TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Ribuan pendaki memadati Gunung Prau via Patak Banteng, Kabupaten Wonosobo, Senin (17/8/2026).
Selain mendaki, mereka juga mengikuti rangkaian acara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia yang digelar di Pos 3.
Sejak pagi, para pendaki berkumpul untuk menyaksikan pembentangan bendera Merah Putih raksasa berukuran 40 x 35 meter.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan lomba panjat pinang. Uniknya, lomba digelar di kawasan gunung dengan tiang setinggi sekitar 8 meter.
Baca juga: New Vario Evo 160 Bikin The Park Semarang Meriah, Andreas dan Rommy Ikut Jajal Skutik Terbaru Honda
Baca juga: Berlatar Semarang, Film Baby Udon Hadirkan Kisah Cinta yang Bikin Penonton Ikut Menangis
Berbagai hadiah berupa perlengkapan pendakian disiapkan di bagian atas tiang untuk diperebutkan para peserta.
Para pendaki yang berada di lokasi pun ikut menyaksikan dan memberikan semangat kepada peserta lomba.
Maya Sofia, pendaki asal Purwokerto, mengaku sengaja mendaki Gunung Prau karena tertarik dengan kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan.
"Baru pertama kali naik gunung soalnya ada event Hari Kemerdekaan. Penasaran banget juga pengin lihat pemandangan view dari puncak Gunung Prau, ternyata best banget," ujarnya.
Ia juga mengaku kaget melihat banyaknya pendaki yang berada di Gunung Prau.
"Kaget ternyata banyak banget yang mendaki. Seru jadi ramai-ramai walaupun cukup capek," katanya.
Pendaki lainnya, Mella asal Tangerang, juga baru pertama kali mendaki Gunung Prau. Ia datang bersama teman-temannya dan sempat berkemah untuk menikmati suasana matahari terbit.
"Pertama kali aku naik ke Gunung Prau, ngecamp di sunrise camp sama teman-teman. Pas pulangnya ternyata ada panjat pinang, seru banget," ujarnya.
Menurut Mella, panjat pinang di kawasan gunung menjadi pengalaman yang cukup unik.
"Lumayan unik karena ini ada lomba di gunung. Jadi kita mampir lihat dulu, banyak hadiah yang diperebutkan," katanya.
Ia juga mengaku mendapat teman baru dari sejumlah daerah selama berada di Gunung Prau.
"Ketemu teman-teman baru juga, ada yang dari Bogor, Serang. Asyik ternyata naik gunung. Next mungkin iya ya naik gunung lagi juga karena happy," ujarnya.
Pengelola Basecamp Gunung Prau via Patak Banteng, Solichun, mengatakan Festival Gunung Prau merupakan agenda tahunan yang sekaligus menjadi bagian dari promosi kawasan.
"Terkait Festival Gunung Prau itu bagian dari pemasaran, jadi ajang promosi. Tiap tahun kita ada agenda," kata Solichun.
Menurutnya, kegiatan tahunan di Gunung Prau tidak hanya berisi festival, tetapi juga kegiatan konservasi.
"Agenda tahunan kita itu tidak hanya Festival Gunung Prau, tapi juga ada konservasi, ada pelepasan burung endemik Gunung Prau.
Selain itu untuk sustainability, keberlanjutan, kita punya rumah bibit. Bibitnya sudah ready untuk ditanam, itu ada penanaman juga," jelasnya.
Ia mengatakan seluruh kegiatan tersebut dibuat berkesinambungan agar aktivitas wisata di Gunung Prau tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan.
"Jadi kita mempunyai rangkaian kegiatan yang memang saling berkesinambungan. Antara keseimbangan dan keberlanjutan itu memang benar-benar kita jaga," ujarnya.
Ia menyebut kegiatan panjat pinang di ketinggian menjadi salah satu ciri khas yang ingin terus dipertahankan.
"Setidaknya ada kenangan-kenangan atau ada khas tersendiri terkait acara Gunung Prau.
Seperti panjat pinang di ketinggian itu atau di gunung, kayaknya baru ada di Basecamp Gunung Prau via Patak Banteng.
Hal tersebut akan tetap kita pertahankan dan akan tetap kita lestarikan sebagai identitas Gunung Prau via Patak Banteng," pungkasnya. (ima)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.