Jangan terlalu siang menyantap sarapan. Studi ungkap waktu sarapan setelah tengah hari berkaitan dengan risiko kematian dini hingga 29% lebih tinggi!



Sarapan sering disebut sebagai waktu makan penting untuk memulai hari. Tak hanya pilihan makanan, waktu sarapan ternyata juga dikaitkan dengan kesehatan dan risiko kematian dini, terutama pada orang berusia 40 tahun ke atas.



Dilansir dari New York Post (29/08/2026), penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Clinical Nutrition mengamati lebih dari 31.000 orang dewasa berusia 40 tahun ke atas. Peneliti melihat hubungan antara waktu makan pertama dan terakhir dalam sehari dengan risiko kematian.



Para peserta diminta mencatat makanan yang dikonsumsi beserta waktu makannya selama periode 24 jam. Rentang antara waktu makan pertama dan terakhir kemudian disebut sebagai jendela makan.









Image of a young Chinese woman having traditional style Malaysian breakfast in restaurantWaktu sarapan. Foto: Getty Images/hxyume


Hasil penelitian menunjukkan adanya pola antara waktu sarapan yang semakin siang dan peningkatan risiko kematian dini.



Dibandingkan mereka yang sarapan pukul 07.00-08.00, peserta yang makan pertama kali pukul 08.00-10.00 dikaitkan dengan risiko kematian dini dari berbagai penyebab 10% lebih tinggi.



Angkanya meningkat menjadi 19% pada kelompok yang baru makan antara pukul 10.00 hingga 12.00. Sementara mereka yang baru menyantap makanan pertama setelah tengah hari dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian dini sebesar 29%.



Pola serupa ditemukan pada risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke. Makan pertama setelah pukul 12.00 dikaitkan dengan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular 46% lebih tinggi dibandingkan sarapan pukul 07.00-08.00.



Pada peserta berusia 50 tahun ke atas, kebiasaan makan lebih siang juga dikaitkan dengan harapan hidup rata-rata hampir 2,5 tahun lebih pendek.



Meski demikian, hasil tersebut tidak membuktikan bahwa terlambat sarapan secara langsung menyebabkan kematian dini.









Top view of female hands holding fork and knife while having tasty breakfast at modern european cafe. Young woman eating fried eggs with toasts and morning coffee at restaurantSarapan. Foto: iStock


"Waktu makan yang lebih siang sebaiknya dipahami sebagai penanda risiko potensial dan mungkin merupakan pola makan yang dapat diubah, bukan sebagai bukti pasti adanya hubungan sebab-akibat secara langsung," ujar penulis senior penelitian, Zhilei Shan, kepada ScienceAlert.



Penelitian ini juga memiliki sejumlah keterbatasan. Peneliti hanya mengamati pola makan peserta dalam satu periode 24 jam. Faktor lain seperti pola tidur dan waktu aktivitas juga belum sepenuhnya diperhitungkan.



Penelitian lain sebelumnya turut mengaitkan kebiasaan makan lebih siang dengan perubahan jam biologis tubuh, lonjakan gula darah, dan peningkatan hormon stres.



Karena itu, temuan ini lebih tepat menjadi pertimbangan mengenai pentingnya waktu makan, bukan patokan bahwa sarapan terlambat bisa memperpendek usia.



Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.