TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Bontang Express II terbakar saat sedang parkir di area Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (21/8/2026).
Kapal tersebut merupakan salah satu kapal yang melayani rute penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Saat kebakaran terjadi, kapal sedang tidak beroperasi atau dalam kondisi libur.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait insiden kebakaran tersebut.
"Sekarang kami sedang melakukan penyelidikan, karena kapal tidak dalam posisi on atau tidak beroperasi," ujar Menhub Dudy saat dihubungi Tribunnews, Jumat (21/8/2026).
Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Muhammad Masyhud mengatakan, kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik pada kipas angin di ruang ibu menyusui atau ruang laktasi.
"Saat ini sudah padam. Jadi api sudah bisa dipadamkan 30 menit setelah api terdeteksi," tegas dia.
Mengutip Tribun Banyuwangi, Perwira Jaga Ketapang KSOP Tanjungwangi Mohamad Iqbal menjelaskan, informasi kebakaran diterima sekitar pukul 13.47 WIB. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh pihak operator.
Informasi yang diterima dari pihak operator kapal, titik api berasal dari dalam ruang laktasi yang ada di sisi atas kapal.
Api kemudian membesar hingga merembet ke bagian rooftop buritan. Saat kebakaran terjadi, ada beberapa pegawai yang sedang berada di KMP Bontang Express II. Sehingga, api bisa lekas ditangani hingga padam.
"Saat kami cek di lapangan sekitar pukul 13.52 WIB, api sudah padam," ujar dia. Saat kebakaran masih berlangsung, kapal tenggah terparkir berdempetan dengan kapal-kapal lain di lokasi yang sama.
Ketika api membara, kapal-kapal lain di sekitarnya bergegas menjauh. Hal itu dilakukan untuk menghindari api merembet ke kapal lain.
"Iya, kapal-kapal lain sempat menjauh untuk mengantisipasi merembet apinya," ujar dia.
Iqbal menyebut, tak ada korban jiwa maupun luka dari insiden tersebut. Sementara total kerugian dan dampak kebakaran masih dihitung oleh pihak operator kapal.
"Kalau untuk dugaan penyebabnya, menurut informasi yang diberikan pihak operator kapal, yakni karena korsleting listrik," kata Iqbal.
KSOP mengimbau agar pihak operator kapal mengutamakan keselamatan saat beraktivitas.
"Juga tetap utamakan kompetensi. Kualifikasi juga harus diutamakan. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," ujar dia.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.