TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Iktiolog yang juga Dosen Universitas Jambi, Dr Tedjo Sukmono, menyampaikan analisis terkait kematian belasan ribu ikan dalam keramba secara mendadak di beberapa desa kawasan Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, saat musim kemarau.
Fenomena itu dapat terjadi akibat perubahan kondisi lingkungan perairan.
Satu di antara faktor yang perlu diperhatikan adalah penurunan kadar oksigen terlarut akibat meningkatnya suhu air.
Saat kemarau debit air sungai menyusut sehingga kondisi sungai menjadi lebih dangkal.
Kondisi tersebut membuat penetrasi cahaya matahari ke dalam perairan semakin kuat dan berpotensi meningkatkan suhu air.
Penetrasi cahaya yang kuat menyebabkan suhu air di sungai meningkat. Suhu yang semula mungkin sekitar 28-29 derajat Celsius bisa naik hingga 33-34 derajat Celsius.
Kenaikan suhu air dapat berdampak terhadap kadar oksigen terlarut di dalam sungai. Ketika oksigen berada pada tingkat yang terlalu rendah, ikan dapat mengalami kondisi yang disebut deplesi oksigen.
Untuk ikan, batas aman oksigen sekitar 4-6 ppm. Jika berada di bawah kondisi tersebut, ikan bisa mati mendadak. Fenomena ini disebut deplesi oksigen.
Respons Perubahan Lingkungan
Pada dasarnya, ikan memiliki kemampuan untuk merespons perubahan kondisi lingkungan. Ketika hidup bebas di sungai dan kondisi perairan tidak lagi mendukung, ikan dapat berpindah menuju lokasi yang lebih kondusif.
Ikan dapat mencari kawasan yang lebih teduh, seperti berada di bawah naungan atau menuju bagian dasar perairan yang memiliki kondisi lebih sesuai.
Namun, kondisi berbeda terjadi pada ikan yang dipelihara di dalam keramba. Ikan tidak memiliki ruang yang cukup untuk berpindah ketika terjadi penurunan kadar oksigen.
Kalau ikan dalam keramba, ketika ada deplesi oksigen tidak bisa mencari naungan. Kondisi itu bisa menyebabkan kematian massal.
Fenomena kemarau dan peningkatan suhu tersebut perlu dilihat dalam konteks kondisi iklim yang terjadi saat ini, termasuk pengaruh El Niño yang melintasi wilayah Sumatera dan turut berdampak terhadap Jambi.
Meski demikian, untuk memastikan penyebab kematian ikan secara spesifik, menurutnya tetap diperlukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi perairan, terutama pengukuran suhu air dan kadar oksigen terlarut di lokasi keramba.
Dengan demikian, kematian ikan secara mendadak tidak serta-merta dapat disimpulkan hanya akibat kemarau atau El Niño tanpa adanya data pengukuran kondisi air di lokasi kejadian. (Tribun Jambi/Rifani Halim)
Baca juga: Tawuran Remaja di Depan WTC Jambi Tewaskan Satu Orang, Polisi Amankan 3 Terduga Pelaku
Baca juga: Petani Keramba di Jambi Rugi Ratusan Juta, Berton-ton Ikan 4 Desa di Mati Mendadak
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.