TRIBUNNEWS.COM, MARTAPURA - Iyung alias WMJ (70), pemilik Salon Yung di Jalan Sukaramai Kelurahan Jawa, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) ditemukan tewas.

Ketua RT 03 RW 01 Jalan Sukaramai, Kelurahan Jawa, Reny Madya, mengatakan korban ditemukan setelah warga merasa curiga karena beberapa hari korban tidak terlihat beraktivitas di luar rumah.

 

Pemilik Salon Yung Tewas Dibunuh_1
PEMILIK SALON TEWAS - Iyung alias WMJ (70), pemilik Salon Yung di Jalan Sukaramai Kelurahan Jawa, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) ditemukan tewas. Garis polisi terpasang di lokasi kejadian. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

 

"Menurut keterangan warga, Ibu Yung sudah beberapa hari tidak keluar dan lampu di teras rumahnya masih menyala," ujar Reny, Selasa (1/9/2026).

Kecurigaan warga semakin kuat karena tempat usaha korban juga dalam kondisi tertutup. 

Warga bersama keponakan korban kemudian berinisiatif mengecek keadaan korban bersama pihak keluarga.

Karena kunci pintu depan tidak ditemukan, warga akhirnya membuka akses melalui pintu samping rumah. 

Namun saat pintu berhasil dibuka, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Reny mengaku melihat adanya kondisi yang mencurigakan di lokasi. 

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

"Saya yang melapor ke Polsek, Bhabinkamtibmas, juga ke Polsek," ceritanya.

Informasi sementara yang diperoleh warga, sejumlah barang milik korban diduga hilang, yakni perhiasan emas dan telepon seluler.

Namun belum diketahui secara pasti jumlah maupun jenis barang yang hilang.

"Emas bersama HP hilang," ujar ketua RT. 

Reny menduga pelaku masuh melalui pintu samping.

"Iya benar lewat pintu samping. Karena pintu depan kuncinya sudah gak ada," kata Ketua RT Reny Madya, Selasa (1/9/2026).

Reny menduga, kunci salon juga dibawa oleh pelaku. 

Awalnya warga dan sepupu korban curiga sebab Yung tak keluar dalam beberapa hari. 

Plang salon terpasang tulisan tutup dan lampu depan menyala terus meski pagi dan siang.

"Setelah pintu samping dibongkar dan ketika masuk, ternyata Ibu Yung ditemukan sudah tidak bernyawa lagi," kata ketua Rt.

Reny tak mengetahui pasti posisi korban saat ditemukan. 

Polisi Buru Pelaku

Polisi masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan  disertai pemberatan kepada terhadap Yung, perempuan berusia 70 tahun di Jalan Sukaramai No 17, RT 03 RW 001, Kelurahan Jawa, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar.

Peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Martapura pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 22.20 Wita. 

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku di balik kematian korban.

Kapolres Banjar AKBP Fadli melalui Kasi Humas Polres Banjar AKP Alfian Noor, dikonfirmasi mengatakan, pihaknya menerima laporan terkait dugaan tindak pidana pembunuhan dan langsung mendatangi lokasi kejadian.

Korban diketahui bernama WMJ, perempuan kelahiran Martapura 17 Desember 1955. 

Korban sehari-hari diketahui berprofesi sebagai penata rias dan tinggal seorang diri di rumah tersebut.

Kasus ini terungkap setelah sejumlah warga yang juga saksi merasa curiga lantaran lampu rumah korban tidak dimatikan sejak pagi hingga malam hari. 

Selain itu, pintu rumah korban dalam kondisi terkunci. 

Kecurigaan tersebut kemudian mendorong saksi untuk mengecek kondisi korban. Saksi berinisiatif membuka pintu samping rumah.

Saat masuk ke dalam rumah, saksi justru menemukan korban telah terkapar bernyawa dalam kondisi bersimbah darah.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Piket SPKT Polsek Martapura selanjutnya melakukan pengecekan ke lokasi.

"Selanjutnya terhadap korban dilakukan olah TKP oleh Tim Inafis Polres Banjar," ujar AKP Alfian Noor, Selasa (1/9/2026).

Setelah proses olah tempat kejadian perkara selesai, jasad korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura untuk menjalani visum et repertum.

Polisi saat ini masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti-bukti di lokasi kejadian untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Selain masih mengungkap dugaan pelaku, pihak kepolisian terus mendalami kasus ini untuk mengungkap motif maupun kronologi secara utuh.

"Hasil penyelidikan dan pemeriksaan medis terhadap korban nantinya menjadi bagian penting dalam proses pengungkapan perkara," jelanya.

Penulis: Nurholis Huda

 

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.