TRIBUNJAKARTA.COM, KALIDERES - Gelak tawa mewarnai kemeriahan perlombaan HUT ke-81 RI di Terminal Kalideres, Jakarta Barat.
Sejumlah emak-emak antusias mengikuti perlombaan yang tak biasa, yakni tarik bus.
Tak tanggung-tanggung, bus yang ditarik yakni berjenis bus tingkat alias double decker armada Gunung Harta yang diprediksi beratnya mencapai 20 ton.
Meski harus menguras tenaga ekstra untuk menggeser bus berukuran raksasa tersebut, keriangan dan kelakar justru mencairkan suasana kompetisi.
Ena (48) petugas PO Bus yang ikut dalam perlombaan, mengaku sudah menyiapkan fisik sejak pagi demi bisa memiliki tenaga ekstra untuk lomba tarik bus.
"Udah disiapin tenaganya. Tapi tenaganya tiba-tiba hilang karena berat bisnya," kata Ena di lokasi, disambut tawa peserta lain, Minggu (16/8/2026).
Ini menjadi kali kedua baginya berpartisipasi dalam ajang unik tersebut setelah di tahun 2025 juga ikut serta.
Saat ditanya mengenai beratnya beban menggerakkan armada besar tersebut, Ena berkelakar bahwa lebih berat beban hidupnya.
"Beratan beban hidup, Pak! Daripada beban bis," selorohnya.
Ia menjelaskan, satu tim yang terdiri dari sekitar 15 orang tersebut berhasil memenangkan pertandingan.
Bagi Ena, hadiah berupa sembako bukanlah prioritas utama.
"Kita bukannya mengharapkan hadiahnya ya, buat keseruannya aja, buat ngerame-ramein 17 Agustus aja," tuturnya.
Ia pun berharap di usia 81 tahun ini, Indonesia bisa lebih baik ke depannya.
"Semoga ke depannya Indonesia lebih baik daripada tahun kemarin," tuturnya.
Senada dengan Ena, Nila (47) peserta emak-emak lainnya juga merasakan pengalaman seru saat berjuang menarik bus double decker tersebut.
"Pengalaman seru banget! Semangat 45 dah nariknya. Pokoknya busnya berat banget," ujar Nila.
Ketika disinggung kembali mengenai perbandingan beratnya bus dengan beban hidup, ia memberikan pandangan yang tak kalah menggelitik.
"Jangan ditanya kalau beban hidup mah. Kalau beban hidup kan mental ya, kita jalanin aja. Kalau ini (bus) kan bareng-bareng, ketarik sama kita. Harus ada kerja sama kelompok," jelasnya.
Aksi tangguh sekaligus menghibur para emak-emak di Terminal Kalideres ini pun menjadi salah satu tontonan paling menyedot perhatian warga dalam perayaan kemerdekaan tahun ini.
Sebelumnya, Kepala Terminal Kalideres, Nur Prasetyo mengatakan, pihaknya memang sengaja melibatkan mereka yang selama ini bekerja di area terminal untuk mengikuti lomba 17-an.
"Kalau untuk pesertanya ini, pertama dari karyawan PO Bus, yang kedua dari agen-agen PO Bus, lalu dari pegawai Dinas Perhubungan, lalu dari UMKM, dan dari pedagang asongan yang ada di Terminal Bus Kalideres. Jadi tujuannya ini untuk memeriahkan terminal dan kebersamaan para pelaku usaha di dalam terminal bus," kata Tyo.
Tak hanya tarik bus, pihak penyelenggara di Terminal Kalideres juga menyiapkan berbagai lomba khas 17-an lainnya.
"Selain tarik bus, perlombaannya ada catur, sepak bola laki dan perempuan, joget terong untuk perempuan, joget balon untuk perempuan, balap karung, tarik tambang dan makan kerupuk," kata Tyo.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.