TRIBUN-TIMUR.COM - Sebanyak 30 rumah warga di Desa Bonea, Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, terendam air laut setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Desa Bonea menuju Kota Benteng pusat Kabupaten Kepulauan Selayar berjarak sekitar 119 mil.

Air laut dilaporkan masuk ke permukiman warga di kawasan pesisir Desa Bonea dengan ketinggian mencapai sekitar 35 sentimeter.

"Ada 30 unit rumah yang terendam air laut setinggi 35 centimeter pasca gempa bumi di NTT," Alwan Sihadji Mantan Kepala Desa Bonea.

Air laut hanya menggenangi permukiman warga yang berada di wilayah pesisir Desa Bonea.

Kini telah kembali normal setelah air laut surut.

Baca juga: Gempa 7,7 Flores Picu Kepanikan Warga Selayar, Kapolres: Tetap Tenang dan Waspada

"Saat ini air laut sudah surut kembali dan warga mulai kembali di rumahnya masing-masing," ujarnya.

Gempa M7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu pagi dan memicu peringatan dini tsunami.

BMKG mencatat adanya tsunami di sejumlah wilayah, dengan gelombang yang terdeteksi di beberapa lokasi pesisir NTT.

Dampak gempa juga membuat warga di sejumlah wilayah kepulauan Kabupaten Kepulauan Selayar panik.

Warga pesisir Pulau Kalotoa, Kecamatan Pasilambena, serta warga Bonerate, Kecamatan Pasimarannu, sempat bergerak menuju lokasi yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi.

Mereka khawatir terjadi gelombang tsunami setelah merasakan gempa dan melihat perubahan kondisi air laut.

Meski demikian, tidak ada laporan kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut. Rumah warga yang sempat terendam juga telah kembali dalam kondisi normal setelah air laut surut.

"Tidak ada kerusakan bangunan, hanya rumah sempat terendam, tetapi sekarang kondisinya sudah normal kembali," kata Alwan.

Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Immawan mengimbau masyarakat, khususnya warga yang berada di wilayah kepulauan dan pesisir, agar tetap tenang serta meningkatkan kewaspadaan.

"Kita minta warga Selayar, khususnya di kepulauan, untuk tidak panik atas peristiwa gempa bumi dan tetap siaga," kata Didid.

Pasca gempa tersebut, seluruh personel Bhabinkamtibmas diminta turun ke wilayah binaan masing-masing untuk menenangkan warga sekaligus mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

 

 

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.