TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Gempa M7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) turut menjadi perhatian Ikatan Keluarga Manggarai Barat (IKAMBA) Kutai Barat. 

Organisasi tersebut menaruh perhatian terhadap kondisi keluarga dan masyarakat di NTT yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7.

Sebagai informasi, Ikatan Keluarga Manggarai Barat (IKAMBA) Kutai Barat adalah organisasi wadah paguyuban kemasyarakatan tempat berkumpulnya warga asal Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang tinggal dan menetap di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur.

Sekretaris Jenderal IKAMBA Kutai Barat, Hendrikus Lahur, mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya, hingga Minggu (16/8/2026) belum ada laporan korban jiwa di wilayah Manggarai Barat.

Namun, kerusakan rumah menjadi salah satu dampak yang cukup dirasakan masyarakat.

Baca juga: IKAMBA Kubar Ungkap Hingga Hari Ini Warga Manggarai NTT Masih Waswas Tidur di  Rumah

“Kalau di daerah kami, kebanyakan rumah yang rusak. Untuk korban jiwa sejauh ini tidak ada,” ujar Hendrikus kepada TribunKaltim.co, Minggu (16/8/2026) melalui sambungan telepon selulernya.

Hendrikus menyebut warga masih diliputi kekhawatiran karena gempa susulan masih terjadi. Kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih tidak tidur di dalam rumah pada malam hari.

“Kalau siang mungkin mereka masih bisa beraktivitas biasa di dalam rumah. Tapi kalau sudah malam, kebanyakan mereka memilih di luar, di tenda, karena takut ketika sedang terlelap tidur. Sampai tadi malam pun masih ada gempa susulan,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat masih was-was, terutama mereka yang rumahnya mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.

IKAMBA Siapkan Langkah

IKAMBA Kutai Barat kini tengah berkoordinasi dengan pengurus IKAMBA tingkat provinsi untuk menentukan langkah bersama dalam menyikapi musibah tersebut.

Baca juga: 5 Fakta Remaja Tenggelam di Kubar: Tiba-tiba Hilang dari Permukaan Air, Ditemukan Meninggal

Hendrikus mengatakan pihaknya berencana melakukan pertemuan untuk menyamakan langkah, termasuk kemungkinan bentuk kepedulian atau bantuan yang dapat diberikan kepada masyarakat terdampak.

“Kami lagi mau koordinasi. Kalau bisa malam ini kami coba bertemu dulu. Siapa tahu dari IKAMBA Provinsi juga punya pemikiran yang sama, sehingga kami bisa satu komando,” ujarnya.

Ia menambahkan, IKAMBA Kutai Barat untuk sementara belum mengambil keputusan terkait rencana kepulangan warga atau pengurus ke daerah terdampak.

“Kita tetap koordinasi. Tergantung hasil koordinasi dengan pengurus IKAMBA Provinsi. Setelah itu baru kami yang di kabupaten bisa mengambil sikap,” jelasnya.

Pantau Perkembangan Gempa

Hendrikus memastikan pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi di NTT, khususnya kondisi keluarga dan masyarakat di wilayah Manggarai Barat yang terdampak gempa.

Baca juga: Detik-Detik Gempa M 7,7 Guncang Wangkal NTT, Warga Tak Berani Kembali ke Rumah

Apabila terdapat data terbaru mengenai jumlah kerusakan maupun kebutuhan masyarakat, informasi tersebut akan segera dikoordinasikan agar langkah penanganan dapat dilakukan secara bersama-sama.

“Kami tetap koordinasi dan melihat perkembangan. Kalau ada data terbaru nanti akan kami sampaikan,” pungkasnya. (*)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.