WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Niat hati mengabdi pada momen kemerdekaan, takdir justru berkata lain. Jalan Raya Bogor, tepatnya di depan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, kembali memakan korban jiwa.

Seorang pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 6 Jakarta berinisial HH (18), tewas dalam sebuah kecelakaan tragis pada Senin (17/8/2026) pagi.

Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta Timur ini merupakan pusat grosir sayur dan buah terbesar di Jakarta.

Karenanya arus lalu lintas di depannya di Jalan Raya Bogor, cenderung ramai

Petaka di Balik Seragam Putih

Pagi itu, HH membelah jalanan ibu kota dengan sepeda motor Honda Beat B 3122 SDL miliknya.

Balutan seragam putih bersih menyelimuti tubuhnya.

Ia mengemban tugas kebanggaan: menjadi petugas upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di sekolahnya.

Di saat siswa lain mengenakan pakaian adat, ia tampil gagah dengan seragam kebesarannya.

Namun, kondisi jalanan yang licin menjadi awal petaka.

Kanit Gakkum Satlantas Wilayah Jakarta Timur, AKP Darwis Yunarta menjelaskan, korban melaju cukup kencang sebelum akhirnya kehilangan kendali di depan rumah makan kuring Pasar Kramat Jati.

"Korban tergelincir karena jalanan licin. Saat terjatuh ke sisi kanan, tubuhnya langsung disambar oleh dump truck B 9728 TOQ milik Dinas Lingkungan Hidup yang dikemudikan oleh AS," jelas Darwis.

Baca juga: Tragedi Maut Siswa Terlindas, Ini Alasan PKL Kramat Jati Ngotot Tolak Pindah ke Dalam Pasar

Jerit takbir "Allahuakbar!" dari warga sekitar pecah mengiringi jatuhnya tubuh pemuda malang tersebut.

Jenazahnya tergeletak di aspal dan sempat ditutupi kardus oleh warga setempat sebelum ambulans tiba mengevakuasinya ke RS Polri Kramat Jati.

Firasat dan Tangis Histeris Sang Ayah

Di tempat lain, sang ayah, Ery Yusnovi, tak menyadari tragedi yang menimpa putranya.

Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WIB ketika telepon genggamnya berdering.

Di ujung sambungan, teman sekolah HH mengabarkan bahwa putranya belum tiba di sekolah untuk bertugas.

"Saya bilang, anak saya sudah berangkat dari jam 06.00 WIB. Temannya bingung kok belum sampai. Tak lama setelah itu, ada petugas PPSU yang memberi info ke pihak sekolah bahwa ada siswa kecelakaan," ungkap Ery dengan nada bergetar saat ditemui, Rabu (26/8/2026).

Kecemasan Ery memuncak saat sebuah foto insiden kecelakaan dikirimkan ke WhatsApp miliknya oleh guru dan teman korban.

Hatinya hancur berkeping-keping. Meski wajah korban tak terlihat jelas, Ery langsung mengenali helm yang tergeletak di lokasi.

Itu adalah helm milik buah hatinya.

Ery bergegas menuju lokasi kejadian.

Tiba di sana, pertahanannya runtuh seketika.

Air matanya tumpah melihat putranya yang beberapa jam lalu berpamitan dengan senyum, kini telah tiada di bawah dinginnya aspal jalanan.

Tragedi lalu lintas di Kramat Jati ini menjadi luka mendalam, menyisakan duka di tengah semarak perayaan kemerdekaan.

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.