Jakarta -

Seorang pria nekat tinggalkan pekerjaan IT dan pulang kampung mengelola peternakan Wagyu milik kakeknya. Meski penghasilan turun, ia merasa lebih bahagia.


Ada kalanya perjalanan hidup membawa seseorang kembali ke tempat yang pernah ditinggalkan. Pilihan tersebut bisa mengubah cara seseorang melihat pekerjaan, keluarga, dan arti kesuksesan.


Dilansir dari Business Insider, (17/8/2026), hal itu dialami Masashi Nakamura, pria Jepang berusia 29 tahun. Ia memilih meninggalkan karier di bidang teknologi untuk menghidupkan kembali peternakan Wagyu milik kakeknya.




Nakamura sebelumnya bekerja sebagai teknisi IT di Osaka. Ia kemudian pindah ke Vancouver untuk belajar pengembangan web, sebelum melanjutkan perjalanan ke Australia dengan visa working holiday.






Mantap Jadi Peternak Sapi Wagyu, Pria Ini Tinggalkan Karier IT KantoranPeternakan wagyu ini diambil alih oleh cucu dari pemiliknya. Foto: Busines Insider

Pada 2024, ia bekerja di fasilitas pengolahan daging di Tasmania. Di sana, ia melihat sendiri bagaimana Wagyu asal Jepang begitu dihargai di luar negeri.


Pengalaman tersebut mengubah pandangannya terhadap Wagyu yang selama ini dianggap biasa karena ia tumbuh di Jepang. Ia mulai menyadari bahwa daging tersebut memiliki akar budaya dan nilai yang kuat.


"Saya mulai memahami bahwa Wagyu lebih dari sekadar daging," kata Nakamura.


Menurutnya, Wagyu memiliki akar yang dalam di Jepang dan dihargai di berbagai negara. Di waktu yang sama, Nakamura mengetahui kakeknya berencana menutup peternakan setelah menjual seluruh sapi.


Usia kakek dan neneknya membuat mereka tak lagi sanggup menjalankan peternakan seperti sebelumnya. Nakamura kemudian menawarkan diri untuk mengambil alih peternakan tersebut.





Mantap Jadi Peternak Sapi Wagyu, Pria Ini Tinggalkan Karier IT KantoranAdalah Masashi Nakamura yang nekat alih profesi dari ahli IT menjadi peternak wagyu meneruskan bisnis kakeknya. Foto: Busines Insider

Kini, hari-harinya dimulai pukul 06.00 pagi. Ia memberi makan sapi, membersihkan kandang, serta mengurus berbagai kebutuhan peternakan yang sedang dibangun kembali.


Penghasilannya kini jauh lebih kecil dibanding saat bekerja sebagai teknisi IT. Ia mengaku pendapatannya bahkan kurang dari setengah penghasilan ketika baru memulai karier di bidang teknologi.


Untuk mencukupi kebutuhan, Nakamura bekerja paruh waktu di pusat inseminasi buatan dan peternakan Wagyu lain. Ia juga mendapat pemasukan dari media sosial dengan membagikan aktivitas sehari-hari di peternakan.


"Saya merasa memiliki tujuan yang lebih besar," ujarnya.


Menurutnya, bertani memang tetap memiliki tekanan fisik dan finansial. Bahkan ia kini berhail membuat aplikasi untuk membantu pengelolaan peternakan dan berencana mengembangkan konsep farmstay.





Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.