Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Aminah (57), ibu rumah tangga yang menjadi korban sambaran petir saat pulang dari sawah di Gampong Tutong, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, masih menjalani perawatan di RSUD Cut Meutia Aceh Utara, Selasa (18/8/2026).

Kondisi Aminah dilaporkan stabil setelah mendapat penanganan dari dokter spesialis jantung. Namun, korban masih mengeluhkan tubuh lemas dan kebas sehingga direncanakan menjalani konsultasi dengan dokter spesialis saraf.

Humas RSU Cut Meutia, dr Harry Laksamana, mengatakan Aminah masih dirawat di Ruang Mina dan mendapat penanganan langsung dari dokter spesialis jantung RSU Cut Meutia, dr Emelda, Sp.JP, FIHA.

“Dirawat langsung oleh dokter ahli jantung kita, dr Emelda, Sp.JP, FIHA. Insyaallah setelah EKG (elektrokardiogram/rekam jantung) ulang hari ini keadaan stabil,” kata dr Harry kepada Serambinews.com, Selasa (18/8/2026).

Menurut dr Harry, hingga Selasa pagi Aminah masih menjalani perawatan. Tim medis juga merencanakan konsultasi dengan dokter spesialis saraf karena korban masih mengalami lemas dan kebas.

“Pagi ini masih dirawat, direncanakan akan dikonsultasikan juga ke bagian saraf karena masih dalam keadaan lemas dan kebas. Insyaallah dari jantung dr Emelda tetap merawat sampai hari ini,” ujarnya.

Sebelumnya, dr Harry mengatakan Aminah tidak memiliki riwayat maupun keluhan terkait penyakit jantung sebelum tersambar petir.

“Pasca-disambar petir. Sebelumnya tidak ada keluhan jantung,” katanya.

Baca juga: Satu Meninggal Satu Dirawat Petani Disambar Petir Saat Pulang dari Sawah

Tersambar Petir Saat Pulang dari Sawah

Aminah menjadi korban sambaran petir bersama seorang petani lainnya, Hafnidar (53), saat keduanya berjalan pulang dari persawahan di Gampong Tutong, Kecamatan Tanah Luas, Minggu (16/8/2026) sore.

Saat itu, keduanya sedang bekerja menanam padi bersama tiga warga lainnya. Aktivitas mereka terhenti setelah hujan lebat disertai angin dan petir melanda kawasan tersebut.

Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto, M.H., melalui Kapolsek Tanah Luas Ipda Marzuki, M.H., CPM, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.15 WIB.

Saat hujan turun, kelima warga tersebut memutuskan meninggalkan persawahan dan berjalan pulang melalui pematang sawah.

Namun, ketika berada di tengah area persawahan, sambaran petir terjadi dan mengenai Aminah serta Hafnidar.

“Setelah tersambar petir, korban Hafnidar tidak sadarkan diri. Sementara Aminah sempat meminta pertolongan kepada warga,” ujar Ipda Marzuki.

Hafnidar mengalami luka akibat sambaran petir. Pakaian yang dikenakannya dilaporkan compang-camping dan telinga sebelah kiri mengeluarkan darah. Hafnidar kemudian dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara Aminah masih dalam keadaan sadar. Namun, korban mengalami kesulitan berjalan karena kedua kaki dan tangannya terasa kebas.

Tiga warga lainnya yang berada bersama kedua korban selamat dalam kejadian tersebut.

Dua warga yang mengetahui kejadian itu, Samsul Bahri (52) dan Abdul Samad (64), kemudian meminta bantuan masyarakat untuk mengevakuasi kedua korban dari area persawahan.

Proses evakuasi dilakukan menggunakan peralatan seadanya karena lokasi kejadian sulit dijangkau kendaraan. Aminah kemudian dibawa pulang menggunakan becak.

Setelah dievakuasi, Aminah dibawa menggunakan ambulans untuk mendapatkan pertolongan medis di puskesmas. Selanjutnya, ia dirujuk dan menjalani perawatan lebih lanjut di RSU Cut Meutia Aceh Utara.

Baca juga: Dua Petani Disambar Petir Saat Pulang dari Sawah di Aceh Utara, Satu Meninggal

Polisi Imbau Warga Waspada

Setelah menerima laporan kejadian, Kapolsek Tanah Luas bersama sejumlah personel kepolisian mendatangi lokasi kejadian.

Polisi berkoordinasi dengan perangkat gampong dan keluarga korban serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Petugas juga membuat surat pernyataan penolakan visum dan autopsi dari pihak keluarga korban.

Kapolsek Tanah Luas mengimbau masyarakat, khususnya petani yang beraktivitas di area persawahan, agar meningkatkan kewaspadaan ketika kondisi cuaca mulai memburuk.

Masyarakat diminta segera menghentikan aktivitas di area terbuka dan mencari tempat yang lebih aman apabila hujan deras disertai angin kencang dan petir mulai terjadi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera mencari tempat yang aman dan menghindari area terbuka apabila terjadi hujan disertai petir,” imbau Ipda Marzuki. (*)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.