Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Aris Ninu
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Pasca gempa yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026) lalu, aktivitas perdagangan di Pasar Tingkat Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, ikut terdampak.
Sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami penurunan seiring sepinya pembeli yang datang berbelanja.
Kondisi pasar yang biasanya ramai kini terasa lebih lengang, sementara para pedagang tetap berjualan dengan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.
Berikut ini harga kebutuhan rumah tangga yang dijual di Pasar Tingkat Maumere depan Kantor Polres Sikka berdasarkan hasil wawancara dengan pedagang di pasar, Kamis, 27 Agustus 2026 pagi.
Baca juga: Derita Magdalena Korban Gempa Flores di Mbay: Tangan Cedera, Kini Belum Dapat Bantuan
Barang yang dijual mulai dari bawang putih 1 Kg Rp 40 ribu, bawang merah Rp 30 Ribu Per-Kg, tomat 5 ribu per kg, cabe kering 20 ribu per kg, cabe lokal 1 gelas 15 sampai 20 ribu, kentang Rp 25 ribu dan 20 ribu per-kg.
Terong 1 ikat 10 ribu, buncis 20 ribu 1 Kg, jahe 1 kg 20 ribu, kunyit Rp 15 ribu 1 kg, kol kecil 4 ribu, sawi 10 ribu dan kacang merah 1 kg 50 ribu.
Mama Ben, pedagang di Pasar Tingkat Maumere mengaku barang mengalami penurunan karena pembeli berkurang.
Warga Ilegetang Maumere ini menjelaskan, akhir bulan orang tidak ke pasar dan biasanya ramai pada hari libur dan awal bulan.
"Mau jual mahal siapa yang beli. Tanggal tua pasti sepi kalau tanggal muda ramai," ujarnya.
Ia pun menjelaskan, kalau pascagempa warga tidak terlalu datang ke pasar.
"Kami tetap jualan tapi tetap siaga juga kalau ada gempa,"paparnya. (ris)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.