Jakarta -

Sebuah perahu terbalik di negara bagian Sokoto, Nigeria barat laut. Sebanyak 51 orang dilaporkan tewas akibat insiden tersebut.


Dilansir AFP, jumat (21/8/2026) peristiwa itu terjadi Kamis (20/8/2026) waktu setempat. Seorang warga setempat menyampaikan hal ini kepada AFP sementara pihak berwenang menyatakan bahwa operasi penyelamatan sedang berlangsung.


Insiden kapal terbalik sering terjadi di sungai dan jalur air yang ramai di Nigeria akibat kelebihan muatan. Selain itu, juga akibat perawatan yang buruk, atau ketidakpatuhan terhadap peraturan keselamatan.








Mantan anggota dewan desa Gorau di distrik Goronyo, tempat kecelakaan itu terjadi mengatakan puluhan orang meninggal akibat tenggelam setiap tahunnya.


"Situasinya buruk," ujar Ibrahim Musa.


"Kami sudah memakamkan 46 jenazah, dan lima jenazah lainnya baru saja diangkat dari sungai."


Ilyasu Adamu, seorang petani setempat, mengatakan bahwa perahu tersebut "jelas kelebihan muatan" dan menambahkan bahwa perahu itu tenggelam hanya satu menit setelah memulai perjalanan.


"Para penumpang sedang menuju ke lahan pertanian di seberang sungai. Sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak. Beberapa gadis di antaranya akan segera menikah," ujarnya.


Dahir Kure, juru bicara Badan Manajemen Darurat Nasional (NEMA) di negara bagian tersebut, mengatakan kepada AFP bahwa operasi penyelamatan sedang berlangsung.


"Kami saat ini berada di lokasi kecelakaan perahu dan telah memulai upaya penyelamatan," kata Kure.




Kure mengatakan ia belum bisa segera memberitahu jumlah korban, seraya menyebutkan bahwa pihak berwenang masih "mengumpulkan informasi yang diperlukan terkait insiden tersebut".


Sedikitnya lima orang tewas tenggelam ketika sebuah perahu terbalik di negara bagian Jigawa bulan lalu.


Pada bulan Januari, setidaknya 26 orang tewas tenggelam saat sebuah perahu yang mengangkut petani dan nelayan dari Jigawa menuju negara bagian Yobe terbalik.












Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.