TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mekarnya bunga tabebuya di sejumlah ruas jalan Kota Semarang belakangan ini menjadi magnet bagi warga.

Deretan bunga berwarna merah muda dan putih tampak menghiasi kawasan pedestrian hingga tepian Sungai Banjir Kanal Barat (BKB), menghadirkan suasana yang oleh sebagian warga disebut mirip Jepang atau musim semi.

Di balik pemandangan tersebut, ternyata keberadaan tabebuya merupakan bagian dari program penghijauan Kota Semarang yang telah berjalan sejak 2022-2023.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Murni Ediati mengatakan, penanaman pohon tersebut mendapat dukungan dari sejumlah pihak melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Baca juga: Sampai Akhir Juli 2026, PAD Kudus Tembus Rp 452,4 Miliar

Baca juga: Sudewo Sapa Loyalis Usai Sidang Tipikor dan Minta Doa agar Bebas

Dari program tersebut, terdapat sekitar 9.000 pohon yang ditanam di sejumlah kawasan Kota Semarang."Ada sekitar 9.000 pohon yang ditanam. Selain tabebuya, jenis pohon yang ditanam antara lain pule, asam, dan trembesi," jelas Pipie, sapaan Murni Ediati, Rabu (19/8/2026).

Dia menjelaskan, persebaran bunga tabebuya sendiri ada di Kaligarang, Wahidin, Pamularsih, dan sepanjang jalan BKB.

Selain menjadi penghias kota, Pipie menjelaskan tabebuya termasuk jenis tanaman yang relatif mudah dikembangkan di Kota Semarang. Pohon tersebut justru lebih mudah berbunga ketika mendapat paparan sinar matahari yang cukup.

"Perawatan bunga tabebuya itu paling gampang. Semakin panas semakin dia tumbuh dan semakin berbunga. Kalau tidak panas malah tidak berbunga, seperti bougenville," imbuhnya.

Ke depan, pihaknya merencanakan akan memperbanyak penanaman pohon. 

"Ke depan kami akan tanam juga di sepanjang Banjir Kanal Timur," jelasnya.

Ke depan, Pemkot Semarang juga tengah mengkaji konsep penanaman pohon dengan jenis yang seragam di sejumlah sudut kota. Pemilihan jenis tanaman akan disesuaikan dengan karakter masing-masing wilayah.

Untuk kawasan Semarang Utara, misalnya, kondisi wilayah yang menghadapi persoalan rob membutuhkan tanaman yang lebih tahan terhadap air asin. Ketapang kencana menjadi salah satu jenis yang dipertimbangkan.

"Program Bu Agustina, akan ada penanaman 1.000 pohon. Konsepnya, setiap wilayah akan memiliki tema sendiri untuk jenis tanamannya. Misalnya di jalan Gajah Mada, Pemuda, dan Pandanaran itu jenis tanamannya apa sedang kami kaji," katanya.

Sementara itu, Memasuki musim kemarau, tabebuya yang ditanam di berbagai titik itu mulai menunjukkan pesonanya.

Di antaranya di kawasan yang paling mencolok adalah jalan Madukoro dan tepian BKB.

Pantauan di sepanjang tepi Sungai Banjir Kanal Barat menunjukkan deretan tabebuya mulai dari Jalan Bojongsalaman, Basudewo, Kokrosono hingga kawasan Jalan Madukoro, Semarang Barat, tampak berbunga lebat.

Bunga-bunga tersebut menghiasi kawasan pedestrian dan median jalan. Tak sedikit warga yang memanfaatkan suasana sore untuk bersantai sekaligus mengabadikan momen.

Warga Semarang Selatan, Dita (30), mengaku tidak menyangka menemukan pemandangan bunga tabebuya di kawasan tersebut.

"Di sini kalau sore tuh adem. Tapi aku enggak nyangka ternyata ada bunga ini. Kalau dari jauh kayak bunga sakura," kata Dita ditemui Tribun Jateng di lokasi, Minggu (16/8).

Menurut Dita, tabebuya tidak hanya tumbuh di satu titik. Deretan pohon dengan bunga merah muda dan putih terlihat menghiasi kawasan tersebut.

"Iya, bagus. Dari deretan yang ke sana itu juga udah banyak yang warna pink sama putih," tuturnya.

Keberadaan tabebuya juga membuat kawasan tersebut dimanfaatkan anak muda untuk membuat konten. Fian (23), datang bersama lima temannya untuk mengambil video sinematik.

"Ya, karena view-nya bagus. Terus ini kan adem di sini. Ada sungai, terus juga seperti musim semi ini, (tanaman sedang) lagi berbunga-bunga," ungkapnya.

Menurut Fian, pohon tabebuya yang sedang berbunga menjadi salah satu elemen utama yang membuat hasil visual lebih menarik.

"Yang paling mendukung ini dari pohonnya, tabebuya-nya ya. Jadi kelihatan ada bunga-bunganya," terangnya.

Ia bahkan menyebut suasana kawasan tersebut memiliki nuansa seperti berada di Jepang.

"Kayak ada Jepang-Jepangnya," ungkapnya. (idy)

 

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.