TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) mematok target realistis membawa pulang satu medali pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang, dengan menaruh tumpuan utama pada nomor ganda putri.

Dari total dua medali emas yang diperebutkan di cabang olahraga ini, Indonesia berencana mengirimkan delapan atlet yang terbagi dalam dua pasangan putra dan dua pasangan putri. 

Wakil Ketua Umum PBPI Akash Natani menegaskan bahwa peluang paling terbuka berada di sektor putri menyusul catatan positif di level Asia sebelumnya.

"Kami sebenarnya realistis di Asian Games karena hanya memperebutkan dua emas saja di dua kategori," kata Akash kepada Tribun Bali, pada Selasa 18 Agustus 2026.

 

Potensi tersebut, menurut Akash, didasarkan pada torehan medali perunggu Timnas Putri Indonesia di FIP Asia Cup 2025 Doha. 

Baca juga: Bali United Pinjamkan Andhika Wijaya Jelang Super League, Pernah Bawa Serdadu Tridatu Juara 2 Kali

Sebaliknya, sektor putra diposisikan tanpa beban target medali dan lebih difokuskan untuk mengasah jam terbang internasional.

"Kami melihat ada potensi dari tim putri untuk meraih medali karena mengacu pada perunggu di Doha tahun lalu," ujarnya.

"Sementara untuk tim putra, fokus untuk mendapatkan pengalaman dan exposure kompetisi internasional." imbuh dia.

Daftar nama atlet yang akan diboyong ke Jepang saat ini masih bergerak dinamis. 

PBPI masih mengevaluasi performa calon pemain melalui sejumlah turnamen resmi sepanjang 2026, termasuk ajang FIP Tour 2026 Bali Series yang baru saja rampung.

Ajang di Bali tersebut sekaligus menjadi alarm evaluasi bagi tim nasional karena wakil Indonesia belum mampu menembus dominasi Spanyol yang menyapu bersih gelar juara di sektor putra maupun putri. 

Meski demikian, turnamen internasional di dalam negeri dinilai krusial untuk mempersempit jarak kualitas atlet lokal dengan pemain kelas dunia.

Akash juga mematok visi jangka panjang agar padel bisa masuk ekshibisi Olimpiade LA 2028 dan resmi dipertandingkan pada Olimpiade Brisbane 2032.

"Saya melihat ada potensi besar dari cabor padel untuk semakin berkembang," bebernya. 

Langkah PBPI mempersiapkan atlet menuju panggung Asia mendapat dukungan dari Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman yang memantau langsung kompetisi di Bali. 

Marciano menekankan pentingnya konsistensi jam terbang bagi atlet senior dan regenerasi kelompok umur.

"Saya berharap pada Asian Games nanti padel ini bisa memberikan satu catatan penting bagi perjalanan olahraga Indonesia," tegas Marciano. 

"Support KONI, kita mendukung PBPI melakukan tata kelola organisasi dan pembinaan prestasi dengan baik melalui kompetisi berjenjang," pungkasnya.

(*)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.