TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Sugiono dan Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan (BPK) Dinas Pendidikan Kota Jambi Nanang Sunarya secara mengejutkan mengajukan pengunduran diri dari jabatan struktural secara bersamaan.
Keduanya telah membenarkan kabar tersebut kepada Tribun Jambi. Sugiono dan Nanang mengaku ingin kembali menjalankan tugas sebagai pejabat fungsional, khususnya sebagai pengawas sekolah.
Keputusan tersebut cukup mengejutkan bagi keluarga besar Dinas Pendidikan Kota Jambi. Pasalnya, selama menjalankan tugas, keduanya dikenal sebagai pejabat yang dekat dengan guru dan sekolah serta mengedepankan pelayanan.
Erwin Kasih, Pendidik dan Tenaga Kependidikan atau PTK di Dinas Pendidikan Kota Jambi, menilai Sugiono merupakan sosok yang memiliki integritas tinggi.
Ia menyebut Sugiono dikenal tegas dalam menjalankan aturan, namun tetap memiliki karakter yang lembut dan santun.
Menurut Erwin, Sugiono tidak pernah mempersulit urusan pekerjaan. Hal serupa juga ia lihat dari sosok Nanang yang dinilai selalu berusaha membantu dan membuat pekerjaan menjadi lebih mudah.
Erwin mengatakan, keduanya memiliki latar belakang sebagai guru dan keinginan untuk kembali ke jabatan fungsional merupakan bagian dari pilihan karier mereka.
Baca juga: Profil Sugiono yang Mundur dari Jabatan Kadis Pendidikan Kota Jambi, Kariernya Mentereng
Baca juga: Terekam CCTV, Pria di Bungo Ditangkap Usai Diduga Curi Burung Kicau Warga
Ia pun mengaku menyayangkan keputusan Sugiono dan Nanang untuk meninggalkan jabatan struktural di Dinas Pendidikan Kota Jambi.
Penilaian serupa disampaikan Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Jambi, Tolang Abidin. Ia menyebut Sugiono sebagai guru sekaligus panutan dan teladan bagi jajaran Dinas Pendidikan.
Tolang mengaku kaget ketika mengetahui Sugiono mengajukan pengunduran diri. Selama bekerja, Sugiono selalu mengingatkan jajarannya agar mengutamakan pelayanan terbaik kepada sekolah.
Sugiono juga dinilai mampu membaca persoalan sebelum berkembang menjadi masalah dan memberikan solusi kepada sekolah.
Bagi Tolang, Sugiono merupakan sosok yang tulus, ikhlas dan rendah hati. Ia bahkan tidak ingin pekerjaannya diekspos atau dibesar-besarkan.
Saat turun ke sekolah, Sugiono juga disebut tidak menginginkan penyambutan khusus. Bahkan, ia tetap turun ke lapangan meski pada hari libur jika ada persoalan yang membutuhkan penanganan.
"Beliau benar-benar panutan yang patut diteladani. Sedih juga beliau memilih mengundurkan diri," ujar Tolang.
Catatan Tribun Jambi selama Sugiono menjabat juga menunjukkan dirinya cukup cepat turun ke lapangan ketika terjadi persoalan di sekolah.
Salah satunya saat terjadi kasus perundungan siswa di SMP Negeri 5 Kota Jambi. Tidak lama setelah menerima informasi, Sugiono langsung turun ke sekolah untuk mengidentifikasi persoalan.
Ketika Tribun Jambi tiba di lokasi saat itu, Sugiono bahkan sudah berada di tempat kejadian.
Hal serupa terlihat ketika terjadi kasus intimidasi yang dialami seorang guru SD Negeri 64 Kota Jambi. Setelah mendapatkan informasi, Sugiono langsung mendatangi rumah guru tersebut.
Ia kemudian meminta tim turun ke sekolah untuk melakukan investigasi dan memastikan persoalan tersebut ditangani.
Respons cepat tersebut menjadi salah satu catatan dalam perjalanan Sugiono selama memimpin Dinas Pendidikan Kota Jambi, sekaligus menjadi alasan mengapa keputusan pengunduran dirinya meninggalkan kesan mendalam bagi sejumlah pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Jambi. (Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
Baca juga: Profil Sugiono yang Mundur dari Jabatan Kadis Pendidikan Kota Jambi, Kariernya Mentereng
Baca juga: Terekam CCTV, Pria di Bungo Ditangkap Usai Diduga Curi Burung Kicau Warga
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.