TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Panggung AQUA DBL Dance 2026-2027 East Java-North kembali menjadi ruang bagi para pelajar untuk menyampaikan cerita tentang keberagaman Indonesia.
Pada Kamis (13/8/2026), Smala Dance Crew dan Force X Chronos menghadirkan dua cerita budaya berbeda melalui penampilan mereka.
Mengusung tema “100 persen Indonesia”, kedua tim dance asal Surabaya itu tidak hanya mengandalkan koreografi.
Busana, properti, tata rias, hingga latar panggung dimanfaatkan untuk memperkuat cerita yang ingin disampaikan kepada penonton.
Smala Dance Crew, perwakilan SMAN 5 Surabaya, memilih Papua sebagai sumber inspirasi.
Mereka ingin memperkenalkan kekayaan budaya Papua sekaligus menunjukkan keindahan daerah tersebut melalui sebuah pertunjukan yang penuh warna.
Salah satu unsur yang mencuri perhatian adalah kostum yang digunakan para dancer.
Smala Dance Crew menghadirkan rok dengan inspirasi Burung Cenderawasih sebagai bagian dari konsep mereka.
“Kita juga memakai rok yang terinspirasi dari Burung Cenderawasih,” sebut Faradea Tsabita Azzahra, salah satu anggota Smala Dance Crew.
Baca juga: Terinspirasi Anime Black Clover, Koreo SHARKERSMANIA Bawa Pesan Pantang Menyerah
Tidak berhenti pada kostum, unsur budaya Papua juga terlihat melalui berbagai ornamen yang dikenakan di bagian tangan dan kaki.
Para dancer turut menggunakan topi adat Papua untuk memperkuat identitas penampilan.
Persiapan tata rias juga menjadi bagian penting dalam penampilan Smala Dance Crew.
Mereka bahkan membutuhkan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan make-up sebelum tampil.
“Kita make-up dari jam 7 pagi, baru selesai jam 1 siang,” tegas Faradea.
Nuansa Papua semakin terasa ketika properti rumah adat dan alat musik tifa turut dihadirkan.
Penggunaan tifa sekaligus menjadi upaya Smala Dance Crew memperkenalkan salah satu alat musik tradisional Papua kepada penonton.
“Kita juga mau memperkenalkan kepada orang-orang yang mungkin belum tahu apa itu tifa. Biasanya banyak yang cuma tahu gendang, sedangkan di Papua tuh ada juga yang namanya tifa yang mirip dengan gendang,” jelas Faradea.
Baca juga: Santeria Tetap Berdiri Usai Kalah, Semangat The Warrior Bergema di Tribun
Gerakan yang mereka bawakan pun mengambil inspirasi dari sejumlah tarian Papua.
Koreografi tersebut dirancang dengan gerakan yang kompleks dan dinamis untuk menggambarkan karakter budaya yang mereka angkat.
Sementara itu, Force X Chronos (FxC) dari SMA Petra 5 Surabaya memilih kisah yang berbeda.
Mereka membawa legenda Putri Kadita atau Nyi Roro Kidul, mulai dari perjalanan sang tokoh hingga menjadi Ratu Pantai Selatan.
Cerita tersebut diterjemahkan ke dalam karakter dan kostum yang berbeda.
Salah seorang dancer menggunakan jubah putih untuk menggambarkan Putri Kadita, sedangkan pakaian hitam digunakan untuk merepresentasikan Dewi Mutiara, ibu tiri Putri Kadita.
FxC juga memanfaatkan sejumlah properti visual agar alur cerita lebih mudah ditangkap oleh penonton. Latar pertama menampilkan wayang dan gunungan dengan nuansa Jawa.
“Ini untuk menggambarkan Kadita dan dayang-dayangnya itu,” ujar Chelseanny Hardja, salah satu anggota FxC.
Cerita kemudian berlanjut melalui pergantian latar. Kemunculan latar kedua menggambarkan kedatangan Dewi Mutiara, sebelum pertunjukan berlanjut menuju bagian cerita yang lebih dramatis.
“Background terakhir untuk saat dia (Putri Kadita) jatuh ke air. Di belakangnya juga ada banyak air-air,” tutur Chelsea.
Menariknya, seluruh properti yang digunakan FxC bukan dibuat oleh pihak luar. Berbagai elemen visual tersebut merupakan hasil karya siswa-siswi SMA Petra 5 Surabaya.
“Penampilan kali ini juga sekaligus untuk menunjukkan talenta-talenta yang dari sekolah kita. Semuanya digambar dan dilukis sama teman-teman kita,” jelas Syerline Marcella, anggota FxC.
Dua penampilan tersebut menunjukkan bagaimana tema “100 persen Indonesia” dapat diterjemahkan melalui sudut pandang yang beragam.
Smala Dance Crew membawa kekayaan budaya Papua, sedangkan FxC menghidupkan legenda Putri Kadita melalui perpaduan koreografi, kostum, dan properti hasil kreativitas siswa.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 akan menyambangi 31 kota di 22 provinsi di Indonesia.
Kompetisi ini juga menjadi wadah pencarian student-athlete terbaik dari setiap kota untuk mendapatkan kesempatan menuju DBL Camp dan memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star.
Selain pertandingan basket, musim ini turut menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan tema “100 % Indonesia”.
Keseruan rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 dapat disaksikan melalui kanal YouTube DBL Play.
Sementara pertandingan final juga tersedia melalui YouTube Good Day ID.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.