TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Masyarakat di Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur gandrung akan penggunaan sepeda kayuh untuk mengisi sore hari, bersepeda susuri jalan aspal di kawasan Pantai Monpera hingga lapangan Merdeka. 

Kontan hal ini pun disambut para wirausahawan dengan menawarkan jasa penyewaan sepeda kayuh.

Penyewaan sepeda tersebar di beberapa titik, di antaranya ada di kawasan Lapangan Merdeka, Pantai Melawai hingga di Pantai Monumen Perjuangan Rakyat.

Kali ini TribunKaltim.co sambangi ke lokasi penyewaan sepeda yang ada di Pantai Monpera depan Markas Kodam VI Mulawarman, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. 

Saat bersua dengan Rachmad Pratama (23), pemilik rental sepeda Monpera, membeberkan, penyewaan sepeda karena menangkap peluang dari masyarakat Balikpapan yang mulai gemar terapkan gaya hidup bersepeda. 

Baca juga: Atlet Balap Sepeda Paser Borong 4 Medali di Kejurnas 2026, Raih Emas Hingga Perunggu

Rachmad melihat, setiap akhir pekan, atau kadang hari biasa saat sore hari, banyak orang berolahraga, satu di antaranya bersepeda. 

"Kan melihat banyak sekarang orang sadar kesehatan, banyak yang suka olahraga. Ya saya jadikan peluang untuk tawarkan jasa sepeda," katanya. 

Dia akui, setiap akhir pekan selalu ramai. Masyarakat yang sewa rental sepeda paling banyak anak-anak muda. Kadang untuk jalan-jalan, berfoto hingga mau cari suasana berbeda memakai sepeda. 

Masyarakat biasanya datang ke kawasan pantai di Jalan Jenderal Sudirman rumahnnya jauh-jauh. Tidak mungkin bawa sepeda dari tempat jauh datang ke daerah pantai. Kecuali bagi mereka yang punya mobil, sepeda diangkut lalu dibawa jalan-jalan sepanjang pantai. 

"Datang ke sini sewa, tidak mau repot. Rumahnya jauh. Datang ke sini sewa sepeda tidak terlalu capek keliling-keliling sekitaran pantai di sini," tutur Rachmad.

Usaha sewa sepeda baru saja dua bulan berjalan. Sepeda yang dimiliki oleh Rachmad ada 20 unit dan berstatus milik sendiri. 

Bagi yang pinjam sepeda, dikenakan tarif sesuai hitungan jam. Tidak perlu menaruh jaminan kartu identitas penduduk atau jaminan benda berharga. Konsumen harus bertanggungjawab, mengambalikan sepeda dalam keadaan sesuai kondisi saat sepeda diterima. 

"Pakai sistem kepercayaan saja. Orang sewa saya foto. Kalau macam-macam tidak kembali ya saya viralkan saja ke media sosial," beber Rachmad.

Dia pun merasa senang, sewa sepeda lumayan digandrungi masyarakat. Pendapatan utamanya ada di warung kopi, sementara sewa sepeda jadi tambahan untuk pendapatannya. 

"Kalau ada untung, biasanya saya tabung. Saya bisa belikan lagi aset sepeda biar tambah banyak," katanya. 

Saat ditemui, satu di antara konsumen sepeda, Nisda, mengungkapkan, sewa sepeda merupakan cara ringkas dan praktis. Melalui sewa sepeda bisa bebas memilih tipe sepeda yang akan dipakai.

"Kan paling kalau punya sendiri yang dipakai ya itu-itu saja. Biar tidak bosan, cari tipe sepeda yang lain di tempat sewa," kata mahasiswi Intitut Teknologi Kalimantan Balikpapan yang juga ikut program "Ayo Wes, Gowes Senja Kece," persembahan dari komunitas ILO Next Trip. 

Di tempat yang sama, komunitas ILO Next Trip menggelar acara sepeda santai saat senja dengan rute sepanjang jalan pesisir Balikpapan, dari Pantai Monpera hingga Jalan Minyak Kilang Pertamina. 

Ada puluhan orang yang ikut event bertajuk "Ayo Wes, Gowes Senja Kece," ini.

Di antaranya, ada yang tidak membawa sepeda dari rumah tetapi lebih meminjam sepeda di tempat terdekat seputaran Pantai Monpera Balikpapan.

Berikut ini tarif pasaran sewa sepeda di Balikpapan:

Hari biasa:

  • 1 Jam Rp 25 ribu.
  • 2 Jam Rp 40 ribu.
  • 3 Jam Rp 60 ribu.

Akhir Pekan:

  • 1 Jam Rp 30 ribu
  • 2 Jam Rp 50 ribu
  • 3 Jam Rp 75 ribu.

Bukan Sekadar Gowes

Mentari perlahan condong ke ufuk barat, memancarkan bias keemasan di langit Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (15/8/2026) sore.

Di tengah sepoi angin pusat kota, belasan pesepeda tampak antusias mengayuh pedal, memecah kesunyian senja sembari membasahi tubuh dengan butir-butir keringat penuh semangat.

Aksi tersebut merupakan agenda rutin dari komunitas In Love With The Outdoors (ILO Next Trip). Mengusung tema "Ayo Wes, Gowes Senja Kece", kegiatan ini memadukan olahraga rekreasi dengan kampanye pelestarian lingkungan.

Rute santai yang ditempuh para peserta membentang dari kawasan ikonik Pantai Monpera hingga area historis kilang minyak Balikpapan.

Berbagai jenis sepeda turut memeriahkan suasana, mulai dari sepeda gunung (mountain bike), sepeda lipat, hingga sepeda keranjang wanita.

Koordinator Sepeda Senja ILO Next Trip Balikpapan, Ananta Fauzan yang akrab disapa King Ozan menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang multi-fungsi; tidak hanya menjaga kebugaran jasmani dan mempererat tali silaturahmi antarwarga, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik.

"Bersepeda asyik, tidak mengeluarkan gas emisi. Kita beraktivitas di luar rumah, bisa tetap ramah lingkungan," ujar King Ozan di sela-sela kegiatan.

Ia menegaskan, tajuk "Ayo Wes, Gowes Senja Kece" merepresentasikan kegembiraan untuk menyatu dengan alam tanpa meninggalkan jejak perusakan lingkungan.

Terbuka untuk umum tanpa batasan usia, acara ini merangkul siapa saja yang ingin menikmati sore secara produktif.

"Mau tua, muda, semua bisa ikut di sini, kita bergembira bersama di sore hari," tambahnya.
Investasi Kesehatan dan Harapan untuk Balikpapan

Lebih lanjut, King Ozan menekankan pentingnya kesadaran preventif dalam menjaga kesehatan tubuh. Menurutnya, berolahraga secara rutin jauh lebih bernilai dibanding harus menanggung biaya pengobatan saat jatuh sakit.

"Olahraga itu buat kita segar secara badan dan pikiran. Kita sehat, semua akan nyaman dan enak," ungkapnya.

Di balik keseruan sore itu, komunitas ILO Next Trip juga menitipkan harapan besar bagi perkembangan infrastruktur Kota Balikpapan ke depan.

Mereka mendambakan penambahan serta perluasan fasilitas jalur khusus sepeda demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang ingin beralih ke moda transportasi ramah lingkungan.

"Optimis, bisa kita budayakan bersepeda kemana-mana. Asyik kan. Sehatnya dapat, hemat uangnya dapat, bumi juga bersih udaranya," pungkas King Ozan.

(TribunKaltim.co/Budi Susilo)

 

 

 

 

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.