TRIBUNNEWS.COM - Seorang eks perawat di Rumah Sakit Sundari, Medan Sungkal, Kota Medan, Sumatera Utara berinisial AM diringkus polisi.
AM diringkus polisi karena melakukan penculikan terhadap seorang bayi yang baru saja dilahirkan di RS Sundari, Senin (31/8/2026).
Tak sendiri, jajaran Polrestabes Medan juga mengamankan seorang wanita lainnya berinisial PF.
PF ini bertugas menunggu di luar rumah sakit lalu membawa bayi tersebut pergi dari lokasi kejadian.
AM melakukan aksi penculikan ini dengan menggunakan baju perawat dan mencari target bayi yang baru dilahirkan.
Mengutip Tribun-Medan.com, AM melancarkan akhirnya dengan menggunakan baju perawat yang sudah dipersiapkan dan berlagak bak perawat.
Setelah menemukan korban, bayi tersebut langsung dibawa dan tidak meninggalkan kecurigaan karena gerak-geriknya.
Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Medan, Iptu Daerma mengatakan, aksi AM ini ternyata terekam kamera CCTV.
AM sendiri beraksi selama 1,5 jam di dalam rumah sakit.
Di salah satu ruangan, AM mengambil seorang bayi dengan modus akan diperiksa oleh dokter.
"Awalnya bayi itu sama orangtuanya untuk diberikan ASI. Lalu pukul 12.00 WIB seharusnya diambil oleh dokter."
Baca juga: Soal Penculikan Bayi di Rumah Sakit di Medan, Pelaku Disebut Sudah Rencanakan Aksinya
"Cuma 11.30 WIB diambil sama pelaku dengan modus akan diperiksa ke dokter."
"Jadi tak ada kecurigaan orang tua," ujar Dearma.
Setelah pihak kepolisian melakukan pendalaman, aksi AM dan PF ini didasari atas masalah ekonomi.
Dari pengakuan tersangka, mereka nekat menculik bayi setelah pelaku PF dijanjikan oleh pasangan suami istri (Pasutri) akan mengadopsi anaknya sesaat setelah dilahirkan.
Namun, saat tiba di tanggal yang telah ditentukan, PF belum juga melahirkan.
Karena sudah terikat perjanjian, PF dan AM akhirnya nekat melakukan aksi penculikan bayi tersebut.
"Karena ada desakan ekonomi. Sebelumnya pelaku yang kedua, menjanjikan anaknya bisa diadopsi."
"Terakhir kali itu tanggal 31 dia wajib menyerahkan bayi. Rupanya, kelahirannya 3 bulan kemudian, November. Karena kebutuhan desakan adopsi ini sehingga si pelaku ini nekat mengambil anak dari RS Sundari," pungkasnya.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis mengatakan, pelaku AM yang merupakan eks perawat di rumah sakit tersebut menjadi eksekutor pencurian.
Sebelum menculik bayi yang baru dilahirkan tersebut, AM telah menyiapkan baju perawat.
Kepada Tribun-Medan.com, AKBP Adrian mengatakan bahwa kasus ini sudah direncanakan oleh para pelaku.
Baca juga: Ibu di Medan Janjikan Bayinya Diadopsi, Berujung Menculik Bayi dari Rumah Sakit
"Jadi modusnya dia pakai baju perawat, baju perawat itu sudah disiapkannya sebelum dia masuk ke Rumah Sakit Sundari. Sudah direncanakan," ujar Adrian, Jumat (4/9/2026).
Ia juga menuturkan, AM sempat bekerja sebagai perawat di rumah sakit tersebut.
Dengan hal itu, AM sudah hapal dengan gerak-gerik sebagai perawat pada umumnya.
"Yang mana si tersangka AM ini sebelumnya itu memang dia pernah bekerja di Rumah Sakit Sundari tahun 2010 sampai 2012," katanya.
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(Tribun-Medan.com, Muhammad Nasrul)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.