TRIBUNNEWS.COM - Para ilmuwan menemukan hubungan yang jelas antara satu kebiasaan sehari-hari dengan kemampuan berpikir yang lebih baik.

Menulis dengan tangan, alih-alih mengetik di laptop atau menggunakan ponsel, ternyata memiliki manfaat yang signifikan bagi kemampuan kognitif.

"Ada beberapa hal yang sangat penting terjadi selama proses menulis dengan tangan," kata Ramesh Balasubramaniam, ahli saraf di University of California, Merced, kepada NPR.

Salah satunya, menulis dengan tangan merupakan proses yang lebih lambat. Hal ini memberi kita waktu untuk memikirkan dan mengolah gagasan dengan lebih sengaja saat muncul, dibandingkan mengetik teks dengan cepat menggunakan keyboard laptop.

Kecepatan yang lebih lambat tersebut memungkinkan seseorang untuk berpikir lebih reflektif dan terarah.

Para peneliti mengatakan, hal ini dapat mendorong kemampuan menganalisis secara kreatif dan kritis.

Namun, aspek fisik dari menulis dengan tanganlah yang dinilai paling membantu meningkatkan daya ingat.

"Sangat mudah untuk tergoda mengetik semua yang disampaikan dosen. Informasi seolah masuk melalui telinga dan keluar melalui ujung jari, tetapi kita tidak benar-benar memproses informasi yang masuk," kata Audrey van der Meer, peneliti otak dan profesor di Norwegian University of Science and Technology, kepada Scientific American.

Baca juga: Pengusaha Sukses Tidak Hanya Bicara Soal Omzet, Lima Kebiasaan yang Menentukan Keberhasilan

Tindakan membentuk huruf saat menulis dapat memperkuat hubungan antara berbagai wilayah otak.

Hal tersebut merupakan bagian penting dalam menyerap informasi baru dan membangun ingatan, menurut penelitian.

Hal serupa tidak ditemukan pada aktivitas mengetik, berdasarkan penelitian Van der Meer dan peneliti lainnya terhadap 36 mahasiswa.

Catatan yang ditulis tangan juga membantu seseorang memvisualisasikan konsep dengan lebih baik, menurut penelitian Tufts University.

"Penggunaan kemampuan spasial melalui gambar serta cara menata informasi untuk menyampaikan gagasan di halaman sering kali menghasilkan performa yang lebih baik pada orang yang membuat catatan dengan tangan dalam menjawab pertanyaan konseptual, terutama ketika mereka diberi kesempatan untuk meninjau kembali catatan tersebut," kata para peneliti.

Menulis dengan tangan juga membutuhkan usaha fisik yang lebih besar.

Seseorang harus memegang pena atau pensil sekaligus mengatur tekanan tangan untuk membentuk huruf dengan benar, dibandingkan sekadar menekan tombol pada keyboard.

Menulis dengan tangan juga memiliki unsur yang lebih meditatif dan berirama.

Para peneliti di China menemukan dalam sebuah penelitian kecil pada 2014 bahwa aktivitas kaligrafi dapat membantu mengurangi stres dan menurunkan detak jantung.

Meski hidup di era digital, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk lebih sering menulis dengan tangan.

Pertama, bawalah buku catatan, notes kecil, atau kertas Post-it beserta pena di dalam tas. 

Menyediakan perlengkapan tersebut akan membuat seseorang lebih mudah membiasakan diri menulis.

Sediakan juga buku untuk dibaca, baik di rumah maupun saat bepergian.

Lebih banyak membaca, baik fiksi maupun nonfiksi, dapat mendorong seseorang untuk lebih sering menulis karena membantu memperluas kosakata dan gaya penulisan.

Selain itu, luangkan waktu setiap hari untuk menulis secara kreatif.

Sekitar 20 menit sehari sudah cukup untuk mendapatkan manfaat, berdasarkan penelitian pada 2014.

Anda juga tidak harus menulis buku.

Menulis surat, puisi, bahkan daftar tugas sehari-hari juga dapat dihitung sebagai aktivitas menulis.

(*)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.