Liputan6.com, Jakarta - Ada banyak jajanan tradisional yang sederhana, tetapi selalu berhasil menggugah selera, salah satunya resep pisang molen renyah. Perpaduan pisang yang manis dan lembut dengan kulit tipis yang gurih serta garing membuat camilan ini cocok disantap kapan saja.


Pisang molen juga termasuk camilan yang relatif mudah dibuat di rumah. Bahan-bahannya sederhana dan dapat ditemukan di dapur sehari-hari. Kunci kelezatannya terletak pada adonan kulit yang cukup elastis, ketebalan kulit, serta teknik menggoreng yang tepat.


Jika biasanya membeli pisang molen dari penjual gorengan, kali ini Anda bisa mencoba membuatnya sendiri. Dengan kulit yang dibuat tipis, lilitan yang rapat, dan minyak yang cukup panas, hasilnya bisa terasa renyah di luar sekaligus lembut ketika digigit bersama pisang di dalamnya. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (20/8/2026).



Resep Pisang Molen Renyah


Resep Pisang Molen Renyah (AI Generated)
Resep Pisang Molen Renyah (AI Generated)

Resep berikut penggunaan adonan kulit yang ditipiskan sebelum digunakan untuk membungkus pisang. Kulit dibuat sangat tipis, sekitar 2 mm, kemudian dililitkan pada potongan pisang sebelum digoreng hingga kuning kecokelatan.


Bahan-bahan


Untuk isian:



  • 10 buah pisang uli atau pisang matang yang teksturnya masih cukup padat

  • Minyak secukupnya untuk menggoreng


Untuk kulit:



  • 250 gram tepung terigu protein rendah

  • 20 gram tepung maizena

  • 2 sdm tepung kanji

  • 50 gram gula halus

  • 50 gram margarin

  • 1 butir kuning telur

  • 1 sachet vanili bubuk

  • 1/4 sendok teh garam

  • Sekitar 75–100 ml air


 



Cara Membuat


Resep Pisang Molen Renyah (AI Generated)
Resep Pisang Molen Renyah (AI Generated)

1. Siapkan pisang


Kupas pisang, kemudian potong menjadi dua bagian. Pisang dapat dipotong menyerong agar bentuknya lebih menarik dan ukurannya mudah disesuaikan dengan kulit molen.


Pilih pisang yang sudah matang sehingga rasanya manis, tetapi tidak terlalu lembek. Pisang yang terlalu matang cenderung lebih sulit dibungkus karena mudah hancur ketika ditekan atau dililit kulit.


Setelah dipotong, sisihkan pisang terlebih dahulu. Jangan mencampurnya dengan bahan lain agar permukaannya tidak terlalu basah.


2. Campurkan bahan kering


Masukkan tepung terigu protein rendah, tepung maizena, tepung kanji, gula halus, vanili bubuk, dan garam ke dalam wadah. Aduk seluruh bahan kering hingga tercampur rata.


Penggunaan tepung terigu protein rendah membantu menghasilkan tekstur kulit yang lebih ringan. Maizena juga dapat membantu memberikan karakter renyah pada hasil akhir, sedangkan tepung kanji memberikan sedikit elastisitas pada adonan.


Pastikan gula halus tersebar merata agar rasa manis pada kulit tidak terkumpul di satu bagian.


3. Masukkan margarin dan kuning telur


Tambahkan margarin ke dalam campuran tepung, lalu aduk atau remas menggunakan ujung jari hingga teksturnya menyerupai remah-remah halus.


Setelah itu, masukkan kuning telur dan aduk kembali sampai tercampur. Margarin memberikan rasa gurih sekaligus membantu membentuk tekstur kulit yang lebih renyah setelah digoreng.


Jangan langsung menuangkan seluruh air. Tambahkan sedikit demi sedikit sambil adonan diaduk agar jumlah cairan dapat disesuaikan dengan kondisi tepung.


4. Uleni sampai kalis


Tuangkan air secara bertahap sambil adonan diuleni. Hentikan penambahan air ketika adonan sudah menyatu dan dapat dibentuk.


Adonan tidak harus terlalu lembek. Justru adonan yang terlalu basah akan lebih sulit ditipiskan dan berpotensi menghasilkan kulit yang kurang renyah.


Uleni sampai adonan terasa cukup kalis dan permukaannya lebih halus. Setelah itu, bulatkan adonan dan tutup menggunakan plastik atau kain bersih.


Diamkan selama sekitar 30 menit. Tahap istirahat ini membantu adonan menjadi lebih mudah digiling atau ditipiskan.


5. Tipiskan adonan


Setelah diistirahatkan, ambil sebagian adonan lalu pipihkan. Pada referensi Cookpad, adonan awal dipipihkan sekitar 1 cm sebelum dipotong menjadi beberapa bagian. Setelah itu, setiap potongan kembali ditipiskan sampai benar-benar tipis.


Anda dapat menggunakan rolling pin atau gilingan mi untuk mendapatkan ketebalan yang lebih seragam. Jika menggunakan gilingan mi, ketebalan sekitar 2 mm dapat menjadi patokan.


Jangan membuat kulit terlalu tebal karena lapisan adonan yang tebal dapat membuat molen kurang garing. Sebaliknya, kulit yang terlalu tipis juga harus ditangani dengan hati-hati agar tidak mudah robek saat membungkus pisang.


Setelah adonan dipotong, tutup kembali bagian yang belum digunakan supaya tidak cepat kering.


6. Bungkus pisang


Ambil satu potong adonan yang sudah ditipiskan. Letakkan satu potong pisang di atasnya, kemudian lilitkan adonan hingga seluruh permukaan pisang tertutup.


Usahakan lilitan sedikit bertumpuk agar tidak terdapat celah besar di antara kulit. Tekan bagian ujung kulit agar menempel dan tidak mudah terbuka ketika terkena minyak panas.


Jangan membungkus pisang terlalu longgar. Kulit yang longgar dapat terlepas ketika digoreng dan membuat bentuk molen kurang rapi.


Ulangi proses ini sampai seluruh potongan pisang dan adonan kulit habis.


7. Goreng dengan minyak yang cukup


Panaskan minyak dalam jumlah cukup banyak menggunakan api sedang. Masukkan beberapa pisang molen secara perlahan agar minyak tidak memercik.


Jangan memasukkan terlalu banyak molen sekaligus. Wajan yang terlalu penuh dapat membuat suhu minyak turun sehingga kulit menyerap lebih banyak minyak dan hasilnya menjadi kurang renyah.


Goreng sambil sesekali dibalik sampai kulit berubah menjadi kuning keemasan dan terasa garing. Setelah matang, angkat dan tiriskan.


Biarkan pisang molen beberapa saat agar minyak berlebih turun. Setelah itu, sajikan selagi hangat.



Tips agar Pisang Molen Renyah Lebih Lama


Resep Pisang Molen Renyah (AI Generated)
Resep Pisang Molen Renyah (AI Generated)

Kerenyahan pisang molen bukan hanya ditentukan oleh komposisi tepung. Cara mengolah adonan dan menggorengnya juga memiliki peranan besar.


Pertama, perhatikan jumlah air. Air sebaiknya ditambahkan sedikit demi sedikit karena kondisi tepung bisa berbeda. Adonan yang terlalu lembek biasanya lebih sulit ditipiskan dan dapat menghasilkan kulit yang kurang sesuai dengan tekstur yang diinginkan.


Kedua, jangan melewatkan proses mengistirahatkan adonan. Adonan yang sudah tercampur dan diuleni perlu diberi waktu agar lebih mudah dibentuk. Selama proses tersebut, tutup adonan supaya permukaannya tidak mengering.


Ketiga, usahakan kulit benar-benar tipis. Salah satu ciri pisang molen yang nikmat adalah lapisan kulitnya yang renyah ketika digigit, bukan lapisan tebal yang terasa seperti roti.


Keempat, jaga suhu minyak. Minyak yang belum cukup panas dapat membuat kulit menyerap banyak minyak. Namun, api yang terlalu besar juga berisiko membuat kulit cepat kecokelatan sementara bagian dalam belum matang dengan baik.


Karena itu, gunakan api sedang dan goreng sampai kulit berubah warna secara bertahap. Goreng beberapa buah sekaligus dalam jumlah yang tidak memenuhi seluruh permukaan wajan.


Memilih Pisang yang Tepat untuk Molen


Jenis pisang dapat disesuaikan dengan selera. Pisang uli termasuk salah satu pilihan yang digunakan dalam resep rujukan karena rasanya manis dan cocok dijadikan isian.


Anda juga dapat menggunakan pisang lain yang matang tetapi teksturnya masih cukup kokoh. Pisang yang terlalu lembek akan lebih mudah hancur ketika dipotong dan dibungkus.


Ukuran potongan juga sebaiknya tidak terlalu besar. Potongan yang terlalu besar membutuhkan kulit lebih banyak dan membuat proses penggorengan menjadi kurang praktis. Potongan pisang yang seragam juga membuat semua molen lebih mudah matang secara bersamaan.


Jika ingin rasa yang lebih menarik, pisang molen dapat diberi variasi isian. Misalnya, tambahkan sedikit keju, cokelat, atau bahan lain yang cocok dengan rasa pisang. Namun, jangan menambahkan isian terlalu banyak karena dapat membuat kulit sulit ditutup rapat.



Mengapa Kulit Molen Harus Dibuat Tipis?


Resep Pisang Molen Renyah (AI Generated)
Resep Pisang Molen Renyah (AI Generated)

Kulit menjadi bagian penting dalam resep pisang molen renyah. Ketika kulit dibuat tipis dan digoreng dengan teknik yang tepat, permukaannya dapat berubah menjadi garing dengan tekstur berlapis yang menyenangkan ketika digigit.


Kulit yang terlalu tebal membutuhkan waktu lebih lama untuk matang. Akibatnya, molen bisa terlihat sudah kecokelatan di bagian luar, tetapi teksturnya belum cukup garing.


Referensi resep yang diberikan juga menunjukkan perhatian terhadap ketebalan kulit. Salah satunya menyarankan adonan ditipiskan hingga sekitar 2 mm, sedangkan resep lainnya menipiskan potongan adonan sampai benar-benar tipis sebelum digunakan untuk membungkus pisang.


Artinya, ketebalan adonan bukan sekadar persoalan tampilan. Proses ini turut menentukan tekstur akhir camilan.


Cara Menyajikan Pisang Molen


Pisang molen paling nikmat disajikan dalam keadaan hangat ketika kulit masih terasa renyah. Camilan ini dapat ditempatkan di piring saji dan dinikmati bersama teh atau kopi.


Jika membuat dalam jumlah banyak, jangan langsung menumpuk molen yang masih sangat panas. Uap yang terperangkap di antara tumpukan dapat membuat kulit menjadi lebih cepat lembek.


Biarkan molen sedikit mendingin di atas saringan atau rak agar uap panas dapat keluar. Setelah suhunya turun, pisang molen dapat dipindahkan ke wadah.


Untuk mendapatkan pengalaman makan yang lebih menarik, pisang molen juga bisa disajikan bersama taburan gula halus atau saus cokelat. Namun, rasa pisang dan kulit yang gurih sebenarnya sudah cukup untuk membuat camilan ini terasa nikmat.


Dengan bahan sederhana dan teknik yang tidak terlalu rumit, membuat pisang molen sendiri dapat menjadi pilihan untuk camilan keluarga. Kuncinya adalah memilih pisang yang tepat, membuat adonan tidak terlalu basah, menipiskan kulit dengan baik, membungkus pisang secara rapat, serta menggorengnya menggunakan minyak dengan suhu yang sesuai.



Tanya Jawab Seputar Pisang Molen


1. Apa jenis pisang yang paling cocok untuk pisang molen?


Pisang uli dapat digunakan karena rasanya manis dan teksturnya cocok untuk digoreng. Selain itu, Anda bisa memakai jenis pisang lain yang sudah matang tetapi tidak terlalu lembek agar mudah dipotong dan dibungkus.


2. Mengapa kulit pisang molen harus ditipiskan?


Kulit yang tipis membantu menghasilkan tekstur yang lebih renyah setelah digoreng. Kulit yang terlalu tebal cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk matang dan hasilnya bisa kurang garing.


3. Apakah adonan pisang molen perlu diistirahatkan?


Ya. Adonan dapat diistirahatkan sekitar 30 menit setelah diuleni dan ditutup agar tidak kering. Tahap ini membantu adonan lebih mudah ditipiskan dan dibentuk.


4. Mengapa pisang molen menjadi lembek setelah digoreng?


Molen dapat menjadi lembek karena beberapa faktor, seperti kulit terlalu tebal, minyak kurang panas, terlalu banyak molen dimasukkan sekaligus, atau molen masih menyimpan banyak uap ketika langsung ditumpuk setelah digoreng.


5. Bagaimana agar pisang molen tetap renyah?


Buat kulit setipis mungkin tanpa membuatnya mudah robek, goreng menggunakan minyak yang cukup panas dengan api sedang, dan jangan memenuhi wajan. Setelah matang, tiriskan dengan baik dan biarkan uap panas keluar sebelum pisang molen disimpan atau ditumpuk.


 

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.