TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - 
Antrean kendaraan terjadi di SPBU Panaikang, Kelurahan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Minggu (16/8/2026).

Pantauan Tribun-Timur.com sekitar pukul 12.30 WITA, puluhan mobil, truk, dan angkutan umum antre hingga ke bahu jalan.

Antrean kendaraan tersebut bahkan mendekati lampu merah di pertigaan Taman Kita, Kota Takalar.

Kondisi itu membuat arus kendaraan di sekitar SPBU terlihat padat, terutama pada jalur menuju area pengisian BBM.

Belasan sepeda motor juga terlihat mengantre untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite di salah satu dispenser.

Sementara itu, puluhan petani ikut mengantre untuk mengisi BBM jenis Solar yang digunakan untuk kebutuhan aktivitas mereka.

Operator SPBU Panaikang, Darma, mengatakan pasokan Pertalite dan Solar tiba di SPBU sekitar pukul 10.00 WITA.

"Pertalite dan Solar masuk sekitar pukul 10.00 lewat," kata Darma saat ditemui Tribun-Timur.com.

Ia menyebutkan masing-masing BBM yang datang memiliki volume sekitar 8.000 liter.

"Solar masuk 8.000 liter dan Pertalite 8.000 liter," ujarnya.

Menurut Darma, penjualan BBM baru dimulai setelah pihak manajemen SPBU memberikan instruksi pada pukul 10.30 WITA.

"Iya, kami mulai menjual setelah ada instruksi tepat pukul 10.30," jelasnya.

Darma mengatakan panjangnya antrean terjadi karena sebagian pengendara telah tiba sebelum BBM mulai dijual.

"Kenapa bisa antre begini karena mereka sudah datang sejam sebelumnya, sekitar pukul 09.00," katanya.

Pantauan di lokasi, setiap dispenser memiliki dua jalur pengisian untuk mengatur pelayanan kepada pelanggan.

Satu jalur digunakan untuk melayani pengisian menggunakan jeriken, sedangkan jalur lainnya diperuntukkan bagi kendaraan.

Darma mengatakan pembagian jalur tersebut dilakukan agar antrean kendaraan tidak semakin menumpuk di area SPBU.

"Iya, supaya tidak terlalu menumpuk," tegas Darma.

Salah seorang pengendara mobil, Daeng Ngitung, mengaku telah mengantre sekitar dua jam untuk mendapatkan Pertalite.

"Sudah dua jam saya menunggu untuk mengisi BBM jenis Pertalite," ujar Daeng Ngitung.

Ia mengatakan biasanya membeli Pertalite setiap tiga hari sekali dengan jumlah sekitar 20 liter.

"Saya mengisi sekali per tiga hari dengan kapasitas 20 liter," tuturnya.

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.