TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Aroma minyak kayu putih tercium dari bawah pohon waru di sekitar Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu (19/8/2026) siang.

Di tengah panasnya penantian, sejumlah loyalis Bupati Pati nonaktif Sudewo memilih bersantai sambil pijat-pijatan.

Mereka menunggu Sudewo keluar dari persidangan yang jadwalnya mundur dari biasanya.

Baca juga: Sudewo Sapa Loyalis Usai Sidang Tipikor dan Minta Doa agar Bebas

Beberapa loyalis tampak duduk beralaskan tikar, sementara yang lain memijat bahu dan punggung rekannya. 

Minyak kayu putih menjadi teman sederhana untuk meredakan pegal setelah beberapa hari sebelumnya ikut meramaikan kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Jayanti, loyalis asal Kayen, Pati, mengatakan rombongannya masih membawa pola yang sama seperti persidangan sebelumnya.

"Masih sama seperti biasanya, kami turunkan tiga bus dan beberapa mobil pribadi. Kami sudah sampai sini sekitar pukul 08.00," ujarnya.

SAPA LOYALIS - Bupati Nonaktif Sudewo menyapa para loyalis yang menunggunya di Tipikor Semarang.
SAPA LOYALIS - Bupati Nonaktif Sudewo menyapa para loyalis yang menunggunya di Tipikor Semarang. (TRIBUN JATENG/REZANDA AKBAR D.)

Namun, hari itu penantian terasa lebih panjang karena jadwal persidangan baru dimulai sekitar pukul 10.00 WIB.

Meski begitu, Jayanti mengatakan para loyalis tetap bertahan menunggu Sudewo keluar dari gedung pengadilan.

"Kami selalu tetap semangat nunggu Pak Sudewo keluar. Ini lagi pada pijit-pijitan juga, badannya pada capek karena kemarin Agustusan," katanya.

Pemandangan itu menjadi jeda kecil di tengah rutinitas para loyalis yang hampir setiap persidangan datang dari Pati ke Semarang.

Alih-alih terus berdiri di bawah terik matahari, mereka memilih mengisi waktu dengan bercengkerama dan saling memijat.

Baca juga: Bersikukuh Tak Bersalah, Sudewo Klaim Bukan Dirinya yang Kena OTT: Itu OTT Kepala Desa, Bukan Saya

Bagi Jayanti, lelah perjalanan dan panjangnya waktu menunggu tidak mengubah harapan mereka.

Ia mengatakan para loyalis masih berharap Sudewo dapat terbebas dari perkara hukum yang sedang dihadapinya dan kembali memimpin Kabupaten Pati.

"Harapan kami masih sama, agar Pak Sudewo bisa keluar dari jeratan hukum dan kembali lagi memimpin Kabupaten Pati serta melanjutkan program pembangunannya," ujarnya. (Rad)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.