MOCHAMAD HARRY PRASETYA/BOLASPORT


Eks pelatih timnas U-16 Indonesia, Fachri Husaini

BOLASPORT.COM - Indonesia tidak akan pernah kehabisan pesepakbola muda berkualitas, seperti yang disampaikan oleh Fachri Husaini.

Eks pelatih timnas U-16 Indonesia itu menyadari setelah melihat turnamen sepak bola internasional usia muda bertajuk Garuda International Cup (GIC) 2026.

GIC 2026 digelar di ASIOP Training Ground dan AYO Arena, Sentul, Jawa Barat, dari 19-23 Agustus 2026.

Ada 13 negara dari 72 klub yang bertanding dalam turnamen tersebut.

Selama memantau GIC 2026, Fachri Husaini melihat ada beberapa pemain muda yang secara tim belum bisa bermain dengan baik.

Akan tetapi ia melihat ada beberapa pemain secara individu punya potensi untuk menjadi pesepakbola berkualitas.

"Saya sudah tidak terhitung berapa pertandingan yang saya tonton di GIC ini, baik di gelaran yang di Sentul maupun di Ayo Arena."

"Saya melihat ada beberapa pemain yang secara individu memiliki potensi untuk bisa menjadi pemain hebat," kata Fachri Husaini kepada awak media termasuk BolaSport.com.

"Jadi, sekali lagi saya ingin menyampaikan bahwa Indonesia tidak pernah kekurangan pemain-pemain potensial dan berbakat. Banyak sekali," lanjutnya.

Fachri Husaini menilai, ia hanya menyayangkan bakat-bakat pesepakbola usia muda Indonesia kurang terarah.

Padahal setelah tampil berkualitas di usia muda, mereka sudah harus bermain lebih baik di level senior.

"Yang kita tidak punya adalah tata kelola," kata Fachri Husaini.

Ia mendengar secara langsung dari Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers.

Saat menghadiri sebuah acara beberapa waktu lalu, Fachri Husaini menyebut Alexander Zwiers takjub dengan pesepakbola muda Indonesia.

"Alex menyampaikan bahwa Indonesia memiliki banyak sekali pemain potensial di usia dini."

"Yang kita tidak punya adalah ekosistem."

"Nah, ini menjadi tantangan semua pihak," kata Fachri Husaini.

Fachri Husaini senang dengan bergulirnya GIC 2026 setiap tahunnya.

Turnamen ini tidak hanya menggelar pertandingan tim asal Indonesia saja.

Ia berharap ke depannya lebih banyak lagi turnamen level internasional yang berkualitas seperti GIC.

Sebab, para pemain muda bisa mendapatkan jam terbang di pertandingan.

"Salah satunya tentu adalah memberikan wadah supaya pemain-pemain potensial yang banyak terdapat di Indonesia bisa mendapatkan media turnamen yang berkualitas."

"Sekaligus mengukur seberapa bagus peningkatan kompetensi sepak bola mereka apabila dibandingkan dengan negara-negara lain yang hadir di sini," tutup Fachri Husaini.

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.