Liputan6.com, Jakarta - Memasuki puncak musim kemarau, krisis air bersih mulai meluas di Kabupaten Banyuwangi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi bergerak cepat memasok air bersih ke sejumlah wilayah terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus meminimalkan dampak kekeringan.


Hingga pertengahan Agustus 2026, BPBD Banyuwangi mencatat telah menyalurkan 238.000 liter air bersih ke empat kecamatan prioritas, yakni Bangorejo, Cluring, Pesanggaran, dan Tegaldlimo.


"Distribusi intensif terus kami lakukan di empat kecamatan tersebut. Total air bersih yang sudah disalurkan mencapai 238.000 liter," tegas Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Banyuwangi, Partana, Minggu (16/8/2026).


Dari empat kecamatan tersebut, Bangorejo menjadi wilayah dengan dampak paling parah. Dusun Kebonrejo dan Dusun Sendangrejo di Desa Kebondalem kini sepenuhnya bergantung pada pasokan air dari BPBD.


Kondisi tersebut berpotensi meluas seiring berlangsungnya puncak musim kemarau. Berdasarkan prakiraan BMKG, periode puncak kemarau berlangsung sepanjang Agustus hingga September, sementara potensi kekeringan diprediksi bertahan hingga akhir tahun.


Perluasan wilayah terdampak mulai terlihat di Kecamatan Tegaldlimo. Jika sebelumnya hanya dua desa yang mengajukan bantuan, kini jumlahnya meningkat menjadi sembilan desa.


"Hasil kajian risiko BPBD menunjukkan ada 11 kecamatan di Banyuwangi yang rawan kekeringan dan karhutla. Empat kecamatan yang kami pasok saat ini menjadi prioritas utama karena memang jadi langganan saban tahun," jelas Partana.


 



Jaga Kelancaran Distribusi


Petugas BPBD Banyuwangi melakukan  droping air bersih ke sejumlah desa yang tersebar di empat kecamatan.
Petugas BPBD Banyuwangi melakukan  droping air bersih ke sejumlah desa yang tersebar di empat kecamatan.

Untuk menjaga kelancaran distribusi, BPBD menempatkan tandon air portabel berkapasitas 1.200 hingga 5.200 liter di setiap dusun terdampak. Petugas akan kembali mengisi tandon setelah menerima laporan bahwa persediaan air mulai habis.


Selain menyalurkan air menggunakan truk tangki, BPBD juga menerapkan solusi taktis melalui program ASN Berbagi. Program tersebut mencakup bantuan pipa dan tandon tambahan untuk memanfaatkan sumber air lokal.


"Di Dusun Kebonrejo, kami menemukan sumur milik warga yang debit airnya masih produktif. Kami bantu fasilitasi pipa untuk mengalirkan air dari sumur warga tersebut ke tandon penampungan umum agar bisa diakses warga sekitar," tambah Partana.


BPBD mengimbau masyarakat menggunakan pasokan air secara bijaksana dan efisien selama puncak musim kemarau. Petugas di lapangan juga terus bersiaga untuk merespons laporan warga apabila wilayah yang mengalami krisis air kembali bertambah.

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.