TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Memeluk seragam sekolah putih biru SMP sang anak, Ayu, ibu korban anak hanyut di Sungai Batang Arau, Seberang Palinggan, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, tak kuasa menahan tangisnya.

Kalimat "Pulanglah Jojo, mama tidak marah" terus terucap dari bibir ibu korban sembari menangis.

Diketahui bahwa korban dilaporkan hanyut terseret arus sungai Batang Arau saat hujan mengguyur wilayah Kecamatan Padang Selatan pada Jumat (14/8/2026) sore.

Ayu mendapatkan kabar bahwa anaknya hanyut terseret arus sungai dari warga yang tinggal di dekat aliran sungai Batang Arau.

Baca juga: Breaking News Ratusan Penumpang Kapal Mentawai Fast yang Kandas Berhasil Dievakuasi Selamat

ibu korban hanyut batang arau melihat botol kuning 14/8/2026
PELAJAR HANYUT- Ayu, ibu dari pelajar SMP yang dilaporkan hanyut, tak kuasa menahan air mata sembari menatap botol minum berwarna kuning milik anaknya yang hanyut di Sungai Batang Arau, Seberang Palinggam, Padang, Jumat (14/8/2026).

Lokasi anaknya hanyut saat berenang tak jauh dari Jembatan Hildesheim yang baru diresmikan Pemko Padang saat event Selaju Sampan.

Mendengar kabar bahwa anaknya ikut berenang dan hanyut menurut keterangan warga sekitar, air matanya langsung bercucuran.

Ayu berlari mencari Joshua di titik terakhir berenang hingga ke pinggir sungai dengan mengikuti arah arus.

Baca juga: Pencarian Pelajar Hanyut di Batang Arau Padang Dilanjutkan Besok, Cuaca dan Penerangan Jadi Kendala

Tak lama berselang, petugas gabungan datang ke lokasi dan langsung melakukan penyisiran di pinggir sungai.

Arus deras, keruh dan tingginya air Sungai Batang Arau turut menjadi kendala petugas di lapangan.

Alhasil, Ayu bersama anggota keluarga harus pulang ke rumah dengan bayang-bayang kehadiran anaknya.

Tangis Ayu Kembali Pecah Saat di Rumah

Di kediamannya, Kelurahan Seberang Palinggam, tak jauh dari lokasi terakhir anaknya hanyut, tangis Ayu kembali pecah.

Ia tampak memeluk seragam putih biru Joshua, sembari terisak memanggil anaknya kembali ke pangkuan.

Tangis pun bersambut, anggota keluarga yang berada di rumah serta sanak saudara juga tak bisa menahan kabar duka itu.

Di tengah berderainya air mata, para kerabat hingga pendeta turut menenangkan Ayu atas musibah yang menimpa.

"Tidak bisa, kembalilah Jojo, ibu tidak lagi marah sama Jojo," kata itu kembali diucapkan Ayu di tengah kerumunan keluarga.

Seorang pendeta perempuan tampak memimpin doa, meminta tuhan melapangkan hati keluarga yang ditinggalkan.

Dalam doa penuh makna itu, diharapkan Joshua dijaga di sisi tuhan, karena lebih sayang kepadanya.

"Amen" menjadi penanda doa berakhir atas hanyutnya korban di Sungai Batang Arau Padang.

Korban Tak Bisa Berenang

Di tengah suasana duka dan derai air mata, beberapa pertanyaan masih sempat dijawab oleh Ayu.

Anaknya merupakan seorang pelajar kelas dua di SMP Murni.

Seusai pulang sekolah, Ayu selalu menjemput korban. Akan tetapi, kabar kepulangan tak ia dapat dari guru di sekolah.

Merasa sang anak tak kunjung pulang hingga sore, hatinya merasa tidak enak. Hingga akhirnya ditelusuri di dekat Jembatan Hildesheim Sungai Batang Arau.

Baca juga: Kapal Kandas di Muaro Padang: Tim Gabungan Evakuasi Penumpang Pakai Papan dan Tali di Tengah Badai

Setelah tahu anaknya hanyut usai berenang dengan tiga temannya, isak tangis Ayu tak terbendung.

Anak laki-laki tertuanya harus menjadi korban deras dan tingginya debit air Sungai Batang Arau.

Sang anak menurut keterangan Ayu tak pernah pandai dan belum pernah berenang sebelumnya sama sekali.

"Anak saya tak pandai berenang, mengapa dia berenang," kata dia.

Anak Keempat Namun Jadi Tertua

Joshua merupakan anak keempat dari Ayu, namun tiga kakaknya sudah meninggal ketika masih bayi.

Sehingga dengan begitu, dia menjadi anak tertua dari kedua adiknya yang masih hidup.

Ayu mengaku sangat menyayangi Joshua, dengan meninggalnya tiga orang kakak sang anak, dia tidak ingin kehilangan yang keempat kalinya.

Namun naas, kejadian pilu itu kini menimpa Joshua.

"Saya sangat menyayangi Joshua, tak ada yang dapat menggantikannya. Dulu tiga kakaknya juga meninggal saat bayi, saya tidak ingin kehilangan lagi," sebutnya.

Baca juga: Breaking News Pelajar SMP Dilaporkan Hanyut Saat Berenang di Aliran Sungai Batang Arau Padang

Dengan air mata yang masih berjatuhan ke lantai, Ayu masih memeluk erat seragam putih biru anaknya itu.

Seragam itu, merupakan barang yang ditinggalkan korban bersamaan dengan tas dan buku, saat berenang dan hanyut di Sungai Batang Arau.

Seragam itu juga yang terakhir dipakai sang anak ke sekolah, sebelum dinyatakan hanyut.

Ayu melakukan pengecekan barang peninggalan anaknya itu, meratapi buku tulis hingga botol air minum berwarna kuning.

Dengan suasana haru, satu persatu sanak saudara dari suami Ayu berdatangan ke kediamannya 

Di tengah gelapnya langit dan air hujan yang masih membasahi bumi, tangis Ayu menjadi penanda kasih sang ibu kepada sang anak.

Harapan keluarga kini hanya ingin jasad Joshua ditemukan.

Pencarian Dilanjutkan Besok

Pencarian pelajar SMP yang hanyut terbawa arus saat berenang di aliran sungai Batang Arau, Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, dilanjutkan besok, Sabtu (15/8/2026) pagi.

Diketahui sebelumnya, seorang pelajar dilaporkan hanyut saat berenang bersama temannya di aliran sungai tersebut pada Jumat (14/8/2026) sekira pukul 17.00 WIB.

Usai menerima laporan tersebut, petugas kepolisian dan pihak terkait lainnya langsung mendatang lokasi kejadian.

Pantauan TribunPadang.com, pada pukul 19.08 WIB, petugas BPBD Kota Padang meminta keterangan dari sejumlah warga termasuk keluarga korban terkait hanyutnya korban.

Selain itu, sebagian petugas lainnya melakukan penyisiran di area pinggir sungai. Namun, dikarenakan debit air masih deras dan keruh, pencarian akhirnya dihentikan.

Baca juga: Keluarga Histeris Tiba di Lokasi Pelajar SMP Hanyut di Batang Arau Padang: "Pulanglah Nak"

PELAJAR HANYUT- Warga memadati lokasi pelajar hanyut di kawasan Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (14/8/2026).
PELAJAR HANYUT- Warga memadati lokasi pelajar hanyut di kawasan Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (14/8/2026). (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih mengguyur lokasi hanyutnya korban.

Warga juga ramai mendatangi lokasi kejadian melihat secara langsung dan membantu penyisiran di pinggir aliran sungai dekat Jembatan Hildesheim yang baru saja diresmikan Pemko Padang.

Ibu korban, Ayu, terlihat tak kuasa menahan kesedihan usai mendengar kabar anaknya hanyut terseret arus sungai dan belum kunjung ditemukan.

Kalaksa BPBD Padang, Hendri Zulviton, mengatakan pencarian akan dilanjutkan esok hari, yakni pada Sabtu (15/8/2026) pagi.

"Petugas di lapangan sudah mendatangi lokasi dan menyisir pinggir sungai, namun karena kondisi cuaca dan minimnya penerangan, pencarian dilanjutkan besok sekira pukul 07.00 WIB," kata dia saat dikonfirmasi.

Kata dia, tim juga dibagi untuk menangani laporan yang masuk ke pihaknya. Laporan pertama terkait anak hanyut dan kedua perihal kapal Mentawai Fast kandas di Muaro Padang.

Baca juga: Kapal Kandas di Muaro Padang: Tim Gabungan Evakuasi Penumpang Pakai Papan dan Tali di Tengah Badai

Proses pencarian hingga evakuasi dilakukan oleh tim disaat hujan lebat yang masih mengguyur Kota Padang.

"Jadi kita bagi tim, sebagian menyisir area Sungai Batang Arau untuk mencari korban hanyut, dan tim lain mengevakuasi korban kapal kandas di Muaro Padang," tambahnya.

Sementara itu hingga pukul 21.23 WIB, di lokasi terakhir korban hanyut yang sebelumnya ramai masyarakat dan petugas gabungan, sudah sepi.

Sebelumnya keluarga korban juga sudah kembali ke rumah.

Ibu Korban: "Pulanglah Nak"

Seorang pelajar yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) hanyut di aliran sungai Batang Arau, Kelurahan Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Jumat (14/8/2026).

Pihak keluarga tak kuasa menahan kesedihan begitu mendatangi lokasi kejadian, usai mendapati informasi bahwasanya korban hanyut terseret arus sungai.

Ibu korban terus menangis histeris meratapi musibah yang menimpa anaknya.

Di tengah derai air mata, ia terus memanggil nama sang anak berharap ada keajaiban.

"Mama tidak marah Jojo, pulanglah Nak," panggil sang ibunya sembari menangis terisak.

Baca juga: Breaking News Pelajar SMP Dilaporkan Hanyut Saat Berenang di Aliran Sungai Batang Arau Padang

PELAJAR HANYUT- Lokasi seorang pelajar hanyut saat berenang di aliran sungai kawasan Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (14/8/2026).
PELAJAR HANYUT- Lokasi seorang pelajar hanyut saat berenang di aliran sungai kawasan Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (14/8/2026). (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Melihat kondisi tersebut, sejumlah warga dan tetangga sekitar berdatangan untuk merangkul dan menenangkan orang tua korban.

Warga berusaha memberikan penguatan agar pihak keluarga tetap tabah serta bersabar dalam menghadapi ujian berat ini.

Musibah ini terjadi saat korban berenang bersama temannya hingga hanyut terseret derasnya arus sungai Seberang Palinggam.

Laporan Awal: Korban Hanyut Saat Berenang

Berdasarkan data yang dihimpun TribunPadang.com di lapangan sekira pukul 19.08 WIB, korban sempat berenang bersama empat anak lainnya di aliran Sungai Batang Arau.

Ketua RT 01 RW 03 Kelurahan Pasa Gadang, Kasmawati, mengatakan bahwa korban sempat berenang dengan tiga anak lainnya di aliran Sungai Batang Arau saat sore hari, sekitar pukul 17.00 WIB.

Kasmawati men

Baca juga: Kapal Mentawai Fast Kandas di Muaro Padang, Evakuasi Penumpang Terkendala Gelombang Besar

Namun, akibat hujan intensitas tinggi dan debit air langsung meningkat, satu orang anak hanyut.

"Jadi mereka ini berempat berenang di Sungai Batang Arau sekira pukul 17.00 WIB tadi, ketika hujan lebat turun," kata Kasmawati.

Namun, sebanyak tiga orang berhasil diselamatkan oleh warga sekitar, namun naas satu pelajar hanyut terbawa arus.

Korban merupakan pelajar di salah satu SMP di Kota Padang. Setelah hanyut, kejadian itu langsung dilaporkan ke BPBD dan pihak terkait lainnya.

"Informasi dari warga anak SMP, namanya diketahui Joshua," pungkasnya.

Sementara itu, pantauan TribunPadang.com di lapangan, tampak masyarakat sudah ramai di lokasi.

Selain itu, petugas gabungan dari BPBD, Basarnas dan lain sebagainya. 

Baca juga: Breaking News Kapal Mentawai Fast Kandas di Muaro Padang, Seorang Anak Hanyut di Batang Arau

Masyarakat tampak mengenakan jas hujan dan payung. Sedangkan kondisi arus sungai tampak tinggi dan besar.

Arus sungai juga membawa banyak sampah hingga potongan kayu kecil.

Di sisi lain, petugas gabungan tampak masih menggali informasi kepada masyarakat, keluarga dan Ketua RT 01 Pasa Gadang.

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.