TRIBUNNEWS.COM - Stok masker medis di sejumlah gerai farmasi dan minimarket di Kota Bandar Lampung ludes diborong warga sejak Minggu (6/9/2026) pagi.
Kelangkaan ini dipicu oleh kepanikan warga menyusul sebaran abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) yang mulai meluas ke permukiman.
Di Kecamatan Sukarame, persediaan masker medis di Apotek K24 terpantau kosong total per Minggu pagi.
Peningkatan perburuan alat pelindung pernapasan tersebut dilaporkan sudah berlangsung sejak malam sebelumnya.
Karyawan Apotek K24 Sukarame, Yoga Adi (25), menuturkan bahwa stok sebanyak 25 kotak masing-masing berisi 50 lembar masker, langsung ludes tanpa sisa begitu gerai kembali beroperasi pada Minggu pagi.
Lonjakan pembeli yang kian masif memaksa pengelola memasang maklumat di pintu masuk toko guna menginformasikan kekosongan barang kepada calon pembeli.
“Memang banyak yang datang cari masker sejak buka tadi pagi. Karena sudah habis, akhirnya kami kasih tulisan 'habis' di pintu supaya yang datang bisa langsung tahu,” katanya.
Baca juga: Pakar Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Imbau Pakai Masker N95 atau KN95
Selain alat pelindung pernapasan, Yoga mengamati adanya kenaikan pembelian pada suplemen daya tahan tubuh serta obat pereda flu. Namun, permintaan untuk obat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) terpantau masih dalam batas normal.
“Kalau obat ISPA sejauh ini belum, tapi memang yang banyak ditanyakan masker. Ada juga yang cari vitamin, obat batuk dan pilek,” ujarnya.
Kondisi serupa dialami jaringan ritel modern di kawasan Jalan Sultan Agung. Minimarket setempat kehabisan seluruh persediaan masker medis sebelum waktu siang tiba.
Karyawan minimarket, Indah (25), mengungkapkan bahwa sisa stok puluhan masker di rak pajang langsung tersapu bersih dalam kurun beberapa jam operasional toko.
“Kalau yang tersisa tadi pagi sekitar 20, terus habis sekitar jam 9 atau jam 10 tadi pagi,” kata Indah.
Tingginya animo masyarakat membeli masker diakui sebagai respons langsung terhadap paparan debu vulkanik yang mencemari udara kota.
“Iya memang ramai gara-gara abu Krakatau ini,” pungkasnya.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.