastis.

(Tribunnewsmaker.com)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.