Liputan6.com, Jakarta - Barcelona mulai mengubah strategi di lini depan setelah upaya mendatangkan Julian Alvarez menemui jalan buntu. Situasi ini bisa menjadi peluang besar bagi penyerang muda Hamza Abdelkarim.
Barcelona tampaknya mulai mengerem perburuan penyerang baru menjelang penutupan bursa transfer. Kegagalan membuka negosiasi dengan Atletico Madrid untuk mendapatkan Julian Alvarez membuat klub Catalan tersebut memilih tidak terburu-buru mendatangkan alternatif.
Alvarez memang masih menjadi target utama Barcelona. Namun, sikap Atletico yang enggan bernegosiasi membuat transfer tersebut semakin sulit diwujudkan dalam waktu dekat.
Barcelona juga tidak ingin mengeluarkan dana besar hanya demi mendapatkan striker baru sebelum bursa transfer ditutup. Karena itu, klub kabarnya siap menunggu hingga Januari untuk kembali mengevaluasi kebutuhan di lini depan.
Keputusan tersebut turut dipengaruhi oleh awal musim yang cukup meyakinkan di bawah arahan Hansi Flick. Raphinha telah menunjukkan kemampuannya bermain lebih ke tengah, sementara Fermin Lopez juga mampu memberikan kontribusi melalui gol.

Perubahan strategi Barcelona tersebut berpotensi menjadi kabar baik bagi Hamza Abdelkarim. Penyerang asal Mesir yang baru berusia 18 tahun itu tampil mengesankan selama pramusim. Abdelkarim bahkan menjadi pencetak gol terbanyak Barcelona pada rangkaian pertandingan persiapan tersebut dan berhasil menarik perhatian Flick beserta staf kepelatihan.
Meski belum mendapat kesempatan tampil dalam laga-laga awal La Liga, kondisi tersebut diyakini bukan karena Barcelona mengurangi penilaian mereka terhadap sang pemain.
Sebaliknya, klub disebut ingin memperkenalkan Abdelkarim secara bertahap ke level sepak bola senior. Ia masih akan mendapatkan menit bermain bersama Barca Atletic, tetapi pada saat yang sama mulai dipersiapkan untuk lebih sering berlatih dan tampil bersama tim utama ketika situasinya memungkinkan.
Abdelkarim juga memiliki karakteristik yang cukup berbeda dibandingkan sejumlah opsi serangan Barcelona saat ini. Ia merupakan penyerang tengah yang lebih tradisional, dengan kemampuan bermain sebagai ujung tombak.
Pengalaman di level internasional bersama timnas Mesir turut menjadi modal penting. Potensinya terlihat jelas ketika ia mencetak dua gol dalam pertandingan pramusim melawan Birmingham City.
Barcelona tentu tidak akan langsung membebani pemain muda tersebut dengan tanggung jawab besar. Namun, absennya striker baru berprofil tinggi bisa membuka lebih banyak ruang bagi Abdelkarim untuk mendapatkan kesempatan di tim utama.

Meski memilih menunggu, Barcelona belum sepenuhnya menghapus rencana mendatangkan penyerang tengah berpengalaman.
Julian Alvarez tetap menjadi pilihan utama mereka. Hanya saja, kebuntuan dengan Atletico membuat Barcelona enggan menghamburkan dana untuk target lain sekadar agar bisa menyelesaikan transfer sebelum deadline.
Pertimbangan finansial menjadi salah satu faktor penting. Barcelona ingin tetap memiliki ruang untuk melakukan investasi besar pada bursa transfer Januari apabila Flick nantinya merasa membutuhkan tambahan daya gedor. Situasi tersebut membuat posisi Abdelkarim menjadi semakin menarik.
Pemain berusia 18 tahun itu memang belum berada di jalur untuk langsung menjadi striker utama Barcelona. Terlebih, Raphinha sedang menunjukkan performa positif ketika dimainkan di posisi sentral.
Namun, jalan menuju debut dan menit bermain lebih banyak bersama tim utama kini terlihat jauh lebih terbuka dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.