Liputan6.com, Jakarta Cara membuat EM4 sendiri di rumah kerap dicari oleh orang yang ingin memanfaatkan bahan-bahan sederhana untuk membantu proses pengomposan dan pembuatan pupuk organik. Beberapa bahan seperti buah matang, dedak, dan air cucian beras dapat digunakan dalam proses fermentasi dengan tambahan sumber gula.


Prosesnya tidak membutuhkan banyak peralatan. Bahan yang telah disiapkan cukup difermentasi dalam wadah bersih selama beberapa waktu hingga menghasilkan cairan dengan aroma asam khas fermentasi. Cairan tersebut kemudian dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pendukung dalam pengolahan limbah organik dan pembuatan pupuk.


Teknologi Effective Microorganisms (EM) sendiri dikembangkan oleh Profesor Teruo Higa dari University of the Ryukyus, Okinawa, pada awal 1980-an. Teknologi ini kemudian digunakan dalam berbagai bidang, termasuk pertanian, peternakan, dan pengelolaan lingkungan. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Kamis (3/9/2026). 



1. Cara Membuat EM4 Sendiri di Rumah dari Buah dan Sayuran Matang


Fermentasi Alami Selama 24 Jam Tanpa EM4. (AI generated)
Fermentasi Alami Selama 24 Jam Tanpa EM4. (AI generated)

Salah satu cara membuat EM4 sendiri di rumah yang cukup mudah untuk pemula adalah memanfaatkan buah matang dan sayuran sebagai bahan organik. Gula ditambahkan sebagai sumber energi bagi mikroorganisme, sementara proses fermentasi membantu menguraikan bahan-bahan tersebut secara alami. Cara ini memiliki prinsip yang mirip dengan pembuatan eco enzyme dari kulit buah.


Metode fermentasi seperti ini juga dapat membantu mengolah limbah organik menjadi bahan yang lebih mudah dimanfaatkan. Farmonaut melaporkan bahwa fermentasi limbah organik bergaya Jepang dapat menghasilkan bahan pra-kompos dalam waktu sekitar satu hingga dua minggu.


Bahan dan Alat yang Dibutuhkan


Sebelum memulai fermentasi, siapkan bahan organik dan wadah yang bersih. Anda dapat menggunakan buah dan sayuran yang sudah matang atau tidak lagi layak dikonsumsi, tetapi sebaiknya tidak menggunakan bahan yang sudah berjamur.



  • 0,5 kg pepaya, pisang, dan nanas matang beserta kulitnya.

  • 0,25 kg kangkung dan kacang panjang.

  • 1 kg gula pasir atau gula aren.

  • 0,5 liter air nira atau air kelapa.

  • Ember bertutup dan saringan.


Cara Membuat EM4 dari Buah dan Sayuran




  1. Haluskan bahan organik. Potong buah dan sayuran menjadi bagian kecil, kemudian blender atau tumbuk hingga teksturnya menyerupai bubur. Bahan yang lebih halus akan memiliki permukaan lebih luas sehingga lebih mudah difermentasi.




  2. Buat larutan gula. Larutkan gula pasir atau gula aren ke dalam air nira atau air kelapa. Larutan ini berfungsi sebagai sumber energi bagi mikroorganisme selama proses fermentasi.




  3. Campurkan semua bahan. Masukkan buah dan sayuran yang sudah dihaluskan ke dalam ember. Tuangkan larutan gula, kemudian aduk hingga seluruh bahan tercampur merata.




  4. Lakukan fermentasi. Tutup ember dan simpan di tempat teduh yang tidak terkena sinar matahari langsung. Biarkan selama sekitar 7–14 hari. Jika wadah benar-benar tertutup, buka sebentar secara berkala untuk melepaskan gas yang terbentuk selama fermentasi.




  5. Saring hasil fermentasi. Setelah cairan mengeluarkan aroma asam manis yang khas, saring untuk memisahkan cairan dan ampas. Cairannya dapat disimpan dalam wadah tertutup, sedangkan ampasnya bisa dimanfaatkan sebagai bahan pupuk kompos.




Perlu diperhatikan bahwa hasil fermentasi rumahan tidak selalu memiliki komposisi dan konsentrasi mikroorganisme yang sama dengan produk EM4 komersial. Karena itu, cairan hasil fermentasi sebaiknya dipandang sebagai starter fermentasi rumahan, bukan pengganti yang identik dengan EM4 komersial.



2. Cara Memperbanyak EM4 dengan Dedak, Gula Merah, dan Terasi


Cara Buat Pakan Ikan dari Dedak Fermentasi EM4. (AI generated)
Cara Buat Pakan Ikan dari Dedak Fermentasi EM4. (AI generated)

Jika sudah memiliki sedikit EM4, Anda dapat memperbanyaknya di rumah menggunakan bahan yang relatif sederhana. Prosesnya dilakukan dengan menyediakan sumber makanan bagi mikroorganisme, yaitu gula merah, dedak, dan terasi, kemudian membiarkannya berfermentasi selama beberapa hari.


Menurut panduan Cybext Kementerian Pertanian, EM4 mengandung berbagai mikroorganisme seperti Lactobacillus sp., khamir, Actinomycetes, dan Streptomyces. Mikroorganisme tersebut berperan dalam membantu proses penguraian bahan organik.


Bahan yang Dibutuhkan



  • 1 liter air.

  • 50 gram gula merah.

  • 0,5 kg dedak halus.

  • 50 gram terasi.

  • 200 ml EM4 sebagai starter.

  • Botol berukuran sekitar 1,5 liter.


Cara Memperbanyak EM4




  1. Didihkan air. Rebus 1 liter air hingga mendidih, kemudian matikan api. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi mikroorganisme lain yang mungkin mengganggu proses fermentasi.




  2. Campurkan bahan makanan mikroba. Masukkan gula merah, dedak halus, dan terasi ke dalam air panas. Aduk hingga semua bahan tercampur rata.




  3. Dinginkan larutan. Tunggu hingga campuran benar-benar dingin. Jangan memasukkan EM4 ketika larutan masih panas karena suhu tinggi dapat mengganggu mikroorganisme di dalam starter.




  4. Tambahkan EM4. Tuangkan 200 ml EM4 ke dalam larutan yang sudah dingin, lalu aduk perlahan hingga tercampur.




  5. Masukkan ke dalam botol. Saring campuran untuk memisahkan bagian yang terlalu kasar, kemudian tuangkan ke botol berukuran 1,5 liter. Sisakan sedikit ruang di bagian atas botol untuk menampung gas hasil fermentasi.




  6. Fermentasikan selama 4–7 hari. Tutup botol dan simpan di tempat teduh. Setelah beberapa hari, cairan biasanya menghasilkan aroma asam yang khas. Jika fermentasi dilakukan dalam wadah tertutup, perhatikan tekanan gas dan buka tutup secara berkala bila diperlukan.




Setelah proses selesai, cairan hasil perbanyakan dapat digunakan sebagai starter untuk membantu pengolahan bahan organik, termasuk pembuatan pupuk organik cair dari sisa dapur. Starter ini juga dapat dimanfaatkan dalam pembuatan pakan fermentasi untuk ternak.



3. Cara Membuat EM4 dari Air Cucian Beras dan Susu


Air Cucian Beras  (AI generated)
Air Cucian Beras (AI generated)

Tidak memiliki starter EM4 atau buah matang di rumah bukan berarti Anda tidak bisa mencoba membuat kultur mikroorganisme sendiri. Air cucian beras dan susu dapat digunakan sebagai bahan dasar fermentasi sederhana. Air beras menyediakan pati yang dapat menjadi sumber makanan bagi mikroorganisme, sedangkan susu membantu menyediakan bakteri asam laktat.


Nutri-Tech Solutions menyebut bahwa mikroorganisme untuk teknologi EM antara lain ditemukan pada lingkungan yang kaya bahan organik, termasuk permukaan beras. Prinsip tersebut kemudian banyak diadaptasi dalam pembuatan kultur mikroorganisme sederhana untuk keperluan pertanian.


Bahan yang Dibutuhkan



  • Air cucian beras, terutama bilasan pertama yang masih keruh.

  • Susu segar.

  • Gula merah atau molase.

  • Wadah bersih dengan penutup.

  • Botol untuk menyimpan hasil fermentasi.


Cara Membuatnya




  1. Siapkan air cucian beras. Tampung air bilasan pertama beras yang masih berwarna putih keruh ke dalam wadah bersih. Sebaiknya gunakan air yang tidak mengandung banyak klorin agar proses fermentasi tidak terganggu.




  2. Lakukan fermentasi awal. Tutup wadah menggunakan kain atau penutup yang memungkinkan sedikit pertukaran udara. Diamkan pada suhu ruang selama sekitar 2–7 hari. Fermentasi dapat dilanjutkan ketika cairan mulai mengeluarkan aroma asam ringan dan muncul lapisan tipis di permukaannya.




  3. Campurkan dengan susu. Setelah fermentasi awal, campurkan air cucian beras dengan susu dengan perbandingan sekitar 1:10. Aduk perlahan, kemudian diamkan kembali selama 5–7 hari.




  4. Pisahkan cairannya. Selama proses berlangsung, campuran akan memisah menjadi bagian padat dan cair. Ambil cairan bening kekuningan di bagian atas secara perlahan dan pisahkan dari endapan atau gumpalan susu.




  5. Tambahkan gula. Campurkan gula merah atau molase ke dalam cairan hasil fermentasi dengan takaran yang sesuai. Gula berfungsi sebagai sumber energi sekaligus membantu mempertahankan kultur selama penyimpanan.




  6. Simpan dan encerkan sebelum digunakan. Masukkan cairan ke dalam botol bersih dan jangan mengisinya terlalu penuh. Simpan di tempat teduh pada suhu ruang. Sebelum digunakan untuk membantu proses fermentasi bahan organik, cairkan terlebih dahulu dengan air, misalnya sekitar 1 bagian kultur dan 20 bagian air.




Cairan hasil fermentasi ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pendukung dalam pengolahan bahan organik. Misalnya, kultur tersebut dapat dikombinasikan dengan pupuk dari air cucian beras dan cangkang telur atau digunakan sebagai starter dalam pembuatan mikroorganisme lokal (MOL) dari bonggol pisang.


Catatan: Kultur yang dibuat dari air cucian beras dan susu pada dasarnya merupakan kultur mikroorganisme rumahan, bukan EM4 komersial dengan komposisi mikroba yang terstandar. Hasil fermentasi juga dapat berbeda tergantung bahan, kebersihan wadah, suhu, dan lama fermentasi.



Kunci Sukses, Aplikasi, dan Cara Menyimpan EM4 Buatan Sendiri


Cara Buat Pakan Ikan dari Dedak Fermentasi EM4 (AI generated)
Cara Buat Pakan Ikan dari Dedak Fermentasi EM4 (AI generated)

Keberhasilan membuat EM4 sendiri di rumah tidak hanya bergantung pada bahan, tetapi juga kebersihan wadah, kondisi fermentasi, dan cara penyimpanannya. Fermentasi yang berjalan baik umumnya menghasilkan aroma asam yang khas, bukan bau busuk seperti bahan organik yang membusuk.


Dalam penggunaannya, kultur mikroorganisme hasil fermentasi dapat membantu proses penguraian bahan organik dan mendukung pengelolaan tanah. Namun, efektivitasnya dapat berbeda tergantung kondisi tanah, jenis tanaman, bahan yang digunakan, dan cara aplikasinya. Karena itu, EM4 rumahan sebaiknya digunakan sebagai pelengkap, bukan pengganti pupuk utama.


Tips agar Fermentasi Berjalan Baik




  • Gunakan air yang minim klorin. Air yang mengandung banyak klorin dapat mengganggu mikroorganisme selama fermentasi. Jika menggunakan air keran, Anda dapat mendiamkannya terlebih dahulu sebelum dicampurkan dengan bahan.




  • Jaga suhu dan tempat penyimpanan. Simpan wadah di tempat teduh dengan suhu ruang yang stabil, jauh dari sinar matahari langsung dan sumber panas.




  • Perhatikan aromanya. Fermentasi yang berjalan baik biasanya menghasilkan aroma asam yang tidak menyengat. Jika muncul bau busuk yang kuat atau tanda pembusukan, sebaiknya hasil fermentasi tidak digunakan.




  • Jangan mengisi wadah terlalu penuh. Proses fermentasi dapat menghasilkan gas. Sisakan ruang di dalam wadah dan buka tutup secara berkala jika tekanan gas mulai meningkat.




  • Perhatikan perubahan warna dan permukaan. Lapisan tipis pada permukaan dapat muncul selama fermentasi. Sebaliknya, pertumbuhan jamur berwarna mencolok disertai perubahan aroma yang tidak wajar menjadi tanda bahwa fermentasi perlu dievaluasi.




  • Encerkan sebelum digunakan. Jangan langsung mengaplikasikan cairan fermentasi dalam jumlah pekat pada tanaman. Encerkan dengan air terlebih dahulu dan lakukan uji pada sebagian kecil tanaman untuk melihat responsnya.




Cara Menyimpan EM4 Buatan Sendiri


Setelah fermentasi selesai, simpan cairan dalam botol atau wadah bersih yang tertutup. Letakkan di tempat teduh dan hindari paparan panas maupun sinar matahari langsung. Karena kultur rumahan tidak memiliki komposisi yang terstandar seperti EM4 komersial, daya simpannya juga dapat berbeda-beda.


Perubahan aroma, warna, munculnya jamur, atau tekanan gas yang berlebihan selama penyimpanan dapat menjadi tanda bahwa kualitas cairan telah berubah. Untuk menjaga hasil tetap baik, lebih aman membuatnya dalam jumlah yang sesuai kebutuhan daripada menyimpan terlalu lama.


Untuk Apa EM4 Rumahan Bisa Digunakan?


Kultur mikroorganisme hasil fermentasi dapat dimanfaatkan untuk membantu pengolahan berbagai bahan organik. Salah satunya adalah sebagai pendukung proses pembuatan kompos dari sampah rumah tangga dan bokashi.


Penggunaannya juga dapat dikombinasikan dengan berbagai metode pengolahan limbah organik lainnya, seperti pupuk organik cair dari sampah dapur maupun pupuk cair akar bambu. Prinsipnya adalah memanfaatkan aktivitas mikroorganisme untuk membantu menguraikan bahan organik menjadi bentuk yang lebih mudah dikelola.


Hal tersebut sejalan dengan pandangan dalam kajian mikrobiologi tanah bahwa berbagai mikroorganisme memiliki peran penting dalam proses penguraian bahan organik dan interaksi dengan tanaman. Karena itu, menjaga kondisi tanah tetap kaya bahan organik tetap menjadi bagian penting dalam perawatan tanaman, bukan hanya mengandalkan satu jenis larutan fermentasi.


EM4 rumahan juga dapat menjadi pendamping ketika Anda ingin membuat komposter sederhana untuk lahan sempit atau mengolah sampah dapur tanpa ember komposter. Dengan begitu, sisa bahan organik dari dapur tidak langsung berakhir sebagai sampah, tetapi dapat diarahkan untuk menjadi bagian dari proses pengomposan.


Jika ingin mendapatkan hasil yang lebih konsisten, perhatikan pula ciri fermentasi yang berhasil serta jenis bahan organik yang digunakan. Hindari memasukkan bahan yang sudah membusuk atau terkontaminasi jamur ke dalam campuran karena dapat memengaruhi hasil fermentasi.


Baca juga: cara mudah membuat pupuk kompos dari sampah organik rumah tangga dan cara membuat eco enzyme sendiri di rumah dengan bahan sederhana.



Pertanyaan dan Jawaban Seputar EM4


Apa itu EM4 dan terbuat dari apa?


EM4 atau effective microorganisms adalah cairan cokelat berisi kumpulan mikroorganisme menguntungkan, terutama bakteri asam laktat, bakteri fotosintetik, ragi, dan actinomycetes. Larutan ini dibuat dengan memfermentasi bahan organik seperti buah, dedak, atau air cucian beras bersama gula yang berperan sebagai makanan mikroba.


Berapa lama waktu fermentasi untuk membuat EM4 sendiri?


Waktunya bergantung pada metode yang dipilih. Perbanyakan dari starter EM4 memerlukan sekitar 4 sampai 7 hari, racikan dari buah dan sayuran butuh 7 sampai 14 hari, sedangkan metode air cucian beras dan susu umumnya makan waktu 7 sampai 10 hari hingga serumnya benar-benar matang dan siap dipakai.


Apakah EM4 buatan sendiri sama efektifnya dengan yang dibeli di toko?


EM4 buatan sendiri lebih hemat dan memanfaatkan bahan lokal, tetapi komposisi mikrobanya tidak sekonsisten produk pabrikan yang diracik di laboratorium. Sebaiknya jadikan EM4 rumahan sebagai pelengkap perawatan tanah dan lakukan uji kecil pada satu tanaman sebelum diaplikasikan secara luas.

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.