Liputan6.com, Jakarta - Barcelona tetap melanjutkan start impresif di La Liga 2026/2027 setelah mengalahkan Rayo Vallecano 5-2 pada jornada kedua. Namun, kemenangan besar tersebut menyisakan satu catatan yang perlu mendapat perhatian Hansi Flick.
Untuk pertama kalinya musim ini, Barcelona gagal menjaga gawangnya tetap bersih. Dua gol Rayo Vallecano sekaligus mengakhiri catatan clean sheet Blaugrana dalam dua pertandingan sebelumnya.
Kabar baiknya, lini serang Barcelona masih menunjukkan produktivitas tinggi. Raphinha telah mengoleksi lima gol, sedangkan Lamine Yamal mulai menemukan ketajamannya setelah mencetak dua gol ke gawang Rayo Vallecano.
Dengan total 12 gol dari tiga pertandingan, Barcelona jelas memiliki alasan untuk optimistis. Akan tetapi, ketajaman tersebut perlu diimbangi pertahanan yang lebih solid jika Blaugrana ingin menjaga konsistensi sepanjang musim.

Dalam dua laga awal La Liga, Barcelona mampu mencatatkan clean sheet dan memperlihatkan organisasi pertahanan yang solid. Tren tersebut membuat muncul harapan gawang Blaugrana kembali aman saat tampil di Spotify Camp Nou pada pekan ketiga.
Namun, Rayo Vallecano mampu menemukan celah untuk mencetak dua gol. Gol pertama datang dengan cepat dan membuat Barcelona tertinggal, sedangkan gol kedua sempat memberikan harapan bagi tim tamu untuk bangkit pada babak kedua.
Hansi Flick melakukan perubahan di lini belakang dengan memasukkan Jules Kounde menggantikan Eric Garcia serta Gerard Martin untuk menggantikan Andreas Christensen. Perubahan tersebut belum memberikan hasil yang diharapkan karena Kounde tampil di bawah standar.
Kounde terlihat lamban sepanjang pertandingan dan posisinya berkontribusi terhadap gol pembuka Rayo Vallecano. Di luar kesalahan tersebut, ia juga beberapa kali menjadi titik lemah pertahanan meski memberikan kontribusi cukup baik ketika membantu serangan.

Penampilan Kounde saat menghadapi Rayo Vallecano turut menjelaskan mengapa Flick belakangan lebih mempercayakan Eric Garcia. Barcelona memang tetap mampu mencetak lima gol, tetapi masalah di lini belakang menunjukkan masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan.
Gol kedua Rayo Vallecano tercipta melalui situasi bola mati. Xavi Espart gagal menjaga lawannya dengan baik sehingga Barcelona kembali dihukum dari skenario yang selama beberapa musim terakhir kerap menjadi persoalan.
Secara keseluruhan, pertahanan Barcelona sebenarnya tidak terlalu kewalahan sepanjang pertandingan. Masalah terutama terlihat dalam periode singkat menjelang menit ke-60, ketika Rayo mampu memberikan tekanan dan memanfaatkan celah yang tersedia.
Hasil akhir 5-2 tetap menjadi modal positif bagi Barcelona, tetapi dua gol yang bersarang ke gawang mereka layak menjadi bahan evaluasi Flick.
Sumber: Barca Universal
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.