TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rahma masih terbawa suasana setelah menyaksikan film Baby Udon di Mall Ciputra Semarang, Minggu (16/8/2026).
Sebagai pejuang garis dua, ia merasa kisah Fanny dan Hajime Kondoh dalam film tersebut begitu dekat dengan pengalamannya.
"Awalnya seperti romance comedy jadi enjoy nikmatinnya, semakin ke belakang emosinya semakin terasa. Tiba-tiba dibawa ke suasana yang bikin menangis," ujar Rahma.
Menurutnya, Baby Udon berhasil memainkan emosi penonton dengan perubahan suasana yang terasa natural.
Baca juga: 306 Napi Lapas Slawi Dapat Remisi HUT ke-81 RI, Dua Langsung Bebas Pulang
Baca juga: Saat Perayaan Kemerdekaan, 44 Truk Polri Melaju Bawa Bantuan ke Flores, Polda Jateng Kirim 10 Truk
Film yang pada awalnya menghadirkan romansa dan humor perlahan membawa penonton masuk ke persoalan rumah tangga, perjuangan mendapatkan buah hati hingga kehilangan.
Bagi Rahma, bagian tersebut menjadi yang paling terasa karena ia dapat melihat pengalaman perjuangan mendapatkan momongan dari sudut pandang Fanny dan Hajime.
Meski mengangkat persoalan yang berat, film tidak melulu menyajikannya dengan suasana muram.
Humor, percakapan sederhana dan dinamika pasangan membuat kisah keduanya terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Justru dari suasana ringan itulah, menurut Rahma, pukulan emosional Baby Udon terasa semakin kuat ketika cerita mulai bergerak menuju konflik.
"Filmnya jujur bagus banget, saya terkesan aktingnya sama Caitlin terus Densu juga yang bikin mewek," katanya.
Meski aktingnya membawa penonton bersedih, Denny Sumargo mengakui bahwa sebenarnya tidak disiapkan menjadi Hajime Kondoh dalam film Baby Udon.
Sebagai produser, ia justru sempat kesulitan mencari pemeran laki-laki hingga akhirnya mengambil peran tersebut.
"Kalau pendalaman sebenarnya aku enggak fokus untuk pendalaman jadi Hajime Kondoh awalnya karena aku kejebak. Aku nyari pemain laki-lakinya enggak nemu-nemu," kata Denny.
Persiapan film pun berlangsung sekitar delapan bulan, lebih lama dari rencana awal tiga bulan.
Untuk pemeran Fanny Kondoh, tim produksi akhirnya membuka open casting dan menemukan Caitlin Halderman sebagai pilihan terakhir.
Caitlin kemudian dipilih langsung oleh Fanny Kondoh.
Denny memuji akting Caitlin yang dinilainya mampu membuat film terasa natural. Ia bahkan menyebut Caitlin layak masuk nominasi penghargaan perfilman.
Berawal dari Pesan Hajime
Baby Udon diangkat dari kisah nyata Fanny Kondoh dan mendiang suaminya, Hajime.
Fanny membawa kisah tersebut ke layar lebar setelah Hajime berpesan sebelum meninggal agar dirinya tidak hanya menjadi abu, tetapi tetap dikenang.
"Ini wasiat suami saya sebelum meninggal, suami berpesan setelah ia pergi ingin tetap dikenang," ujarnya.
Film ini kemudian dipersembahkan Fanny untuk anak mereka sebagai cara mengenang sosok sang ayah.
Karena itu, Baby Udon tidak hanya bercerita tentang perjuangan pasangan mendapatkan buah hati, tetapi juga tentang cinta, kehilangan dan kenangan yang ingin diwariskan kepada seorang anak.
Improvisasi di Lokasi Syuting
Denny menyebut sejumlah adegan Baby Udon lahir dari improvisasi pemain. Naskah menjadi acuan, tetapi ekspresi dan respons spontan tetap dipertahankan.
Salah satunya adegan meja makan ketika Hajime berusaha membuat Fanny tersenyum. Bahkan respons Caitlin soal biaya bayi tabung yang mencapai Rp300 juta disebut Denny muncul secara spontan.
"Yang kita jaga di film ini originalitasnya. Masing-masing kasih yang terbaik," ujarnya.
Dalam adegan ketika Hajime harus pergi, Caitlin bahkan masih menangis sekitar lima hingga 10 menit setelah sutradara mengatakan cut.
Sementara itu film Baby Udon yang memiliki latar belakang Semarang menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton di kota ini.
Latar kota menjadi ruang bagi perjalanan Fanny dan Hajime, dari pertemuan, menikah dan berumah tangga, perjuangan mendapatkan buah hati hingga menghadapi penyakit.
Film yang disutradarai Fajar Bustomi ini menempatkan Denny sebagai produser sekaligus pemeran Hajime, sementara Caitlin Halderman memerankan Fanny.
Baby Udon dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 3 September 2026.(Rad)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.