Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Lampung Selatan, belum menunjukkan tanda mereda. Gunung api tersebut kembali mengalami empat kali erupsi sepanjang Senin sore (24/8/2026).
Dengan tambahan empat letusan itu, Gunung Anak Krakatau tercatat telah 11 kali erupsi sejak pagi hingga pukul 17.09 WIB.
Erupsi dengan kolom abu tertinggi pada sore hari terjadi pukul 15.24 WIB dan 17.09 WIB. Pada dua erupsi tersebut, kolom abu teramati mencapai sekitar 400 meter di atas puncak atau 557 meter di atas permukaan laut.
Petugas Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suwardi mengatakan aktivitas gunung api masih terus dipantau menyusul erupsi yang terjadi berulang kali sejak pagi.
"Sejak pagi aktivitas erupsi terjadi berulang. Sampai sore ini sudah tercatat 11 kali erupsi," kata Andi, Senin (24/8/2026).
Erupsi pertama pada sore hari terjadi pukul 15.24 WIB. Saat itu, kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas sedang hingga tebal teramati bergerak ke arah utara dan timur laut.
Erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 67 milimeter dan berlangsung selama 26 detik.
Aktivitas kembali terjadi pukul 16.43 WIB. Kolom abu teramati mencapai sekitar 300 meter di atas puncak.
Hanya berselang tiga menit, Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada pukul 16.46 WIB. Tinggi kolom abu kembali mencapai sekitar 300 meter di atas puncak dan bergerak ke arah utara serta timur laut.
"Pada pukul 16.43 WIB dan 16.46 WIB kembali terjadi erupsi. Kolom abu sekitar 300 meter di atas puncak dan mengarah ke utara serta timur laut," ujar Andi.
Erupsi kembali terjadi pukul 17.09 WIB. Kali ini, kolom abu kembali mencapai sekitar 400 meter di atas puncak.
Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal teramati bergerak ke arah utara dan timur laut. Saat laporan dibuat, erupsi tersebut masih berlangsung.
"Erupsi pukul 17.09 WIB kolom abunya sekitar 400 meter di atas puncak. Erupsi masih berlangsung saat laporan dibuat," kata Andi.
Menyusul aktivitas erupsi yang berulang, petugas mengimbau masyarakat, wisatawan, pengunjung, maupun pendaki tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
"Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif," tegas Andi.
Dia mengingatkan masyarakat tidak memaksakan diri mendekati kawah untuk menyaksikan erupsi. Pemantauan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
"Jangan memaksakan diri mendekati kawah untuk melihat erupsi. Kondisi gunung harus tetap diwaspadai dan masyarakat diminta mengikuti rekomendasi keselamatan," pungkasnya.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.