Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pria tanpa identitas ditemukan meninggal dunia di eks bangunan SMP Plus Endang Darma Ayu, Jalan Olahraga, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, mengatakan, sejumlah petugas langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan tersebut, kemudian melakukan olah TKP.
Menurut dia, jenazah korban ditemukan pertama kali oleh warga yang hendak membersihkan areal gedung yang rencananya bakal dijadikan Lembaga Pelatihan Kerja atau LPK Harapan Indah itu.
"Jenazah korban ditemukan pertama kali kira-kira pukul 13.20 WIB di areal kamar mandi eks bangunan SMP Plus Endang Darma Ayu," kata Tarno dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/8/2026).
Ia mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara diketahui bahwa peristiwa bermula ketika pengurus LPK Harapan Indah yang hendak membersihkan areal gedung mencium bau menyengat.
Merasa curiga, pengurus itu bersama sejumlah rekannya mencari sumber bau menyengat tersebut hingga menyusuri hampir setiap ruangan pada eks bangunan SMP Plus Endang Darma Ayu.
Hasilnya, kecurigaan mengarah pada pintu kamar mandi yang tertutup rapat, sehingga diputuskan untuk dibuka secara paksa, dan mendapati sesosok tubuh yang telah terbujur kaku di dalamnya.
"Saat itu, kondisi jenazah korban sudah mengalami pembengkakan dan pembusukan, sehingga langsung dievakuasi ke RSUD Indramayu untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar Tarno.
Baca juga: Dinyatakan Bebas Usai Terima Remisi HUT RI, Warga Binaan Sujud Syukur di Depan Lapas Indramayu
Ia menyampaikan, dari hasil pemeriksaan tim medis RSUD Indramayu, korban diperkirakan berusia di atas 35 tahun dan telah meninggal dunia kira-kira lima—tujuh hari sebelum ditemukan.
Pihaknya mengakui, belum diketahui secara pasti penyebab kematian korban, dan berdasarkan pemeriksaan medis juga tidak ditemukan bekas atau tanda-tanda luka akibat tindakan kekerasan fisik.
Namun, di lokasi kejadian petugas hanya menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, di antaranya, sarung, jaket, tas kecil, ember, perlengkapan mandi, pemotong besi, hingga uang tunai Rp 21 ribu.
"Hingga kini, kami belum tahu identitas korban, meski sudah memeriksa sidik jarinya, karena hasilnya tidak dapat teridentifikasi sistem, dan diduga korban belum pernah membuat KTP," kata Tarno.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.